Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 52. SALAH SASARAN


__ADS_3

setelah kembali kekantor Yuri sudah siap-siap untuk keruang meeting, dia menyiapkan berkas yang akan dia prospek.


dengan cepat dia berjalan menuju ruang meeting, di dalam sudah ada Bu Sukma, selang beberapa menit masuk lah pak Rendra dan sakti.


meeting di mulai Yuri hanya memperhatikan sampai akhirnya dia berdiri untuk mulai prospek.


seusai meeting Bu Sukma dan Yuri berjalan keluar ruang meeting menuju ruangannya, sambil berjalan mereka bertukar pikiran untuk kelanjutan pertemuan kedua nanti.


sambil menunggu lift terbuka Yuri masih mendengarkan Bu Sukma menjelaskan.


tidak lama lift terbuka keluarlah seorang wanita cantik yang tidak muda lagi, Bu Sukma membungkukkan badan nya menghormati wanita yang di hadapannya.


"selamat siang nyonya besar"sapa Bu Sukma


yuri hanya mengikuti gerakan Bu Sukma, di lihat wanita itu terlihat sinis menatap Yuri.


mereka lalu berjalan berpapasan wanita tersebut berbisik di telinga Yuri. "jangan merasa paling cantik kamu jadi besar kepala mendekati anak saya,tapi saya pastikan anak saya akan menjauhi mu. sebelum anak saya membenci mu sebaik nya menjauh lah"bisik si wanita.

__ADS_1


Yuri terhenyak dan langsung bingung maksud nya apa?


seribu satu pertanyaan maksud dari ancaman itu, dan siapa nyonya tadi Yuri pun gak paham.


sampai akhirnya Bu Sukma menjelaskan kalau itu adalah ibu nya pak rendra.


kaget itu yang Yuri rasakan, apa ini ancaman untuk Tiya tapi salah orang.pantes aja Tiya menjauh jadi ini biang masalah nya, Yuri nampak berpikir keras sampai gak sadar salah masuk ruangan.


" astaga kenapa jadi toilet sih, kenapa jadi nyasar."Yuri menepuk kembali jidat nya


"Yuri.. panggil Tiya, Yuri pun menengadahkan kepala nya


'bagus Lo jauhin Rendra,itu udah yang terbaik banget" terang Yuri. Tiya menatap tajam teman nya


"Lo tau tadi ibunya salah ancam orang, dia pikir gue adalah Lo jadi dia ancam gue untuk jauhin anaknya itu. dia pikir anaknya terlalu indah apa untuk dijadiin kekasih"gerutu yuri


"gue udah biasa kalau di ancam cuma emang beneran gue gak pake perasaan sama pak Rendra. kan gue sadar akan posisi gue,yur"

__ADS_1


"gue ini siapa? cuma butiran debu yang gak layak untuk keluarga mereka, pahamkan Lo sampai disini? ucap Tiya


lalu mengajak Yuri untuk meminum kopi untuk memenangkan dirinya.


jujur gue kemarin lagi gak baik-baik aja, gue ketemu Rendra di mall waktu mau beli cake untuk ayah, gue udah minta dia untuk berpikir ulang lagi"tutur tiya sambil menundukkan wajah nya.


apa jadi seorang janda sangat hina ya?? apa orang kaya gak bisa menilai orang dari statusnya.


"kenapa mereka selalu membanggakan hartanya dan selalu memandang hina orang" atau gue perlu kaya dulu baru mereka menghargai gue ya"celoteh Tiya dan Yuri mendengarkan nya.


gue berdoa semoga pak Rendra bisa ketemu jodoh terbaiknya" aamiin ucap Yuri


Tiya hanya mengaduk-aduk kopi nya,pikiran nya kemana-mana.


gue trauma dengan rumah tangga, apa lagi sekarang ini yang ada gue tambah di hina sama mertua. " Tiya mengeluarkan semua uneg-uneg nya.


waktu di rumah lo kemarin gue tau sakti memberi kode kalau Rendra mau ketemu gue, yur!" maka nya gue menghindari ternyata dia malah muncul di rumah lo? terang Tiya

__ADS_1


Yuri hanya mengusap pundak Tiya memberikan ketenangan


"kita jalani ini sama-sama,jangan merasa sendiri ya? jelas Yuri sambil mengajak tiya balik kekantor lagi.


__ADS_2