
Hari ini begitu tenang dan terasa damai, entah ini awal untuk Tiya menerima dan memberi waktu untuk Rendra.
"apa aku minta waktu satu bulan ya,, ah tidak tidak siapa tau dia masih bersikap manis,, kalau gitu waktu 3 bulan saja.. aku rasa waktu yang cukup untuk saling memahami.." gumam Tiya
sambil terus memikirkan bagaimana bicara dengan aura, tanpa tiya tau hampir setiap hari Rendra menjemput aura kadang mengantar ke sekolah, begitu pun dengan Reza tanpa sella tau mereka saling mendekatkan diri dengan anak-anaknya.
"nak Rendra sudah sarapan.." tanya bunda. " atau mau minum kopi, teh sambil nunggu aura bersiap.."
"kopi boleh, Tan.."ucap Rendra
"sekalian sama singkong dan ubi rebus nya bund.."sela ayah Bambang.
"apa sudah bicara dengan anak ayah? tanya ayah Bambang
"sudah kok om, semalam saya bicara dengan Tiya tapi Tiya tidak tahu kalau saya sudah dekat dengan aura.." tukas Rendra
"biar saja,, anak itu gak perlu tahu..biarkan dia dengan ego nya dulu dan sampai dia merasa kamu sudah jadi bagian dalam hidup nya.." ujar ayah Bambang.
Rendra sejenak berpikir lalu menyetujui apa yang ayah Bambang katakan.
Tiya butuh waktu untuk menata hati nya karena tidak semudah itu untuk kembali berumah tangga.
apa lagi ada aura yang juga harus Rendra jaga dan beri perhatian lebih, selama ini aura kurang kasih sayang dari papa nya
"kopi nya di minum,, sudah gak galau lagi kan? pasti nafsu makan nya sudah normal dan tidur juga sudah nyenyak,,"sindir bunda
"hahahhahaha.. bunda bisa saja " ayah Bambang terkekeh geli melihat Rendra tersipu malu.
"ayo om, aku sudah siap. tapi putri bisa kan om sekalian di antar karena papa Reza gak bisa jemput" celoteh aura
Rendra membola mata nya ketika aura menyebut Reza adalah papa Reza, sejak kapan mereka memanggil Reza dengan sebutan papa.
"ya sudah, hayoo om antar putri juga.." ajak Rendra dan langsung berpamitan dengan bunda dan ayah Bambang
begitu pun dengan putri serta aura langsung mencium tangan ayah dan bunda dengan takzim.
kita pergi dulu ya.. kakek dan nenek cantik " pamit aura dan putri bersamaan
kedua orang tua Yuri pun tertawa terbahak-bahak, bahagia yang mereka rasakan terasa mempunyai cucu kandung saja.
__ADS_1
bahkan ayah Bambang gak bisa kehilangan kedua anak itu, kalau Yuri bahkan ayah nya sudah cuek saja.
di dalam mobil Rendra semua fokus dengan pikiran masing-masing
"om,, beneran suka sama mama aku? tanya aura penuh dengan selidik
"om ,, tergantung aura saja. kalau aura memberi restu pasti om akan bahagiakan aura dan mama kamu, jika aura ragu jangan karena om ingin aura menganggap om seperti papa kamu bukan orang lain.." jujur Rendra ke aura
"boleh aku panggil om Rendra dengan sebutan Daddy? seru aura yang di anggukan kepala oleh putri
"oh tentu,, om sangat bahagia sekali. coba om mau dengar..
ya ampun pagi ini om sangat bahagia,, kalau aura mau panggil om dengan sebutan Daddy.." mata Rendra berbinar bahagia bahkan melebihi dapat tender baru.
Daddy Rendra,,, panggil aura dengan tertawa bahagia
"jangan kecewakan mama, jika om sudah tidak sayang lagi janganlah om menyakiti nya.." pesan dari aura
Rendra langsung memeluk erat aura dan mengucapkan terima kasih.
aura hanya mencium pipi Rendra tanda sayang, selama ini dia belum pernah di peluk atau di beri perhatian oleh papa kandung nya sendiri.
" sini peluk Daddy juga.."pinta Rendra ke putri
sekarang kamu kalau ada apa-apa cepat hubungi Daddy ya, tidak usah mengganggu mama kalian yang sedang sibuk".. terang Rendra
yang hanya di anggukin oleh aura dan putri tanda mengerti.
putri turun dari mobil duluan karena jarak sekolah putri lebih dulu sampai baru aura.
belajar yang rajin ya ,nak.." seru Rendra
"iyaaa Daddy.. teriak putri
Rendra melanjutkan perjalanan ke sekolah aura, banyak cerita dan cita-cita yang aura inginkan. Rendra berjanji akan mewujudkan cita-cita tersebut, bahkan Rendra berjanji akan mengajak aura dan putri untuk berlibur ke tempat yang mereka mau kunjungi.
kebahagiaan yang tidak bisa di ucapkan, karena pikir Rendra akan sulit mendekati aura seperti dia mendekati ibu nya.
ternyata aura lebih paham dan lebih peka terhadap kebahagiaan mama nya.
__ADS_1
Rendra akan mewujudkan itu semua bukan dengan janji tapi dengan perbuatan.
sedangkan dirumah Tiya, sella terus saja berceloteh sampai Yuri pusing di buat nya.
Tiya hanya tertawa saja karena sella memang tipe anak yang bawel dan selalu ada saja bahan yang bikin Yuri kesel.
"Lo gak tau kan kalau si Reza itu otak nya rada geser,, masa iya dia gak jelas banget Dateng kerumah terus nemuin nyokap gue,, cuma mau bilang kalau dia sudah jadi pacar gue bahkan bukan pacar katanya gue sama dia sudah mau tunangan.. Lo tau kan nyokap gue kek gimana?? rameeeeeee saudara..saudara.."teriak sella
jangan tanya Yuri langsung menutup telinga nya,.
"dasar gak cewe ya gak cowo nya bikin gue naik darah terus" gerutu yuri
"gue kan curhat ,, cumi. dan harus nya Lo kasih tau sahabat karib Lo itu,, kalau mau nembak yang romantis dikit kek,, masa mau jadi pacar gue.. gue nya gak tau.." cebik sella
Tiya hanya menatap kedua nya sambil tersenyum
"terooos Lo pengen kek di drama Korea gitu,, serba romantisan.. hellow putri sella itu just film bukan real.." timpal Yuri
"ya paling ngga kasih bunga atau dinner kek.." bibir sella mengerucut.
" entar gue bilangin sama pangeran berkuda Lo.. tenang saja dan jangan lupa komisi nya.." seru Yuri
" eleeh pake komisi segala.." sella memutar bola mata nya
Tiya hanya menepuk jidat nya saking pusing bahkan karyawan pun pada tertawa terbahak-bahak.
"mereka pikir kita pelawak kali.." cebik Yuri
"gue lapar kalau begini cara nya.." seru sella
"bikin sambal terasi sama lalap kek nya enak nih mbaa Siti.." teriak sella
"siap mba sella saya akan buatkan.." seru siti
"ada ikan nilla di goreng garing saja mba,, sama tahu dan tempe nya di goreng juga.." perintah Tiya
"bu Kalau saya buatkan sayur bayam mau gak Bu.."ujar uti
" boleh tuh mba uti,, huuu enak banget jadi ngiler sayur bayam, tahu dan tempe serta sambel terasi..belum jadi saja udah enak rasa nya.." sahut Yuri sambil membayangkan lauk pauk tersebut.
__ADS_1
Tiya hanya bisa tersenyum sambil membantu meracik bumbu untuk ikan nila goreng, yang lain nya sibuk membuat pesanan cake.