Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 85


__ADS_3

malam yang penuh haru dan bahagia untuk Yuri dan orang-orang terdekatnya,bahkan ayah dan bunda nya sangat senang sampai tidak bisa berucap.


bahagia sekali kalau putrinya sudah bisa membuka hati tanpa harus memaksa atau perang mulut dulu dengan ayahnya.


"apa kamu bahagia,nak? tanya bunda Yuri


"sangat bahagia sekali Bun? semoga sakti bisa menepati janjinya ya Bun.."ujar Yuri


"Bismillah semoga lancar sampai di dua Minggu hari H nya."timpal mamih sakti


Yuri tersenyum bahagia,bahkan malam ini dia mau tidur dengan sahabat baiknya.


sella dan Tiya juga ikut bahagia, bahkan mereka tidak menyangka Yuri langsung menerima tanpa harus ada drama ribut dulu.


"akhirnya acara usai dan berjalan dengan lancar,, gue sampe gak nyangka bisa bikin acara semewah ini, apa perlu kita buka wedding organizer juga..hahahhaa."tutur tiya


"boleh tuh,,kan tadi saja pengunjung cafe banyak yang tanya berapa harga nya jika buat acara di cafe ini.."sahut sella


Tiya dan sella langsung berpikir kesana, tapi mereka juga harus menggaet atau kerja sama dengan make up artist juga agar hasil dari WO lebih maksimal lagi.


"sst..sst..tuh tadi cewek nya sekarang cowok nya mau dekatin Lo,tuh."tunjuk sella


"sudah biarkan saja,itu juga Kiki bawa makanan untuk kita jadi dia gak akan berani dekatin gue lagi.."terang Tiya


"baguslah.."kesal sella yang melihat Rendra berjalan ke arah meja Tiya dan sella.


"boleh kita berbicara? maaf maksud ku. aku dan Tiya saja." ijin Rendra


"maaf kita lagi nunggu makanan, dan itu sudah dibawakan oleh calon suami ku.."sahut Tiya dengan jutek nya


"apa bisa bicara 5 menit saja.?tanya Rendra


"maaf untuk apa ya? padahal tadi siang saya sudah jelaskan ketunangan anda dengan baik dan benar. kalau saya bukan pengganggu hubungan kalian, dan saya juga gak mungkin melanggar yang sudah saya ucapkan tadi.


hubungan kita hanya mantan bos dan anak buah kan? sindir Tiya yang membuat Rendra bingung

__ADS_1


"gak usah bingung,pak."timpal sella


"Tiya, ayo ini makanan yang aku buatkan untuk kamu dan sella. special loh? canda Kiki yang tiba-tiba datang sudah di belakang Tiya


"makasih, wah chep kita harus bayar berapa nih.."canda Tiya


"bayar dengan senyuman terindah mu, atau dengan menjadi istri ku.."timpal Kiki


"mau dong, langsung KUA.."canda sella


Tiya langsung malu dan memerah wajah nya bahkan dia lupa ada Rendra di sampingnya.


tiba-tiba Reza dan sakti datang bergabung


"wah jangan main KUA dulu, tunggu Abang sakti dulu lah baru kita."seru Reza


"apaan sih.."cebik sella


"ayo kita makan dulu, nanti ada yang mau kita meetingkan masalah Wo nya sakti dan Yuri. karna rencana nya Yuri mau menikah di cafe ini saja.."terang sakti


tiba-tiba Kiki memasukan makanan ke dalam mulut Tiya, yang lain hanya tersenyum menatap nya.


"enak banget, mau dong di masakin tiap hari.."puji Tiya.


"aku yang masak untuk mu dan kamu yang membangunkan ku dengan secangkir kopi pagi, bagaimana kita menikah besok."tutur kiki


"wow beneran? masa nanti cuma halu aja nih."sahut Tiya


"ayoo itu udah nantangin tuh.. masa langsung mundur."ledek Reza


"baik lah, aku akan meminta ke ayah dan ibu mu. tunggu saja ya."Kiki mengedipkan sebelah mata nya.


"ayah ini ada satu lagi mau nikah, ayo kalau bisa kita nikahkan malam ini."teriak sella


jangan tanya ayah Bambang langsung sibuk dan mendekati meja Tiya.

__ADS_1


"ayo mana ktp nya keluarkan biar ayah panggil penghulu nya."pinta ayah Bambang


"ayah gak harus malam ini juga,"cebik Tiya


"berarti besok siap dong ."ledek Kiki


"udah lah gak usah besok malam ini aja."timpal Yuri


"bunda tolong Tiya dong? rengek Tiya


dan benar saja ternyata Kiki sudah menggandeng ayah nya Tiya, membuat mata Tiya membola.


"ayah akan dukung kamu jika ini sudah jodohmu."seru ayah Tiya


"ayoo dukung siapa nih yang bagian baju pengantin, gue mua aja.."seru sella


"bentar gue telpon mamih..untuk butik baju pengantin yang bagus."timpal sakti


"tunggu dong..sabar."panik Tiya


"kenapa? masih ragu ya."tanya Kiki


"bukan, aku mau nya untuk menikah jangan terburu-buru. aku mau menikah tapi aura juga harus setuju."terang Tiya


"aku setuju kok mah, mama kan gak tahu kalau aku sudah dekat dengan om Kiki."jujur aura


Tiya menangis terharu, bahkan gak bisa berucap apa-apa


"beri aku waktu sampai besok, aku akan menjawab nya."tutur tiya


yang di jawab oleh Kiki dengan senyuman


Rendra hanya mendengarkan saja, hatinya terasa nyeri bahkan sakit.


terlambat dia menjelaskan semuanya, bahkan semua membenci nya.

__ADS_1


apa lagi dengan ulah Deby yang coba mengintimidasi Tiya menambah kebencian Tiya dan Reza.


__ADS_2