Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 93


__ADS_3

Tiya dan Kiki mencari cincin kawin, mereka cari yang sederhana tapi unik menurut mereka berdua.


setelah dapat, Kiki mengajak tiya untuk menemui orang tua Tiya di rumah nya.


ternyata di sana sudah ada kakak dan saudara Tiya yang lain nya.


ada rasa kesal memasuki rumah orang tuanya karena teringat hinaan dari kakak pertama Tiya.


"kenapa? apa lain kali saja kita mampir,"tanya Kiki


"gak usah, ayo kita masuk."ajak Tiya


dirumah orang tua nya sendiri justru Tiya sangat asing rasanya seperti orang lain saja.


dia tidak pernah di sambut dengan baik oleh kakaknya, bahkan yang ada hinaan di dapat.


kecuali Tiya bisa memberikan sejumlah uang, barulah kakaknya akan menyanjungnya.


"assalamualaikum.."ucap Tiya dan Kiki bersama


"waalaikum salam, masuklah."perintah ibunya Tiya


"ayah dimana Bu? tanya Tiya


"ada baru selesai sholat Maghrib, nanti ibu panggilkan. duduklah dulu? apa sudah makan malam, kalau belum kita sama-sama makan bersama,"terang ibu nya Tiya


"gak usah Bu, Tiya gak lama karena harus kembali ke cafe."jelas Tiya ada raut kecewa di wajah sang ibu, tapi ibu nya tahu karena Tiya menghindari ribut dengan kakak nya itu.


"kamu kenapa tegang banget."bisik Kiki


"gak apa-apa hanya ada rasa sungkan jika kerumah ayah."lirih Tiya

__ADS_1


"sudahlah, kita harus terbiasa dan jangan menghindari nya,"ajar Kiki agar Tiya tidak usah menghindari kakak nya itu.


"baru datang, nak? tegur ayah Tiya


lalu Tiya langsung berdiri mencium tangan ayahnya dengan takzim , di ikuti oleh Kiki juga.


"kata ibu kamu mau langsung pulang? gak makan malam dulu,'ajak sang ayah


"Tiya mau balik ke cafe dulu,yah. karena nanti Tiya mau libur Beberapa hari menjelang pernikahan nanti."ungkap Tiya


"ayah sudah daftarkan tadi siang dan kemungkinan Minggu depan kalian sudah bisa menikah, untuk tempat ayah sudah katakan ke pak Bambang kalau akan menikah di cafe juga."terang ayah Tiya.


"ayah ke KUA dengan ayah Bambang? seru Tiya yang langsung membulatkan mata nya


"iya dengan ayah nya Yuri, kan dia yang sangat ingin cepat kalian berdua menikah. bahkan aura akan tinggal dengan nya kalau kalian akan mempersiapkan pernikahan ini."ungkap ayah Tiya.


"pak Bambang dan Bu ayu sangat sayang dengan kamu dan aura. bahkan ibu jadi gak enak hati melihat mereka sangat sayang dengan mu ,nak"ungkap ibu Tiya


"gak apa-apa kita jadi nambah saudara kan? "timpal ayah Tiya


"oh ya Ki, nanti bisa kita bertemu dengan mama mu? tanya ibu Tiya


"bisa kok Tante, kapan Tante mau bertemu dengan mama? tanya Kiki


"kalau bisa besok saja, di cafe nya Tiya."ujar ibu Tiya


Kiki pun menyetujuinya dan Tiya pun mengusulkan untuk ibu nya mengajak orang tua Yuri juga.


Tiya dan Kiki akhirnya berpamitan pulang, ada rasa bahagia di hati Tiya, semoga pernikahan ini yang terakhir untuk nya.


ada rasa takut ketika akan ada salah paham atau cemburu yang berlebihan.

__ADS_1


"aku langsung antar pulang saja ya? urusan cafe bisa dilanjutkan besok saja lagi. kamu harus banyak istirahat, karena kita akan menyiapkan segala sesuatunya tentang pernikahan kita."terang Kiki yang fokus menatap jalan


"iya, aku rasa hari ini juga sangat melelahkan banget."sahut Tiya


mereka di dalam perjalanan pulang saling memberi ide untuk acara akad nikah dan resepsi yang sederhana saja.


Tiya senang yang simple tapi terlihat elegan, kesederhanaan Tiya lah yang membuat Kiki jatuh hati.


wanita ini tidak suka berlebihan bahkan lebih suka yang sangat sederhana.


sampai di apartemen Tiya langsung masuk ke dalam dan membersihkan diri karena dia sudah sangat mengantuk di sekali.


tidak lupa mengirimkan pesan ke sella, meminta maaf tidak datang ke rumah produksi karena lama dirumah ayah nya.


"maaf ya sell, tadi agak lama dirumah ayah."isi chat Tiya untuk sella


"gak apa-apa, trus acara nya jadi nya kapan? isi balasan chat sella


"Jumat depan,besok ibu-ibu mau meeting di cafe. gue ambil konsep sederhana saja, dan pesta juga yang simple aja. bisa kan bantu gue?"Tiya membalas isi chat sella


"kita bicarakan besok pagi saja di cafe, nanti gue kasih sample nya tinggal Lo pilih ya?."isi balasan dari sella


lalu Tiya mengakhiri berbalas pesan dengan sella, dia pun tertidur dengan pulas karena malam ini dia hanya sendirian.


aura di jemput ayah Bambang untuk menginap di rumahnya.


ada rasa kehilangan karena sudah lama Tiya tidak pernah pergi berdua dengan anak nya, bahkan sudah jarang tidur bareng dengan aura lagi.


anak nya lebih banyak curhat ke bunda Yuri atau ayah Bambang, ada rasa cemburu tapi mungkin ini yang terbaik agar Aura tidak kekurangan kasih sayang dari nenek dan kakeknya.


kadang Tiya sempat berpikiran untuk mempertemukan aura dengan papa kandungnya.

__ADS_1


__ADS_2