Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 83


__ADS_3

Setelah pembukaan cafe selesai, besok nya mereka pagi berkumpul di cafe tersebut kecuali sakti karena dia harus bekerja.mereka membagi tugas dan untuk karyawan ternyata sudah siap semua,


Terlihat tiya sedang dibantu salah satu karyawan sedang mendisplay cake yang di buat dirumah produksi nya, sedangkan sella dan yuri sibuk mengecek menu berat dan minuman berupa kopi serta teh ramuan.


Reza sedang menginterview untuk waiters lagi karena seperti nya kurang. Hari pertama cafe dibuka sudah banyak yang booking untuk meeting kantor, bahkan 2 ruangan tidak cukup. Terpaksa yang lain menunggu di 3 jam berikutnya.


Semakin siang ramai para pekerja kantoran beristirahat, table-table sudah nampak penuh. Bahkan ada yang kecewa sudah tidak kebagian table, sella nampak panik untuk menyajikan minuman tradisional yang dia racik sendiri saking banyaknya permintaan.


"sini, aku bantu..kamu tempelkan resepnya di depan ku.."tunjuk reza ke depan mading yang ada di meja pembuatan minum. "ini mudah hanya saja dari tadi gak berhenti permintaan nya, karna sangat pas di sajikan dengan teman cake yang dibuat tiya dan kiki.."ujar sella


"mereka sangat cocok dan sangat serasi,bahkan sangat kompak.."ujar reza "aku gak tahu ada masalah apa antara bunda dan ibu nya tiya, kemarin aku hanya mendengarkan sedikit saja.."terang reza sella memicingkan mata nya ke arah reza,"ternyata selain kepo kamu juga tukang nguping para ibu-ibu ya?"ajak sella mereka pun tertawa terbahak-bahak berdua.


"nanti malam sakti akan melamar yuri, apa kau tahu itu.."ujar sella "tentuu, apa kau mau aku lamar juga.."ucapan reza seolah meledek sella. "hahahahaha, cukup lucu perkataan mu. Sayang nya aku gak tertarik dengan lelucon mu.."seru sella "mungkin menurut mu lelucon, tapi itu sangat serius menurut ku.."ujar reza.


Akhirnya bisa selesai juga sella dan reza meracik minuman, bahkan sella sudah menyetok nya di kulkas biar tidak keteteran seperti tadi.

__ADS_1


"sakti memesan menu berat yang cukup banyak, untuk cake gue ambil dari kiki saja setengahnya. Karena stok dirumah juga gak cukup,sudah habis dengan orderan.."terang tiya "dekorasi sudah oke, nanti jam 5 sudah siap semua. Ayah bambang tuh minta nya dadakan sekali,bikin panik aja.."cebik sella


"yang penting teman kita sold out sayangku.."ujar tiya yang mencubit gemas pipi sella "Lo sendiri sudah baikan kan hati Lo?atau masih belum move on.."ledek sella


"Lo tahu gak sell,kiki itu cinta pertama gue yang belum pernah kejadian. Gue dulu sangat kagum bahkan cemburu kalau dia dekat dengan wanita lain. Hahaha gue simpan rasa itu sendiri,mencintai dalam diam.. Sampai hadir sosok yang membuatku terluka paling dalam dengan pernikahan lalu luka itu sudah kering, kembali luka yang sama menganga lagi. Entahlah apa rasa ini untuk kiki masih besar tapi belum tentu juga dia suka sama gue,,hahahah.."ungkap tiya


Sella dengan sengaja memancing tiya agar semua tahu ternyata dugaan semua benar, ada cinta tiya untuk kiki. Tanpa mereka sadari juga kalau kiki ada di samping reza yang terhalang pintu.


"selamat bro,perjuangkan dan jangan kecewakan,,"reza menepuk bahu kiki "terima kasih.."ucap kiki. Dia sangat tak menyangka kalau tiya dulu juga menyukainya, ternyata cinta nya bukan bertepuk sebelah tangan saja. Cuma kurang peka saja dan tidak menyadari saja.


"hai, baru datang? Mau aku buatkan kopi atau teh?"tawar tiya yang menyapa kiki, terlihat kiki yang sedang berbicara dengan yuri sangat serius. "kopi susu bolehlah,tapi buatan bu'tiya.."canda kiki "oke,tunggu ya.."seru tiya yang langsung berjalan kearah meja bar dan benar tiya tidak mau dibantu oleh salah satu karyawan yang baru masuk shift 2.


"ayolah,gak usah lama-lama..nanti keburu kabur lagi,"seru reza "apa mau gue pesenin bunga sama cincin nya, sekali angkat telpon langsung di antar nih,"ledek yuri "aku tunggu hatinya kembali pada ku dulu, baru aku akan membawanya ke penghulu. Gak usah lamaran lagi.."ujar kiki yang membuat reza dapat ide bagus untuk membawa sella ke KUA saja, gak usah tunangan lagi.


Tiba-tiba yuri menoyor kepala reza,karna yuri tahu apa yang ada dipikiran teman nya ini. "gila ini isi kepala bisa buyar semua,,kembali nyontek lagi nih gue.." gerutu reza. "otak Lo aja ada di kang nasi padang,ngapain pake buyar segala. Sini gue bisikin, ajak tuh belahan jiwa Lo ke tengah laut lalu Lo ajak nikah. Sudah pasti gak nolak,"ide yuri yang membuat reza tersenyum jahat .

__ADS_1


"kalau senyum begitu salah, kurang seru. Senyum smirk atau senyum miring baru keren."ujar yuri "gak waras gue deket Lo cumi,"kesal reza sella menatap tajam kedua orang tersebut,dia yakin reza sama yuri sedang membuat ide gila. Seperti yang sudah-sudah, bahkan tiya sampai memicingkan matanya saking penasaran dengan dua orang tersebut.


"permisi,maaf bu tiya ada yang mencari. Orang nya menunggu di table 4 bu.."ujar salah satu waiters. "iya, terimakasih. Saya akan menemuinya,"sahut tiya yang langsung berdiri dari tempat duduknya. "ki, tunggu ya. Aku ke depan sebentar,"pamit tiya yang langsung bergegas tanpa menunggu jawaban dari kiki


Tiya terus melangkahkan kaki nya menuju table 4,seorang sedang duduk membelakanginya. Sepertinya tiya pernah bertemu tapi agak lupa dimana "selamat siang nona, maaf mau bertemu dengan saya,"sapa tiya dengan sopan


"duduklah, nona tiya,"perintah deby. Tiya baru sadar kalau didepan nya adalah pacarnya rendra,tapi untuk apa menemuinya.


"baik,tapi saya tidak bisa lama,nona..karna masih banyak kerjaan ku,"ucap tiya "tidak akan lama, jauhkan diri mu dari tunanganku. Kami akan menikah dan jangan pernah kamu berharap bisa merebutnya dariku,"ancam deby


"maksud nona apa? Saya tidak paham,karna saya tidak kenal dengan tunangan anda dengan baik. Hubungan saya hanya bos dan karyawan saja itu sebelum saya resign."terang tiya


Deby dengan senyum mengejeknya."apa aku gak salah dengar,bukan nya kamu berharap bisa dinikahi ole tunangan ku,"sarkas deby


"anda salah ****** kampung,justru si bodoh rendra yang mengejar teman terbaik ku, jadi jika kau dan tunangan mu berani menyentuh seujung kuku saja. Kau ****** berhadapan dengan ku."teriak reza yang menggebrak meja sehingga membuat tiya terlonjak kaget, bahkan deby jadi bahan tontonan orang di cafe.

__ADS_1


"pergi atau mau gue bikin malu lagi, perlu gue bongkar kedok Lo?yang sering gonta ganti om-om untuk menang tender perusahaan Lo?"ancam reza


Yang membuat deby ketakutan dan langsung pergi sedikit berlari karna jadi bahan hinaan orang-orang pengunjung cafe. Malu itu yang dia rasakan,niat ingin mengancam tiya malah dia yang terancam.karena reza sudah tahu tentang dirinya.


__ADS_2