
hari-hari Tiya sekarang tidak lagi sendiri, entah bagaimana caranya Rendra bisa membuat hati Tiya kembali tenang bahkan mereka semakin akrab dan kompak saja.
aura masih bersikap biasa saja, dia tidak mau berlebihan seperti yang Sudah dan pada akhirnya akan kecewa.
tapi kali ini benar-benar Rendra menepati janji nya, dia mendekati aura dan dia juga tidak memaksakan kehendak nya sekarang lebih mengikuti alur nya saja.
"apa kamu gak ada kerjaan mas, tiap hari selalu mampir ke toko ku dan menjemput aura pulang sekolah. aku takut mengganggu kerjaan mu."tutur tiya yang menyiapkan makan siang untuk mereka berdua.
sudah jadi rutinitas Tiya setiap siang menyiapkan makan siang untuk Rendra, dan sudah satu tahun ini mereka saling mendekat diri dan memantapkan hati mereka karena ada satu yang harus mereka taklukan lagi yaitu orang tua mereka.
"tidak ada yang terganggu bahkan aku senang bisa melakukan ini semua, sudah satu tahun ini aku tidak kesepian sejak kalian hadir lagi di hidup ku. aku berharap suatu saat nanti kita bisa tinggal bersama,"ungkap Rendra
"itu jauh dari kata iya mas, kamu tahu kan ibu ku sangat menentang hubungan ini karena satu kesalahan bunda mu yang sangat membekas di hati keluarga ibu ku" terang Tiya dengan wajah yang tenang.
Rendra sekarang melihat Tiya benar-benar keibuan sekali dalam menyikapi hal pun sekarang lebih tenang dan dewasa, tutur bahasa nya yang sangat sopan dan orang yang melihatnya pun akan berucap Tiya wanita yang sangat berpendidikan.
walau sederhana tapi terkesan elegan dan Rendra semakin jatuh hati semua yang ada di diri Tiya tidak ada celah negatif nya sama sekali.
Minggu ini Yuri akan membawa anaknya untuk berlibur dirumah Tiya, sedangkan anak Kikan sudah satu sekolah dengan aura bahkan anak Kikan lebih banyak dirumah Tiya.
janji keluarga Kiki di tepati, setiap bulan mama nya selalu menjenguknya Tiya dan aura.
bahkan Tiya lebih banyak curhat ke mama nya Kiki di banding dengan ibu nya.
"mam kapan Tante Yuri datang? apa Tante Yuri janji akan mengajak putri juga? tanya aura yang sedang menghabiskan makan siang.
"Jumat ini sayang, iya dengan Tante sella dan putri akan segera mempunyai adik loh."sahut Tiya
"wah pasti om Reza akan meledek ku tuh,"ungkap aura
"hahhaaha gak akan sayang, kalau dia meledek mu tinggal lapor saja ke kakaknya,"tunjuk Tiya ke arah Rendra yang langsung membalas dengan anggukan kepala saja.
selesai menghabiskan makanan nya ternyata aura sudah dijemput oleh Kikan untuk bermalam di rumah nya, karena anaknya tidak mau belajar sendirian.
__ADS_1
"aku pinjam aura dulu ya,bingung aku sama Sena tidak mau dia belajar tanpa aura."kesal kikan
"gak apa-apa kak, yang penting aura tidak merepotkan kakak nantinya."ucap Tiya.
"gak akan aura merepotkan dan kalau bisa di tukar sudah aku tukar dia dengan Anak mu.."canda Kikan yang membuat semua tertawa.
"dan kamu Rendra jangan tertawa saja, cepat Lamar adik ku yang satu ini. apa nanti akan aku jodohkan saja dengan adik iparku yang sudah lama naksir sama Tiya."ungkap Kikan yang berdiri berpamitan untuk membawa aura bermalam dirumah nya.
"segera kak itu pun kalau di terima,"teriak Rendra yang mendapat lemparan topi oleh aura
"Om berisik sekali teriak di telinga ku."kesal aura
"maaf sayang, maaf ya."ucap Rendra
aura hanya tersenyum saja dan mencium tangan Rendra dengan takzim, Rendra mengusap kepala aura dengan sayang.
"hati-hati ingat pesan mama mu, jangan nakal ya."pesan Rendra
"siap bos, jangan lupa."aura mengedipkan mata nya
Tiya menatap tajam kedua orang tersebut sedangkan Kikan sudah tertawa terbahak-bahak melihat nya.
ada saja kelakuan mereka berdua yang kadang membuat Tiya harus sabar menghadapi nya.
hari Jumat pun tiba, aura bahkan tidak mau berangkat kesekolah, dengan tipu daya dan bujukan maut Rendra akhirnya mau juga sekolah.
Tiya ada rasa ragu untuk menceritakan kedekatan nya lagi dengan Rendra, apa sahabatnya akan mendukung nya atau akan menghindari setelah tahu Tiya dekat kembali dengan Rendra.
Reza sendiri pun tidak tahu kalau kakak nya ada di kota ini, orang tua nya bahkan kehilangan kontak sama sekali.
Rendra seperti di telan bumi bahkan semua usaha keluarga di tinggalkan nya demi mencari ketenangan hidup.
"apa kau siap bertemu dengan adik mu,atau kamu akan menghindari nya terus. bahkan dia akan memiliki anak apa kamu tidak mau memberikan ucapan selamat,"tanya Tiya dan Rendra hanya tersenyum saja.
__ADS_1
"jam berapa mereka datang? tanya Rendra
"mungkin sebentar lagi tadi info sella sudah hampir sampai."jawab Tiya yang mulai menyiapkan cemilan dan makan siang untuk sahabatnya.
rasa rindu Tiya ke sahabatnya sangat besar sekali sudah satu tahun mereka tidak bertemu bahkan Tiya sudah tidak pernah datang ke cafe lagi sejak dia dekat dengan Rendra.
waktu nya sudah habis dengan Rendra dan aura saja selain toko kue nya.
"assalamualaikum, Tante Tiya mana ya? seru Yuri yang menirukan suara anak kecil
"waalaikum salam, hallo keponakan Tante udah bisa apa nih,"sapa tiya ke anak nya Yuri
"hai bunda apa kabar, ayah Bambang. aku kangen banget."Tiya mencium tangan kedua orang tua Yuri dan memeluknya juga
"eheem Lo gak kangen sama gue nih? cebik sella
"bumil, ya ampun .."Tiya langsung berlari berhamburan memeluk sella yang sedang hamil besar.
"gak apa-apa kan Lo di jalan, besar banget perut Lo sell? ucap Tiya
"gak apa-apa sih cuma kita tadi lebih banyak istirahat nya di jalan."timpal Yuri
lalu mereka beristirahat di halaman belakang rumah yang sangat sejuk, tidak lama masuk sakti dan Reza membawa kan barang-barangnya istrinya.
"mama tiya, dimana aura? tanya putri
"sebentar lagi aura akan pulang,nak. kamu istirahat dulu atau mau mama buatkan susu? tawar Tiya
"nanti saja, aku tunggu aura pulang saja."sahut putri
"ya sudah, sana masuk kekamar aura saja."perintah Tiya lalu putri pun masuk kedalam kamar aura.
"Reza bisa gue bicara sebentar, dan sella boleh pinjam Reza. gue akan bicara di ruang kerja gue kok, atau Lo mau ikut juga gak apa-apa."pinta tiya.
__ADS_1
sudah saat nya menurut Tiya mempertemukan mereka dan sudah tidak ada lagi yang bisa di sembunyikan cepat atau lambat semua akan tahu karena ini yang terbaik.