
setelah makan benar-benar mereka lupa Yang akan mereka bahas, malah mereka berencana mau kemping.
secara gak langsung mereka langsung akrab bahkan berasa teman lama.
"kita ngopi di tempat langganan ku yuu? ajak Reza
"udah malam,za "sahut Yuri
"kita langsung balik aja, masih ada waktu besok atau malam Minggu kan" tutur tiya.
"biar begini kita juga takut pulang tengah malam tuan"bisik sella di telinga Reza
Reza berpikir mereka bisa pulang pagi, ternyata dugaan nya salah jam 9 malam saja mereka sudah ingin pulang.
"kalian gak pernah begadang gitu? tanya Reza lagi
"begadang tapi dirumah gue,atau rumah Tiya"sahut Yuri
"ohh,, berarti gak pernah ke club malam gitu?ucap sakti
"sayang duit nya mas mending buat kasih anak Yatim biar dapet doa masuk surga" terang Tiya
Reza semakin simpati dengan pertemanan mereka yang jauh dari kehidupan yang negatif.
Reza yakin mereka jauh dari kehidupan Gonta ganti pasangan, pantas kakak nya tergila-gila dengan Tiya.
walau single parent tapi bisa menjaga harga dirinya.
"ya sudah lain waktu kita ngopi bareng ya? atau besok kita sarapan bareng aja, gue jemput kalian"ide Reza
hahhahahaaha,, kita masih cuti, za!" sahut Yuri sambil masuk kedalam mobil nya, di ikuti Tiya dan sella.
tiba-tiba kaca mobil Yuri di ketuk sama Reza
"cumiii,, itu sella keluarin dia harus pulang sama gue" seru Reza
"eittss tidak bisa, dia harus pulang kerumah gue" sahut Tiya menepuk tangan Yuri memberi kode untuk jalan.
"legaaaaaaa,,, seru sella sambil merebahkan badannya di kursi mobil dan melepaskan sepatu nya.
"Lo tau gak hari ini sangat melelahkan banget,, hah tapi besok gue gak mau masuk kerja"gumam sella gak lama mata nya pun terpejam
__ADS_1
Tiya melihat kebelakang ternyata sella sudah pulas tertidur.
"kasian, kenapa sella gak sadar kalau Reza Suka Sama dia ya? ucap Tiya, kadang kita gak bisa membohongi perasaan kita tapi karena pernah gagal jadi kita menutup nya" sindir Tiya tanpa di sadari Yuri
Yuri terdiam ucapan Tiya sebenarnya masuk ke dalam hatinya, sakti memang Suka Sama Yuri sejak lama. Yuri tau itu dan rasa itu masih ada untuk Yuri itu terlihat dari sorot mata sakti ketika memandang nya.
Tiya.. panggil Yuri
sebenarnya sakti sudah lama suka sama gue sebelum gue bertunangan bahkan masih kita sekolah.
cuma dulu gue merasa sakti sangat gak memungkinkan karena dia cowo yang paling banyak di sukai wanita" terang Yuri
akhirnya Yuri terbuka juga soal perasaannya"lirih Tiya
"apa kalian gak mau nyoba buka hati dulu, lebih baik di cintai dari pada mencintai" ujar Tiya
"kan gue bilang Tiya,, gue belom siap sakit hati lagi" seru Yuri
"emang nya sakti datang mau nyakitin Lo" tanya Tiya
"ya bukan maksud gue belum siap parah hati lagi lah" kesal Yuri
"belom nyoba udah mau patah hati aja" tutur tiya
"gue mandi dulu ya? biar gak ngantuk lagi, nanti kalian gue buatin cemilan" ucap sella
dari dalam keluar mbak sus berjalan tergesa-gesa
"Ndak usah non sella,, itu mbak sudah buatkan bolu mentega kesukaan ibu Tiya" ujar mbak sus
"waah mbak emang the best" peluk Tiya ke mbak sus
mbak sus sangat sayang sama Tiya karena Tiya tidak pernah menganggap nya pembantu, malah mbak sus sangat spesial buat Tiya.
"ya sudah gue yang buatin coklat panas ya" ujar Yuri
"ya udah gue mandi dulu kalau gitu" sahut sella sambil masuk kekamar tamu,karena semua barang-barang sella dan Yuri ada semua di kamar tamu.
untuk tidur mereka di kamar Tiya.
"Tiya berjalan keruang tv, disini tempat mereka menghabiskan waktu bersama-sama dan kadang mereka tidur di ruang ini.
__ADS_1
"Bu tadi saya bertemu dengan ibu pak Andi di jalan waktu saya mau ke pasar Bu? dia sempat marah-marah dengan saya Bu, karena kata nya saya sekarang sombong. sejak tidak tinggal lagi di rumah itu" terang mbak sus
"gak usah di tanggapi lagi ya mbak jika bertemu ibu" ucap Tiya
"iya Bu, kalau begitu saya masuk kedalam dulu Bu. ijin istirahat duluan ya" pamit mbak sus.
Yuri membawakan minuman dan potongan kue yang di buat mbak sus
"ini kue dari wangi nya udah enak banget" seru Yuri sambil mencium aroma bolu mentega.
"iya mbak sus paling bisa kalau buat cake yur" terang Tiya
"kenapa gak Lo coba jualin online aja"ide Yuri
"terus kalau mbak sus gak ada lagi pulang kampung, siapa yang bikin" terang Tiya sambil mengunyah cake.
"eleeh belaga malas Lo, emang gue gak tau kalau kue buatan Lo enak, mulai dari roti,donut sampai kue basah aja Lo bisa" seru Yuri
"masa sih , gue pikir rasa nya biasa aja" tutur tiya
"coba bikin tester nya dulu"sambung sella yang baru ikut bergabung.
"besok kita belanja bahan kue nya, lalu kita eksekusi..nah besok mau bikin kue apa dulu kalo bisa langsung 5 macam dan gak usah buat banyak-banyak. nanti yang coba makan duluan ayah gue, kan dia mulut nya gak bisa bohong kue enak apa ngga" jelas Yuri ke temannya sambil meminum coklat panas nya.
"besok kita coba brownis, cake dan bombolani. hmmm kita buat sedikit dulu untuk tester" ujar Tiya mengambil buku kecil untuk mencatatnya
"nah kalo oke nih,, kita bisa buka kedai kopi berdua kan? seru sella
"Lo kue nya dan gue kopi serta menu beratnya" ucap sella
"kita coba dulu ya sell,, semoga aja bisa enak seperti kalian bilang" sahut Tiya.
"tadi pak Rendra cari Lo, dan gue juga di panggil cuma pas diruangan dia ada Reza jadi dia gak banyak tanya" info sella
"sudah biar aja, semoga dia dapat jodoh yang sesuai karakter ibu nya" doa Tiya
"Lo gak merasa sakit kalau Rendra nanti dapat jodoh" selidik sella
"gak lah itu lebih baik lagi, jodoh kan kita gak tau sella" ujar Tiya
mereka menonton drama kesukaan mereka sampai tak terasa mereka tertidur di depan tv sampai pagi menjelang.
__ADS_1
selesai sholat subuh Tiya melanjutkan tidurnya karena pagi ini hujan cukup deras, jadi mereka bertiga melanjutkan mimpi indah nya. sampai bunda datang untuk mengambil keperluan aura yang tertinggal pun mereka tidak tau.