
Selama perjalanan sakti terus saja mengirimkan pesan ke ponsel Yuri dan Tiya, kedua wanita ini hanya mengabaikan nya saja karena mereka asik berbincang-bincang di dalam mobil.
sampai pada akhirnya ada notifikasi group baru, Tiya melotot di dengan nama group satu cowo ganteng dan 3 angel
Tiya langsung menepuk jidat nya.
siapa lagi yang buat kalau bukan sakti, ternyata ada nama Yuri dan sella juga di grup chat tersebut.
"ya salam pak sakti saking ingin berteman sampai bikin grup chat, coba Lo Lia deh yur? info Tiya sambil membuka pesan dari sella, sedangkan pesan Rendra di abaikan.
"bisa gila.. maksud nya apa sih? kesel Yuri mata nya tetap menatap jalanan.
"gak apa lah kasian juga mungkin dia lagi butuh teman dan udah nyaman berteman dengan kita" tutur tiya.
"terserah Lo aja sih,, kalau gue tinggal ikutan aja"jawab Yuri
"sella lagi anter ade nya bos cari apartemen,"terang Tiya sambil membalas pesan dari sella
"siap-siap aja kuping kita panas denger curhatan sella nanti, lagi kesel sama Reza Ade nya bos" terang Tiya.
"semoga apa cumii ,, semoga jodoh hahahahaha" seru berdua
"aamiin.." ucap berdua berbarengan.
Tiya tersenyum bahagia melihat lampu jalanan seketika dia rindu ayah dan ibu nya, ingin pulang tapi dia sangat enggan ribut dengan Kaka nya Eva.
kehadiran Tiya tak pernah di anggap ada oleh kakaknya apa lagi kalau Tiya tidak mau membantu keuangan kakaknya.
ponsel Tiya berdering berkali-kali dilihat sella yang menelpon
me : yes, beb
sella : kalian dimana kata bunda kumpul dirumah Lo ya?
me : iya sayang, gimana ngdate nya, oke dong? oke lah?
sella : musibah iya
me : hahahahaha, ya udah gue tunggu di rumah ya, ajak putri
Tiya langsung menutup telpon nya, menatap Yuri mereka saling pandang dan tertawa terbahak-bahak.
"yang gue tau cewe yang datang kekantor waktu Lo liat lagi ciuman sama Rendra itu pacar nya Reza adik nya, nah itu cewe bego nya mau aja di jodohin sama kakak pacar nya.
tanpa rasa suka tapi bisa ya dia main cium aja" terang Yuri
__ADS_1
"biar ajalah itu kehidupan orang kaya jadi bebas mau ngapain juga" malas nya Tiya kalau membahas soal Rendra
Tiya benar-benar menutup hati untuk Rendra, di hina itu yang dia hindari.
aura alasan untuk Tiya menghindari orang yang gak suka sama dia, kasian mental nya takut suatu nanti aura jadi pendendam.
"Tiya besok kalau bunda pulang kampung, ikut ya? ajak Yuri
"aura gimana? dia belum ada liburan? terang Tiya
"besok Lo jadi melamar kerja di perusahaan yang tadi Lo info sama gue" tanya Yuri
"jadi kenapa? gue udah kirim CV via email tadi pas jam makan siang" ujar Tiya.
"mampir ke supermarket yang ujung jalan ya? sambil menunjuk jalanan Tiya memberitahukan kepada Yuri.
"beli buah ya sama cemilan dan daging atau ayam untuk kita masak, biar besok tinggal belanja sayuran nya di tukang sayur" tutur Yuri sambil memarkirkan mobil nya.
"gue mau nginep sampe berangkat ke Surabaya, jadi bisa anter sekolah aura " celoteh Yuri berjalan mendorong trolly.
Tiya sibuk mencari buah-buahan, gak lama ponsel nya kembali bunyi
Tiya mengangkat nya
me. : iya bunda assalamualaikum
me : super market Bun
bunda : ini ayah mau jemput aura dan putri, biar berangkat sekolah dari rumah ayah jadi kalian gak usah repot-repot.
sebelum Tiya menjawab telpon sudah di matikan, Tiya hanya menghela nafas panjang.
" Lo gak bisa anter aura Sama putri sekolah"ucap Tiya
"lah kenapa?? mereka suka kok sama Tante nya yang cantik nan jelita ini" bangga Yuri
"udah di jemput ayah sama bunda katanya berangkat sekola dari sana jadi ayah yang antar jemput" gerutu Tiya
"wah ayah paling hebat tau aja kalau kita mau santai" seru Yuri sambil mengambil daging
Tiya langsung menoyor kepala Yuri
pas di lorong Snack Tiya bertemu dengan Eli, Tiya menghindari tapi Eli sudah melihat nya
"kenapa takut ketemu sama gue? sombong nya Eli berucap
__ADS_1
"takut? sama Lo,, gak ada. yang ada gak level ketemu sama Lo" sarkas Tiya dan berlalu dari hadapan Eli
Eli merasa di rendahkan hendak mendorong Tiya tapi tangan nya sudah di tarik Yuri lalu Yuri hempaskan hingga Eli terdorong ke belakang hampir jatuh.
"sialan gak usah ikut campur" teriak Eli
Yuri langsung menunjuk muka Eli, "gue kasih tau sama Lo, selama dia(sambil menunjuk ke arah Tiya) Lo ganggu. ingat ya baik-baik, akan berurusan dengan gue !! cam kan itu nyonya pelakor" ucapan Yuri penuh tekanan.
Eli sangat geram dan sangat marah tapi dia takut Yuri kembali membalas nya.
Tiya membayar di kasir lalu cepat-cepat Yuri mendorong kembali troli menuju tempat parkir mobil.
Yuri sekilas melihat Eli, sengaja yuri memperlambat karena Yuri yakin eli mau tau tempat tinggal sahabat nya.
"tuh liat sahabat karib jaman dulu kek nya masih nunggu Lo" tunjuk Yuri dengan bibir nya.
" gila mau apa lagi dia, apa dia gak tau kalau suami nya sedang selingkuh" ucap Tiya
" suami selingkuh malahan sibuk mau cari musuh, bukan nya mikir. malahan makinan jadi " gerutu Tiya.
Eli pun pergi karena dia tau kalau Tiya atau Yuri pasti sudah tau kalau dia mau membuntuti nya, Eli pikir kalau Andi sering kerumah Tiya.
padahal Andi sudah menikah lagi tanpa sepengetahuan Eli.
"jalan yuu, kasian sella udah nunggu dirumah atau Lo mau cari makan? biar sella menyusul kita? ujar Tiya mata nya terus melihat pedangan kaki lima di sekitar kompleks
" ya udah kita cari tempat dulu baru telpon sella" jawab Yuri
"makan sop aja ya? pengen yang berkuah kek nya seger" ide Tiya
" iya jadi ngiler gue" ucap Yuri
Tiya pun mengeluarkan ponsel nya dan menelpon sella
me : sella bisa nyusul gak? gue di tempat SOP iga nih
sella : yang dekat mana? biar gue jalan sekarang
me : dekat super market yang ujung kompleks
sella : on the way ya
Tiya mematikan ponsel nya dan masuk ke dalam rumah makan sop iga, lalu Yuri langsung memesan 3 porsi SOP iga.
Yuri membuka ponsel nya banyak chat dari sakti, gak lama sella datang bergabung di meja Tiya dan Yuri.
__ADS_1
"eh cumi balas tuh pesan nya si sakti, sampe budeg gue di tanyain kalian terus" celoteh sella karena dia sedang kesal dengan reza adik bos nya.