Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 33


__ADS_3

Ketika sedang makan tiba-tiba sakti menghampiri meja tiya


"boleh gabung gak? Tanya sakti


Aura menoleh ke mama nya karna dia bingung siapa laki-laki tersebut


"oh ya nak kenalkan ini atasan mama di kantor nama nya om sakti dan beliau juga teman kerja tante sella dan tante yuri?


"berarti teman nya om rendra juga mah?ucap aura


"iya betul.. Siapa nama kamu cantik-cantik banget ini" om jadi merasa ganteng sendiri? Hahhahaa narsis sakti


"aku aura om


"aku putri om salam kenal sapa putri


Tiya hanya memutar bola mata nya dengan malas tiya mempersilahkan duduk sakti di samping putri


Mereka pun makan dengan lahap karna memang sudah lewat jam makan siang, aura dan putri cepat-cepat menghabiskan makanan nya karna mereka mau berburu komik kesukaan mereka dan ada peralatan sekolah yang harus di beli juga.


"maaf pak kami sudah selesai mau segera ke toko buku.. Saya dan anak-anak duluan ya pak? Pamit tiya


"ohh kalian mau mencari apa? Kebetulan saya juga mau ke toko buku juga? Jawab sakti


(( aduuh niat hati menghindar kenapa dia jadi mau ikut sih

__ADS_1


Kalo begini kan harus punya ekstra basa basi nya))


" bapak yakin mau ikut dengan kami? Nanti mati bosan pak karna kita akan lama di sana? Ucap tiya berharap sakti menolak ikut.


"gak papa kok bu tiya saya kebetulan ada yang mau di beli juga dan lagi ijin gak masuk kantor hari ini sama dengan bu tiya" sela sakti


Ehh kenapa jadi nyindir begini bathin tiya


"gak apa-apa mah om sakti ikut lagi gak ngerepotin kita juga kan mah!! aura berkata seperti itu agar secepat nya bisa langsung ke toko buku.


"ya sudah hayuuu pak ajak tiya


Sesampai di toko buku mereka sudah berpencar untuk mencari keperluan masing-masing


sakti hanya mengikuti aura dan putri ternyata dia juga mau mencari komik kesukaan nya.


Tiya pun mengantri di kasir tapi tiba-tiba semua barang yang mau di bayar di ambil alih sama sakti


"biar saya saja ucap sakti


"oh gak usah pak saya bisa kok!"


"saya bayarkan sebagai hadiah untuk anak-anak? ucap sakti


"aduh pak beneran gak usah"

__ADS_1


sudah sekali ini saja saya yang bayar !! sakti memaksakan untuk tetap membayar buku-buku tersebut.


Ya sudah pak terimakasih banyak ucap Tiya tulus


selesai membayar mereka pun berpisah karna sakti harus menjemput ibu nya di bandara sedangkan Tiya dan anak-anak menuju Cinemaxx


saat mengantri tiket Tiya tidak sadar kalau di depan tiya ada mantan suami nya yang juga sedang membeli tiket tapi tidak dengan Eli melainkan dengan wanita lain.


Andi menoleh ke belakang betapa kagetnya ternyata ada mantan istri nya


"apa kabar Tiya? mau nonton juga sama siapa?"sapa Andi


"hai ohh aku dengan aura mas,, itu disana silahkan kalau mau menyapa anak mu? ucap tiya sambil menunjuk tangannya ke arah aura


"aku pikir kamu sendirian? jawab Andi


"kemana pun aku pergi pasti dengan aura mas? maaf aku harus masuk karna film yang aku dan aura mau tonton sudah mulai.. permisi mas mba duluan ya? pamit Tiya dengan sopan


karna Tiya sudah malas berbasa-basi dengan mantan suami nya, cukup hubungan Andi dengan aura saja jangan dengan nya lagi.


bukan gak mau move on cuma rasa sakit atas kebohongan yang di lakukan Andi dan Eli masih saja membekas jelas di hati nya.


butuh waktu untuk memaafkan dan berdamai dengan hati nya


bukan hanya Tiya tapi anak nya pun sama terluka

__ADS_1


aura sama sekali tidak merespon bertemu dengan papa nya malah asik sendiri


__ADS_2