Viola

Viola
62


__ADS_3

Tiga hari berlalu, wajah Andika sudah benar benar sembuh. Ralat, luka di keningnya masih sedikit nampak walaupun memar di seluruh tubuhnya juga sudah sembuh. Kini Ia sudah mulai kembali melanjutkan aktivitasnya di sekolah itu.


"Woey An, kemana saja kamu tiga hari nggak sekolah???". Dio menyapa Andi yang baru datang bergabung dengan kelima sahabatnya.


"Urusan perusahaan!!!". Jawab Andi berbohong.


"Oh.. lah tuh kening kenapa???". Yoga menginterupsi.


"Kena meja". Lagi lagi Andi menjawab dengan singkat lalu mengeluarkan sebatang rokok filter berwarna putih dari wadahnya kemudian disisipkan ke bibirnya.


"Boss!!". Rey menyapa Andi yang sedang menyalakan pematik api.


"Hmm!!". Jawab Andi sambil menghembuskan asap putih dari mulutnya.


"Boss, emm anu bos ehhh emmm gimana ya???". Rey malah kebingungan sendiri.


"Apa???". Jawab Andi nyengak.


"Aku pengen bicara tapi nggak di sini, Boss!!!". Rey mendekati Andi.


"Ikut aku!!". Andi mengajak Rey untuk pindah ke sudut tempat itu.


.


.


.


"Hmmm aku mau minta maaf Bos, gara gara aku si Bos jadi babak belur!!!". Rey menundukkan kepalanya.


"Ya!!!". Jawab Andi cuek.


"Jangan cuek, Bos!!!". Rey menggoyangkan lengan Andi berulang kali seperti anak kecil yang merengek minta permen.


Andi menghela nafas.


"Rey, santai aja nggak papa. Toh kamu juga udah nikah kan sama Rani. Satu lagi, selain sebagai atasanmu aku juga menjabat sebagai Kakak iparmu!!!". Andi menepuk bahu Reyhan dan kembali ke tempat sahabatnya yang lain berkumpul.


"Thanks, Boss!!!". Rey berteriak dan di sahut dengan acungan jempol oleh Andika.


_____________________


Di tempat yang berbeda namun tetap di waktu yang sama, Viola dan ketiga sahabatnya sedang menikmati segelas teh hangat di kantin sekolah.


"Nanti jalan jalan yuk, hmm lama kita nggak jalan jalan!!!". Feli membuka suara.


"Boleh, ayok. Nanti pulang sekolah langsung aja gimana???". Bella menyetujui.


"Aku sih ikut ajah!!!". Vio juga setuju.


"Hmmm aku belum tahu, aku ijin dulu sama mamaku dulu ya!!!". Rani menjawab.


"Tumben tumbenan kamu, Ran!!!". Bella menyenggol lengan Rani.


Rani mengotak atik ponselnya untuk mengirimkan pesan pada Reyhan. Sebab sekarang apapun yang dia ingin lakukan, Ia harus meminta ijin pada suaminya.


Kak Rey


^^^^^^Aku mau hangout sama temen temenku nanti sepulang sekolah, ^^^^^^


^^^Boleh ya, sayang!! 🥺^^^

__ADS_1


Kemana???


^^^Palingan ke mall^^^


Sama siapa aja, sayang?


^^^Vio, Bella sama Feli^^^


^^^Boleh nggak suamiku???😚😚^^^


Iya, hati hati 😘


^^^Terimakasih, suamiku 🥰🥰^^^


______


"Iya aku ikut nanti!!!". Rani mengatakan pada ketiga sahabatnya.


"Mantap!!!". Seru mereka bertiga secara bersamaan sambil tertawa.


_____________________


Kembali ke Rooftop,


Andika dan kelima sahabatnya sedang bersantai sambil menunggu bel tanda di mulainya kegiatan belajar berbunyi.


"Gimana jadinya kamu bisa pacaran dengan Shasha???". Rio menyenggol Yoga.


"Ya nggak gimana gimana sih!!!". Yoga menjawab sambil memainkan kepulan asap rokok menggunakan mulutnya.


"Andi punya Viola, Reyhan punya Maharani terus Yoga punya Shasha!!!". Jojo mengabsen, lalu menghela nafas dengan kasar.


"Terus kita punya siapa????". Dio menyenggol Rio lalu di ikuti dengan gelak tawa mereka berlima. Yap!!!. Tidak salah hitung kok. Sebab Andi hanya menatap mereka dengan dingin.


"Apaan sih????". Rey tersenyum lebar ke arah para sahabatnya.


"Ehh temennya si Rani yang jelek dan burik itu kena mental deh kayanya!!!". Dio mengalihkan pembicaraan.


Uhuukkk hukkkk hukkk hukkkk hukkkk!!!. Andi tersedak asap rokok yang baru masuk ke paru parunya.


"Minum dulu, Boss!!!". Rey menyodorkan sekaleng minuman rasa buah kepada Andi.


"Iya kayanya, udah nggak kelihatan. Denger denger sih beasiswanya di cabut gitu!!!". Jojo menanggapi.


"Tapi kayanya dia itu ternyata cantik loh!!. Gini ya, aku pernah memperhatikan bahwa kaki sama tangannya aja bersih dan mulus, tapi wajahnya burik!!!. Kan aneh. Lah aku mau buktiin eh malah dianya udah out duluan!!!". Dio berargumentasi.


"Gimana cara buktiinnya???". Dio menanggapi argumentasi Jojo.


"Di pepet hhahahahahaha!!!". Jojo menanggapi sambil tertawa.


Uhukk hukkkk hukkkk hukkkk hukkk hukk!!!. Andika kembali tersedak asap rokok yang sedang di hisapnya.


Seseorang memberikan sebuah botol berisi air mineral.


Andi menoleh ke arah botol itu,


"Kamu???". Andi menerima botol berisi air mineral itu langsung menegaknya.


"Iya!!!". Jawabnya cuek.


"Sini!!!". Andi menarik tangan pemberi air mineral itu dan langsung membawanya dalam pangkuannya kemudian mengecupnya berulang kali.

__ADS_1


"Huhhh panas, anjir!!!". Jojo bersuara.


"Kamu kesini sama siapa??? Hemm??". Andi tidak menghiraukan Jojo yang sedang menyindirnya.


"Sok lembut, padahal aslinya keras!!!". Jojo kembali menyindir Andi.


"Rani sama Feli dan Bella juga. Tuh mereka!!!". Vio menunjuk ke arah ketiga sahabatnya yang baru datang.


"Ohh, pantes ajah nggak mau nungguin aku yang baru nungguin kembalian. Ternyata kebelet minta di pangku toh???". Feli menyindir Vio yang ada di pangkuan Andika.


"Ehh enggak kok!!!". Vio berontak ingin melepaskan diri dari pelukan Andika namun tetap saja usahanya gagal.


"Neng Feli sini sama Abang Rio!!!". Rio menepuk nepuk pahanya sendiri.


"Ogah!!!". Jawab Feli dengan singkat sambil memalingkan wajahnya.


"Sayangku mau di pangku juga nggak???". Rey berbisik di telinga Rani.


"Enggak!!!". Jawab Rani dengan nada tinggi.


"Yaudah, nanti langsung pulang!!!. Nggak boleh main sama temen temenmu!!!". Rey berkata sangat lirih di telinga istrinya.


"Ihhh Kak Rey!!!". Rani berteriak tepat di telinga Reyhan.


"Kalau Neng Bella mau nggak di pangku Abang Dio???". Kini giliran Dio menghampiri Bella sambil berkata lirih, namun bisa di dengar oleh semua orang yang ada di sana.


Bluusshhh!!!.


Pipi Bella semerah cabai busuk sekarang.


"Loh kok malah wajahnya merah????". Dio malah menggoda Bella.


Bella diam dan tidak menjawab.


"Boleh minta nomor WA kamu nggak??". Dio menyodorkan ponselnya dan mendapatkan tanggapan baik dari Bella.


"Pepet terusss!!!". Rio meledek Dio.


"Kak Andika, kok tumben jam 7 lebih 12 menit bel belum berbunyi sih????". Rani bersuara sambil menengok jam di pergelangan tangannya.


"Jam kosong sampai istirahat pertama!!!". Jawab Andi sambil membenamkan wajah di leher kekasihnya.


"Yang kasih tahu kamu siapa, Sayang???". Tanya Vio lirih tepat di telinga Andika.


"Ayah". Jawab Andi singkat.


"Anjir!!!. Jiwa jomblo ku meronta ronta!!!!!". Rio mengoceh saat melihat ulah Andi yang tidak tahu malu mengendus leher Vio.


"Aku pergi!!!". Yoga yang sedari tadi diam sambil mengotak atik ponselnya, kini pamit undur diri.


"Mau mojok itu pasti!!!". Dio berteriak, namun Yoga hanya menanggapi dengan menghentakan bahunya kemudian mengacungkan jari tengahnya ke arah mereka. Kemudian pergi.


"Felicia, bagi nomor WA dong!!". Rio mendekati Feli kemudian menyodorkan ponselnya.


"Buat apa???". Jawab Feli.


"Tambah tambah kontak, biar kalau aku posting story WA yang lihat juga tambah satu!!!". Jawab Rio kemudian.


"Oke!!. Sini!!!". Feli mengambil ponsel Rio lalu menuliskan nomor WA nya.


"Nih!!!". Feli mengembalikan ponsel itu kepada yang punya.

__ADS_1


"Makasih, Cantik!!!". Rio mengedipkan sebelah matanya.


__ADS_2