
Disaat tangan Viola hendak menyambar handle pintu, Sebuah tangan dari belakangnya menahan pintu itu agar tidak terbuka.
"Kak???". Vio masih berusaha tenang.
Andi hanya diam saja dengan posisi yang sama.
" Biarkan aku pergi, bukankah kakak tadi menginginkan aku untuk pergi???". Jawab Vio dengan berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh dan masih membelakangi Andi dengan menghadap ke arah pintu.
Andi masih terdiam.
"Aku mohon, biarkan aku pergi!!". Vio menarik napas kemudian menghembuskannya.
Andi masih diam.
" Kak, aku minta maaf dan biarkan aku pergi!!!!. Bukankah kakak ingin aku pergi, maka jangan menghalangi jalanku!!!".
" Kembalilah padaku, Aku sangat mencintaimu!!!". Suara Andi lirih tepat di telinga Vio dan masih dengan posisi yang sama.
Deggghhh... Viola seketika membeku.
"Viola, Aku sangat mencintaimu!!!". Andi sedikit menaikan volume suaranya.
"Kak Andi???". Vio sedikit ragu.
" Iya. Sayangku???". Andi memeluk Vio dari belakang.
Seketika air mata yang sedari tadi mati matian Vio berusaha tahan, kini tanpa permisi jatuh begitu saja.
"Apakah kamu benar benar Kak Andi???". Vio membalikkan badannya.
" Iya. Ini aku!!. Maukah kamu kembali padaku???". Andi mendekatkan wajahnya pada Vio.
Vio hanya menganggukan kepalanya, lalu memeluk laki laki jangkung di hadapannya itu.
" Kak, Maaf atas kesalahanku hari itu. Aku menyesal!!!. Aku takut bahkan sangat takut bila jauh darimu!!!.". Vio meluapkan seluruh emosi dalam hatinya di pelukan Andi.
"Aku juga minta maaf, bila sudah membuatmu takut. Sungguh, aku tidak bermaksud menyakitimu. Aku hanya tidak bisa mengontrol sisi lain dari diriku!!".
"Kakak, aku menyesal telah memutuskan hubungan denganmu. Aku sungguh menyesal. Maafkan aku!!!".
"Ssstttt... Jangan panggil aku dengan sebutan kakak!!!". Andi melepaskan pelukannya lalu menyentuh bibir Vio menggunakan jari telunjuknya.
" Jangan menangis lagi, sebab aku di sini. Aku bersamamu!!!". Andi menghapus air mata Vio menggunakan kedua ibu jarinya.
" Hmmm eee maksud aku sayang!!!". Vio masih saja gugup.
"Maafkan aku bila Floren menyakitimu, Sayang!!!".
" Tidak. Floren adalah Kak Andi dan Kak Andi adalah Floren, tidak mungkin menyakitiku!!!". Vio menatap mata dari kekasihnya itu.
"Terimakasih, sayangku!!!". Andi memeluk Vio dengan penuh kasih sayang, melepaskan sebuah kerinduan yang Ia pendam selama ini.
" Tetap cintai aku saat sisi lain dari dalam diriku menguasai aku, sayang!!!!!". Lanjut Andi.
__ADS_1
"Tentu sayang, aku akan mencintai seluruh yang ada pada dirimu. Aku akan mencintai seorang Florentinus Andika dengan utuh!!!".
" Terimakasih sayang!!!". Andi kembali memeluk Vio dengan penuh kasih sayang.
Vio hanya tersenyum, sambil menghirup aroma Citrus yang sangat Ia rindukan.
"Maaf, karena sikapku belakangan ini sangat menyiksamu!!!".
" Aku mengerti bahwa kamu kecewa, sayang!!!!. Aku hanya menyesali aku yang mengambil keputusan tanpa pikir panjang hingga aku harus kehilangan beasiswaku karena nilaiku jatuh!!!".
"Benar aku memang benar kecewa, namun sadarkah kamu bila aku selalu memperhatikanmu???".
" Aku hanya merasakan hawa dingin saat kamu menatapku!!".
"Maaf, maafkan aku. Bukan maksudku seperti itu. Sungguh, aku hanya mengumpulkan semua bukti yang aku butuhkan sambil mengontrol Floren agar tidak menguasai diriku". Andi menjelaskan.
" Iya, sayangku!!!". Vio menjawab singkat.
" Apakah kamu merindukan aku, sayang???". Andi mengecup puncak kepala Vio berulang kali.
"Iya, bahkan sangat. Aku sangat merindukanmu!!!".
" Sayang, bolehkah aku menciummu???". Andi menguraikan pelukannya lalu menyentuh bibir Vio yang terlihat manis dan menggiurkan itu.
Vio dengan malu malu, hanya menganggukan kelalanya.
Setelah mendapatkan lampu hijau, Andi langsung menyambar bibir Vio. Menyesap dan sesekali menggigit, ciuman itu semakin lama semakin dalam. Semakin dalam hingga lidah mereka bertemu dan bertukar saliva. Dengan memejamkan mata, mereka saling menikmati rasa yang tidak mungkin bisa mereka jelaskan menggunakan kata kata.
" Tidak perlu ganti seragam, dengan ini kamu terlihat lebih sopan!!!". Andi menyentuh Hoodie yang di pakai Vio.
"Tapi aku harus mengembalikannya pada Kak Rey!!!".
" Mengapa kamu ingin mengembalikannya pada Rey???".
"Iya memang ini milik Kak Rey, Sayang!!!".
" Siapa bilang???". Andi tersenyum jahil.
"Iya ini tadi Kak Rey yang meminjamkannya padaku!!!".
" Hoodie ini milikku, sayang!!!". Andi berkata dengan lembut.
"Hah?? Apa???". Vio tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
" Aku yang menyuruh Rey untuk pergi mengambilkannya untukmu, sebab baju seragam yang kamu kenakan sangat mengundang kaum serigala bermata keranjang menikmati lekuk tubuhmu!!!". Andi menjelaskan.
"Haahhh???". Vio terkejut mendengarnya.
" Jangan kamu pakai lagi baju seragam yang tadi. Atau tidak perlu kamu berpakaian sama sekali dan Aku akan mengurungmu di apartemenku". Andi mengeluarkan seringaian nya sambil menyentuh dagu Vio.
"Sembarangan kamu!!!. Jangan berpikiran kotor. Itu namanya berzina di dalam pikiran!!!". Vio memukul lengan Andi perlahan.
" Hahahahahaha aku adalah laki laki normal. Bahkan aku bisa menjamin seratus persen, bahwa setiap laki laki yang memandangmu memakai seragam yang pas seperti itu pasti akan berpikiran jorok atau lebih jorok dari aku!!!".
__ADS_1
"Iya iya, aku akan menuruti kata katamu, sayang!!!".
" Bagus!!!".
"Beneran ini milikmu???". Vio menunjuk ke arah hoodie yang Ia kenakan.
"Apakah hidung kamu tidak bisa mencium aroma Citrus kesukaanmu pada hoodie ini????".
" Aku tidak berminat menciumnya, karena aku mengira bahwa ini milik Kak Rey!!".
" Sekarang kamu cium, apakah benar milikku atau tidak????".
"Nggak bisa, sayang. Aku hanya pakai atasan underware!!!". Vio berkata dengan lirih.
" Hahahaaahahhaha, jadi yang menyentuh dadaku tadi???". Otak Andi mulai jalan jalan kemana mana.
"Hussss!!!". Vio memukul pelan lengan Andi.
" Oke oke, sebentar. Aku akan ke Koperasi untuk mengambil baju seragam untuk mu!!!".
"Iya, sayang!!". Andi berlalu meninggalkan Vio sendirian di ruangan itu.
________________________
Selama tiga jam pelajaran utuh, Vio tidak mengikuti pelajaran di kelas. Ia kembali ke kelasnya setelah istirahat kedua dengan diantar oleh Andi yang baru kembali menjadi kekasihnya sekitar 40 menit yang lalu.
"Wuisssst... Ada yang balikan ni???". Perkataan Feli sukses membuat Vio tersipu malu.
" Apaan sih, Fel???". Vio terlihat salah tingkah dengan semburat merah di pipinya.
"Bukan apa apa, Violaaa!!". Ucap Feli sambil tersenyum.
" Eh Vio!!". Beberapa siswi yang satu kelas dengannya menghampiri Vio.
"Iya???". Vio tersenyum ke arah mereka.
" Jadi kemarin itu, kamu cuma pura pura jelek???". Ucap salah satu siswi itu.
"Hehhehhehehehe!!". Viola hanya nyengir kuda.
" Wuiihh, kamu pacarnya Kak Andi???". Tanya siswi yang lain yang melihat Vio di antar oleh Andi.
"Iya!!". Jawab Vio singkat.
" Gila.. ternyata kamu cantik banget Vi. Jadi iri aku!!!". Ucap siswi yang lain.
"Iya, bener ihhh!!!". Sahut yang lain lagi.
" Kami minta maaf ya, kemarin kemarin kita kita mengejek penampilan kamu!!!". Seru salah satu dari mereka.
"Santai aja!!!". Jawab Vio singkat.
___________________
__ADS_1