Viola

Viola
18


__ADS_3

Keesokan harinya, karena hari ini adalah hari libur. Luka Vio sudah kering walau belum sempurna. Seperti biasa, di hari libur Vio membantu Ana dan Mbok Minah untuk mengurus dapur.


Jangan salah, walaupun Ana sudah menjadi nyonya di keluarga itu, Ia masih mengurus rumah walaupun hanya mengerjakan pekerjaan yang ringan. Seperti memasak bersama Mbok Minah, menyapu, menyiram tanaman di taman belakang dan apapun yang sekiranya tidak membutuhkan tenaga yang berat.


"Selamat pagi Ibu, Mbok Minah!!". Vio menyapa dua orang dewasa yang sedang mempersiapkan bahan makanan di dapur.


" Selamat pagi, Sayang!!".


"Selamat pagi, Non!!!". Jawab kedua orang itu bebarengan.


" Masak apa pagi ini, Bu???". Vio mengambil pisau dan kemudian ikut memotong beberapa sayuran di atas meja dapur.


"capcay sayur dan ayam goreng sayang". Ana menjawab sambil terus memotong sayurannya.


" Mmmm Ibu, nanti Rani mau kesini. Boleh nggak????".


"Tentu boleh sayang, kapan memang????".


" Nanti jam sembilanan mungkin!!."


"Yaudah, nanti Ibu beliin beberapa makanan ringan sehabis sarapan!!".


" Iya, Bu!!!!".


"Kaki kamu masih sakit nggak, Sayang???".


" Udah kering kok, Bu!!!!. Tadi sehabis mandi aku semprot obat yang dari Rumah Sakit kemarin. Nyerinya juga udah hilang!!".


"Syukur deh kalau gitu!!".


" Heeee eeemm...".


....


....


"Sudah, tinggal nunggu mateng. Biar Mbok Minah yang nyelesaiiin". Ana melepas celemeknya.


" Iya, Bu!!!". Vio langsung menuju kamarnya.


"Mbok Minah, saya tinggal ya!!!". Ana menghampiri Mbok Minah yang sedang menyeduh teh.


" Iya, Neng!!!". Sahut Mbok Minah.


Mbok Minah memang sudah Ana anggap seperti keluarganya sendiri, Sebab Mbok Minah yang selalu membantu Ana sejak Vio masih bayi. Itu sebabnya Ia tidak ingin Mbok Minah yang merupakan sosok Ibu keduanya itu memanggil dirinya dengan sebutan 'Nyonya'.


_______________


Sekarang waktu sudah menunjukan pukul 7 pagi, dan sarapan sudah tersaji di atas piring saji yang tertata di meja makan.


Ana memanggil kedua putrinya untuk bersama sama melakukan sarapan pagi.


Awan memakai setelan kemeja kerja sudah duduk manis dengan Ana di sampingnya mengambilkan lauk dan sayur untuk nya.


"Anak anak kemana, An???. Bukannya hari ini mereka libur???". Awan bertanya kepada Ana.


" Viola tadi ikut bantu bantu di dapur, sedangkan Shasha sepertinya dia belum bangun!!".


"Dasar anak itu!!!!!!". Awan menggelengkan kepalanya.


" Yaaa mau ngapain juga, hari liburr kan???".


" Iya, tapi kan dia anak gadis, An. Harusnya bangun pagi terus bantu bantu kamu, kaya si Vio!!!".


"Jangan banding bandingin anak kita. Ingat, anak kembar yang berada di rahim ibunya di waktu yang bersamaan saja memiliki sifat yang berbeda!!!".


" Iya, tapi kan???".


"Sudah. Ini makan dulu, Mas. Aku mau panggil mereka berdua dulu!!!!". Ana kemudian ke atas untuk memanggil kedua putrinya.


_________________


tok tok tok...


" Sha...!!!".


"Shasha????".....

__ADS_1


tok tok tok


" Shaaaaaa????".


Ana mengetuk pintu kamar Shasha, namun tidak ada jawaban.


"Dasar ini anak, jam segini kok belum bangun!!!". Ana menggelengkan kepalanya.


Setelah tidak ada jawaban sama sekali, Ana menuju kamar yang berada tepat di samping kamar Ana.


Baru saja ingin mengetuk pintu iyang tertutup itu, tiba tiba....


Ceklek


" Lohh.. Ibu????". Vio ada tepat di hadapan Ana.


"Baru saja mau Ibu panggil!!!".


" Hehehe!!!".


"Yasudah, ayo turun. Sudah di tunggu Ayah untuk sarapan!!!".


" Iya, Sebentar aku tutup dulu pintunya!!".


Ceklekkk.


Setelah menutup pintu, mereka pun menuju ke ruang makan. .


"Selamat pagi, Putri bungsu Ayah!!!". Awan menyapa Vio yang baru menuruni anak tangga.


" Pagi, Ayah!!!". Vio langsung duduk di tempat dudukny.


"Shasha mana, An???". Awan tidak melihat tanda tanda kehebohan Shasha.


" Belum bangun mungkin, Mas!!!". Ana mengambil sarapan untuk nya.


"Ya sudah, Ayo makan. Shasha biar nanti nyusul!!".


" Baik, Vio pimpin doa makan!!!". Ana bersuara.


"Baik Ibu!!!". Vio memposisikan diri.


................


................


................ Amin".


...


...


"Selamat pagi semua!!!". Shasha berteriak sambil menuruni anak tangga dengan penampilan khas bangun tidur!!!".


" Pagi Sayang!!".


"Pagi Kakak!!!".


Jawab mereka yang berada di tempatu itu bersamaan.


" Bu, ambilin sarapannya!!!! Pakai lauk ayam goreng saja nggak mau sayurnya". Shasha mendudukan diri di kursi yang terletak di sebelah Vio.


"Shaaaaaaaa.... jangan manja terussss!!!". Awan risih dengan kelakuan Shaaha.


" Sudah, Mas. Nggak papa!!!". Ana bangkit dari tempat duduknya lalu mengambil piring Shasha kemudian mengisinya dengan nasi dan ayam goreng sebagai lauknya.


"Suapinnnnn!!!!". Perintah Shasha ketika piringnya sudah Ana taruh di hadapannya.


" Shaaaaaaaaaa!!!". Awan geram dengan tingkah Shasha yang selalu seperti itu setiap hari.


"Huhhh". Shasha mengerucutkan bibirnya.


"Makan sendiri atau nggak Ayah transfer uang saku kamu???". Awan tegas.


" Iya iya. Nih aku makan sendiri!!!!". Shasha langsung menyendokkan makanannya lalu memasukan ke mulut nya.


Sedangkan Ana kembali ke tempat duduknya untuk melanjutkan sarapannya yang sempat tertunda.

__ADS_1


Belum sempat Shasha mengunyah...


"Makan yang benar. Berdoa dulu!!!". Awan memprotes tindakan Shasha yang seperti anak kecil.


Dengan posisi mulut penuh, Shasha berdoa dalam diam.


" Bagus!!!. Selamat makan!!!". Awan tersenyum senang. Sedangkan Shasha makan dengan bibir yang mengerucut.


Beberapa menit kemudian, semua orang sudah selesai dengan sarapannya. Awan berdiri dari duduknya dan bergegas berangkat bekerja.


"Ayahh... tunggu!!!". Shasha membuat langkah Awan terhenti dan menengok ke arahnya.


" Iya, Sayang????".


Shasha menghampiri Awan.


"Minta transfer uang dong yah.. Tiga juta saja. Teman temanku mau ngajak aku jalan jalan!!!".


" Uang sakumu kemarin apa sudah habis??????". Awan bertanya pura pura tidak mengetahui saldo rekening Shasha.


"Ada sih, tapi tinggal seratus ribu, Yah!!!. Shasha berkata jujur.


" Pemborosan kamu. Baru tiga hari yang lalu Ayah transfer kamu lima juta. Dan sekarang hanya tinggal seratus ribu???". Awan geram.


"Ayolah, Yah.. Tiga juta, please!!!". Shasha memohon.


" Nggak ada!!!". Awan melanjutkan langkahnya.


"Please, Ayah!!!". Shasha memasang wajah memelasnya.


" Huhhhh. Ya sudah, Ayah transfer kamu dua juta!!". Awan menghela nafas kasar.


"Iya Ayah, dua juta juga nggak papa!!!". Shasha tersenyum girang.


" Tapi..... jangan minta uang lagi, sebelum hari Senin. Atau Ayah akan jual mobil mu!!!". Awan mengancam Shasha.


"Yaahhh... kok gitu????". Shasha kecewa.


" Nggak ada tapi tapian!!!". Awan pergi meninggalkan Shasha yang sedang mengerucutkan bibirnya.


_______________


Jam sembilan tepat. Rani bersiap siap untuk pergi ke rumah Awan. Untuk menjenguk Vio sekalian main.


"Ma, aku ke Rumah Viola dulu ya!!!". Rani berpamitan dengan Ibunya.


" Iyaaa, hati hati sayang!!!".


"Aku mau sekalian ajak Vio hangout sama Feli dan Bella, Ma!!!!".


"Lahhh bukannya kata kamu kemarin Viola kemarin habis kecelakaan, sayang????".


" Iya nanti lihat dulu kondisinya. Kalau udah sehat hanya tinggal luka kan nggak papa bisa hangout!!".


"Iya udah. Pulangnya jangan malem malem. Nanti Papamu marah!!!". Tia mengingatkan.


" Iya, Mama!!!. Aku berangkat dulu!!!".


"Iya, hati hati di jalan!!!".


Rani bergegas menuju mobilnya yang sudah terpakir di depan.


_________________


Sesampainnya di kediaman Awan, Rani menyapa Pak Satpam yang sedang berjaga di Pos penjaga.


" Selamat pagi Pak!!!".


"Pagi, Non!!. Temennya Non Shasha apa Non Vio???".


" Vio, Pak. Saya yang kemarin nganter tas sama ponselnya kemarin!!!". Rani menjelaskan.


"Oalaahh iya iya... Sebentar saya bukain gerbangnya!!!". Pak Satpam bergegas membuka pintu gerbang.


" Oke terimakasih, Pak!!!!". Rani melajukan mobilnya memasuki pekarangan rumah itu.


___________________

__ADS_1


...****************...


__ADS_2