
Hari-hari terus berlalu tak terasa sudah 3 bulan berlalu tiya masih terus berusaha melupakan sakit hati dan mencoba menyembuhkan luka hati nya. Sering berjalan nya waktu semua pasti akan baik-baik saja
Liburan seperti nya perlu sambil bekerja tiya sedang memikirkan untuk berlibur berdua dengan buah hati nya.
Mungkin bukan ide yang buruk kalau mencoba liburan berdua atau bertiga dengan yuri.
"yur.. Sst sst yur.. Ck ck sibuk banget sih? Panggil tiya sambil memberikan kode pada teman nya.
yuri hanya melihat muka tiya dan kembali lagi fokus dengan layar minitor laptop nya
"eleeeh di cuekin gue nya.. Yuri?
"apaan sih Lo yar yur yar yur aja!" jawab yuri
Kita liburan yuu.. ajak aura yur? Gue yang bayar deh
Lo tinggal bawa baju aja" ujar tiya
"entar dah kita omongin lagi pas makan siang,, gue lagi ngerjain laporan nih harus selesai jam 12.. Kalo gak selesai yang ada gue bisa-bisa di sembur sama bos" ucap yuri
"oke.. Oke.. Sip! Ucap tiya
__ADS_1
Akhir nya tiya pun melanjutkan kerjaan nya tanpa terasa sudah waktu nya jam makan siang.
Kalian mau makan dimana? Tanya sella
Kita makan di kantin aja yuk.. Udah lama kita gak makan di kantin? Ajak tiya
Akhir nya mereka bertiga melangkah menuju kantin kantor
Tiya,yuri dan sella memesan makanan yang sama.
"Lo mau ajak gue liburan kemana sih? Tanya yuri
Sella pun menyela pertanyaan yuri.."kalian mau liburan? Kemana? Ikutan dong.. Tapi gue boleh kan ajak anak gue si putri?
"kira-kira enak nya kemana ya? Kalian ada ide gak selain pantai"ucap tiya
Kalau kita ke bandung gimana? Disana kan banyak tuh tempat liburan, tinggal pilih aja mau modelan kemping atau vila juga ada!" biar anak-anak terbiasa dengan alam juga"ide sella
"hmm boleh juga sih ide bagus"ujar tiya
"Ya udah kita abisin makan dulu sambil kita atur jadwal perjalanan dan nanti gue atur kita menginap dimana nya ucap yuri
__ADS_1
Mereka pun sibuk dengan makanan masing-masing dan mereka tidak sadar kalau bos mereka mendengar percakapan nya.
Tiya merasa kesendirian dia sekarang lebih berharga walaupun saudara-saudara nya terus membenci nya, bahkan teman-teman yang sering tiya bantu pun ada yang membenci nya. Sekarang tiya gak perduli bahkan membuat tiya makin percaya kalau teman yang setia gak akan memandang sesuatu dengan uang.
"nak nanti pas libur kita akan liburan ke bandung ya? Kamu nanti dengan putri anak nya tante sella, mau kan kita akan pergi dengan tante yuri juga!"
"oke mah aku akan packing keperluan yang mau di bawa"jawab aura
Ternyata anak nya lebih antusias untuk berlibur, tiya gak pernah berlibur selama dia menjadi istri andi.
kerja adalah rutinitas tiya karna untuk biaya hidup nya dan dia juga harus membiayain orang tua andi. Belum lagi kakaknya yang sering meminta uang dengan jumlah gak sedikit.
Sekarang uang tersebut bisa tiya tabung untuk biaya sekolah aura nanti karna selama berpisah pun andi tidak memberi nafkah untuk anak nya sendiri.
Tiya gak kaget lagi karna andi memang tidak pernah perduli soal keperluan pendidikan anaknya.
Selama tiya masih mampu bekerja, dia berjanji tidak akan meminta uang sepeserpun dengan andi.
Karna tiya pikir kalau sampai andi membiayai hidup aura itu akan jadi boomerang untuk tiya.
Tiya masih berharap kalau andi masih mau menemui aura walau hanya satu bulan sekali, seengga nya aura masih bisa merasakan perhatian dan kasih sayang dari seorang papa.
__ADS_1
Karna tiya lihat aura sudah mulai gak suka dengan sikap papa nya , bahkan aura sudah tidak pernah menanyakan papa nya lagi sejak kejadian di sekolah. Papa nya datang bukan untuk melihatnya tapi dia datang untuk tujuan lain.