
Sejak malam itu Tiya benar-benar menjauhi Rendra,bahkan nomor rendra sudah di blokir tiya. Pagi nya tiya bergerak cepat, dia datang kekantor bertemu dengan bu sukma untuk mengundurkan diri yang di setujui oleh sakti dan bu sukma sendiri. "kalau itu yang menurutmu baik lakukanlah.."jawab sakti dengan lesu "kapan kamu berangkat,kabari aku ya.."nampak kesedihan sakti yang sudah menanggap tiya adik nya,bahkan mamih nya sakti juga sudah dekat dengan tiya. Sifat tiya mengingatkan mamih nya sakti dengan alm adiknya sakti.
"nanti kita kumpul di apartemen ku yang baru dulu, aura dan bunda ayu menunggu ku di sana. Kita akan berangkat malam, kalau begitu aku pamit ya dan salam untuk mamih,,"tutur tiya yang dengan langkah cepat meninggalkan kantor rendra.
Sementara di ruangan rendra sedang menerima deby yang dengan sengaja datang membawa makan siang. Karena deby yakin jika di ajak keluar untuk makan pasti rendra akan menolak nya.
Tok..tok.. "masuk,,,"suara rendra memberi perintah "permisi pak ada yang harus di tanda tangani, karena ada salah satu karyawan yang di team saya mengajukan resign dan sudah saya dan pak sakti setujui.. Silahkan bapak tanda tangan disini karena kami mau mengurus sisa gajinya yang akan di transfer langsung sama bagian keuangan.."jelas bu sukma dengan detailnya, dan menyodorkan map yang dia bawa untuk rendra tanda tangani.
Rendra menerima nya lalu membuka nya, kaget wajah nya langsung tegang dan pucat pasi. Rendra langsung mendial nomor tiya.."****,nomor ku di blokir.." lalu dia menatap bu sukma.."dimana dia? Tanya rendra "maaf pak untuk mbak tiya sudah kembali dari 2 jam yang lalu, pak sakti sempat menhubungi bapak tapi tidak ada jawaban bahkan bapak merijek panggilan pak sakti.."jelas bu sukma yang ikutan kesal juga.
Dengan cepat rendra mengecek panggilan dari ponsel nya ternyata benar ada 10 panggilan dari sakti bahkan ada pesan yang rendra abaikan. Menyesal itu yang rendra rasakan, tapi apa bisa mengembalikan keadaan. Justru dia terbuai dengan kehadiran deby, seolah rendra lupa akan misi nya untuk menikahi tiya.
__ADS_1
"mas ada apa? Dengan nada manja deby menghampiri rendra dan duduk di sebelah rendra. "sakti bisa keruangan saya.."perintah rendra lewat telpon. Rendra mengabaikan pertanyaan deby.
Tidak lama sakti masuk dan ada reza juga di belakang sakti, yang menerobos masuk. Mata nya menatap kakaknya tidak percaya, reza mendengus kesal lalu pergi begitu saja dengan menutup pintu dengan keras. Bahkan yang ada di dalam terlonjak kaget.
"sella bilang tiya dan bunda ayu untuk bersiap-siap, aku sudah pesankan tiket untuk mereka tinggal di luar negeri saja, biar tidak terlacak kakak ku..bila perlu pergilah sejauh mungkin.."ucapnya melalui ponsel "reza, gak repot mereka sudah ada tempat yang kita yakini kalau rendra gak akan tahu. Bahkan kita akan sering mengunjunginya.."balas sella lewat sambungan telpon.
Sakti meminta ijin pulang cepat karena mamihnya datang kekantor menjemput sakti, yang membuat rendra tidak curiga sama sekali. Karena sudah sering orang tua sakti datang kalau ada keperluan keluarga dadakan. "semua dokument yang kamu butuhkan sudah saya simpan di meja kerja ku, nanti aku akan ambil dan untuk schedule meeting sudah aku atur jadwalnya sudah aku kirim via email.."jelas sakti sebelum dia pergi, sakti melirik ke arah deby dengan tajam. Deby terus saja bergelayut manja siapa saja yang melihatnya akan melihat mereka seperti sepasang kekasih, bahkan rendra nyaman dengan seperti itu.
Sampai di tempat sakti dan mamihnya langsung berkumpul di lobby sudah tampak yuri dan yang lain nya. Tidak lama tiya turun bersama aura dan bunda ayu "sudah siap kan? Mana ayah "tanya bunda ke yuri "aku di sini bund,,"sahut ayah yang menghampiri istrinya "berangkat sekarang saja, biar tidak terlalu malam.."ujar reza
"mamih boleh ikut gak,mamih sudah bawa baju nih.."pinta mamih , sakti yang mendengarnya pun kaget ternyata mamih nya sudah siap. "boleh lah mbak, masa calon besan gak tahu kampung kita.."timpal bunda tiya akan tinggal disana dan aura juga akan bersekolah di sana juga, untuk cafe dan bisnis kue nya tetap berjalan yang akan di handle sella dan yuri.
__ADS_1
Tiya,aura,ayah bambang,bunda ayu , reza dan mamihnya sakti pun berangkat dengan satu mobil. Yang lain nya sudah kembali juga kerumah masing-masing, rasa kehilangan yang mendalam saat ini sella,yuri bahkan putri tidak berhenti menangis. Sella kerepotan menenangkan putri yang dibantu juga yuri, dengan memberi ide kalau jumat depan akan mengajak putri bertemu aura. Putri pun berhenti menangis malah ikut pulang dengan yuri takut yuri lupa dengan janji nya.
"woii terus gue pulang sendiri kerumah nyokap gue gitu.."kesalnya sella "nah Lo mau pulang kerumah gue juga ? Ujar yuri sambil berkacak pinggang 'gue masih sedih.."rajuk sella 'jumat kita akan nginap kesana, sekarang Lo pulang gih. Besok pagi harus udah stay di dapur tiya sedangkan gue besok sibuk renovasi sisa bagian belakang kan? Jelas yuri panjang lebar ke sella
"gak anak ya gak emak nya bikin sakit kepala.."gerutu yuri yang langsung mengajak putri naik ke mobil sakti. "cumiiii.."teriak sella "apa lagi sella ..."kesal yuri sakti dan yuri pun meninggalkan sella yang entah sedang mengucapkan mantra atau sedang menggerutu , yuri dan putri hanya tertawa di dalam mobil.
Rendra ada di depan rumah tiya yang nampak dari luar terlihat sepi, rendra terus menunggu nya. Bahkan berharap tiya keluar dari rumah tersebut.
"pak rendra.."tegur mbak sus 'eh mbak kok belum tidur.."gugup rendra menjawab mbak sus "bapak juga ngapain disini?kalau mau bertemu ibu,beliau sudah pindah kemarin malam. Tapi saya juga gak tahu pindah kemana..?info mbak sus yang langsung berpamitan masuk ke dalam karena habis membuang sampah.
Pindah..masa iya.."gumam rendra tidak percaya "apa sakti tahu ya?tapi gak mungkin karena sakti sibuk dengan mamihnya.."gumam rendra yang langsung meninggalkan rumah tiya.
__ADS_1
"sebaiknya besok aku kerumah yuri,,pasti dia tahu, apalagi aura tinggal di sana.."lirih rendra.