Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 95


__ADS_3

hari pernikahan Kiki dan Tiya tinggal dua hari lagi, mereka nampak tenang karena semua sudah lengkap dan sudah tinggal menunggu hari H nya saja.


Kiki sedang menelpon sang kekasih, bahkan Tiya hari ini sudah menghentikan kegiatannya.


Tiya dan Kiki asyik bercerita lewat telpon bahkan Yuri yang ada di samping Tiya agak sedikit aneh dengan kelakuan dua orang ini.


"Kiki mau kemana? tanya Yuri yang melihat Tiya sudah mengakhiri telponnya.


"mau ketemuan sama sakti katanya,"jawab Tiya yang mengambilkan Yuri minum


"sella jadi kesini kan? teriak Yuri


"jadi, sebentar lagi seperti nya.kan dia yang bawa makan siang."ujar Tiya


"semoga acara Lo lancar ya? dan bisa bahagia sampai maut memisahkan,"doa Yuri


yang di aminin oleh Tiya


"semoga sella dan Reza bisa menyusul kita."doa Tiya


"iya selalu gue berdoa untuk sella juga."ujar Yuri


tidak lama sella pun datang dengan membawa makanan lumayan banyak.


"kok banyak banget? tanya Yuri


"mertua Lo mau ikut juga, bentar lagi juga sampai."terang sella


Tiya langsung dengan sigap merapihkan makanan tersebut ke piring.


lalu membawanya ke depan tv


"kita makan disini saja ya, bentar gue pasang karpet."ujar Yuri


setelah karpet di pasang, benar yang di katakan sella. mamih nya sakti beserta bundanya Yuri datang, mereka minta di jemput di lobby.


Yuri langsung menjemput mertua dan ibu nya tersebut di lobby.


"assalamualaikum."sapa bunda di pintu masuk unit Tiya


"waalaikum salam bunda, mih."sahut Tiya


"belum mulai makan kan? tanya sang bunda


"kan lagi nungguin mamih sama bunda juga."ucap Tiya


"ya sudah ayo kita makan sekarang."ajak mamih nya sakti


"ibu kamu belum datang? tanya bunda


"Belum Bun, mungkin nanti malam menginap disini."terang Tiya

__ADS_1


"bunda gak bisa menginap karena anak bunda aura dan putri nanti gak ada yang urus."jelas bunda


"anak bunda, Anak aku yang mana ya bund,"cebik sella


"kamu cari lagi saja, kalau mereka berdua anak bunda dan ayah."jelas bunda


yang lain hanya tertawa saja mendengar bunda dan sella berdebat soal anak, untung gak ada ayah Bambang kalau ada bisa abis sella.


Tiya terdiam ada perasaan yang gak enak banget, entah apa.


tapi coba dia mengucap istighfar terus.


"kamu kenapa? tanya mamih nya sakti


"gak apa-apa mih, hanya gelisah saja.semoga semua baik-baik saja,"terang Tiya


"biasa kalau mau menikah kadang perasaan ada yang aneh saja."ucap mamih nya sakti.


mereka asyik berbincang-bincang, Yuri masuk kekamar Tiya karena ponsel nya terus berbunyi.


ternyata panggilan dari suami nya.


sakti : halo sayang lagi di tempat Tiya


Yuri : iya ada apa,kamu sudah makan?


sakti : ada yang penting, kamu jangan panik ya. bersikap tenang saja


Yuri : iya apa sih aku jadi deg-deg banget


Kiki kecelakaan dan meninggal di tempat


bagai di sambar petir Yuri berdiri mematung di tempatnya bahkan suami nya masih berbicara di telpon pun Yuri abaikan.


sakti : sayang masih dengar aku kan? sayang cepat datang aku tunggu di rumah sakit xx


Yuri terduduk dilantai, entah apa yang akan dia katakan ke sahabatnya ini.


sella masuk kekamar seperti nya sudah dapat kabar dari Reza, mereka berpelukan saling menguatkan untuk berbicara dengan Tiya.


akhirnya sella yang memberanikan diri untuk bicara dengan Tiya.


"Tiya, Bun dan mamih bisa kita siap-siap sekarang."ajak sella dengan deru nafas yang memburu saking takut


"kita mau kemana? tanya Tiya yang menajamkan matanya


"kita harus kerumah sakit, nanti di sana kalian bisa tahu dan sebaiknya kita berangkat sekarang,"timpal Yuri.


"ada apa ini? siapa yang sakit,"panik bunda


"kamu harus Kuat, jodoh,rejeki serta maut hanya Allah yang bisa mengaturnya."ucap sella sambil mengusap pelan bahu Tiya.

__ADS_1


"gue makin gak paham, ada apa ini.",desak Tiya


sella langsung menggandeng tangan Tiya dan bergegas mengajak nya untuk segera ke rumah sakit.


bunda yuri dan mamih nya sakti sudah diberitahu oleh Yuri hanya dengan bisikan.


bunda Yuri langsung lemas seperti tidak mempunyai tulang.


selama perjalanan kerumah sakit, hati Tiya terus saja bertanya,siapakah yang sedang mereka sembunyikan dari dirinya.


selama 20 menit akhirnya mereka tiba di rumah sakit juga dan Tiya langsung di tarik Yuri untuk menemui sakti terlebih dahulu.


ternyata di lobby rumah sakit sudah berkumpul ayah dan ibu nya Tiya, bahkan ada ayah Bambang dan aura juga.


ada Reza dan sakti tapi dimana calon suami nya, hanya terlihat dari jauh mama nya Kiki sedang menangis di pelukan kakak nya kiki.


Tiya dengan tidak sabar berjalan dengan setengah berlari menuju calon mertua nya.


"mama, ada apa mah? siapa yang sakit."tanya Tiya dengan rasa penasarannya.


"Tiya,hiks.hiks..hiks.kiki,na..huuuuuu,"mama Kiki menangis histeris lagi


"kak ada apa dengan kiki? tanya Tiya dengan air mata yang mengalir deras


"sabar ya, kamu bisa lihat kedalam nanti dan kamu harus bisa menerima kenyataan ini."ucap kakak nya kiki


"maksudnya apa,kak? lirih Tiya dengan jantung yang berdebar kencang


"ikhlaskan adikku,Tiya. Allah lebih sayang padanya,"ucap kakak nya Kiki pun menangis juga.


"ma..maaksud nya apa ini? aku makin tidak paham."tutur tiya


"Kiki sudah menghadap yang kuasa,tadi setelah pulang bertemu dengan sakti. Kiki tabrakan, dan meninggal di tempat."jujur Yuri yang langsung memeluk Tiya


Tiya yang mendengarkan penuturan Yuri, tidak percaya bahkan Tiya berteriak memaki Yuri.


"kalian jahat, gak lucu bercanda kalian. dengar baik-baik, Kiki akan selalu hidup dan akan menikah dengan ku,"sarkas Tiya


ayah Tiya langsung memeluk anaknya dan terus memeluk Tiya walau Tiya terus memberontak.


"ikhlaskan dia nak? "ucap ayah nya


"tidak yah, Kiki tadi masih telpon aku yah..hiks.hiks.hiks.


Tuhan gak mungkin ambil dia secepat ini kan,yah? jawab yah..hiks..hiks,aku lelah."ucapan Tiya lama-lama suaranya mengecil ternyata dia sudah tergeletak di lantai.


sella histeris melihat temannya pingsan, bahkan sella menangis sampai meraung-raung meratapi nasib Tiya.


Yuri dan bunda nya sudah tidak sanggup melihat Tiya yang sudah tidak berdaya.


jenazah Kiki sudah dimandikan dan siap di bawa pulang kerumah duka, karena permintaan keluarga.

__ADS_1


Tiya masih belum sadar juga, mama nya Kiki masih setia di samping calon menantu nya itu.


kakak nya Kiki juga masih menunggu Tiya sadar agar bisa melihat adiknya untuk terakhir kalinya.


__ADS_2