Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 87


__ADS_3

di keluarga Rendra tampak tegang karena di Deby setiap hari selalu datang dan mengambil hati ibu nya Rendra.


bahkan saat ini ada rencana kalau Deby dan Rendra akan bertunangan di hari Sabtu ini.


ibu nya Rendra sibuk menyusun undangan untuk teman-teman sosialita nya.


deby saat ini merasa di atas angin karena selalu di bela oleh ibunya Rendra.


"lama-lama gue gak betah tinggal di rumah ini, kek bukan rumah untuk pulang tapi udah kek neraka."kesal Reza


"Reza. jaga ucapan mu."hardik bunda nya Reza


"anda tidak perlu membentak ku nyonya,"sahut Reza dengan menggebrak meja di depan wajah Deby.


sehingga Deby terlonjak kaget, bahkan deby agak sedikit takut jika Reza akan mempengaruhi ibu nya.


"kenapa, takut gue bongkar identitas Lo? sarkas Reza


"hei bro, lebih baik menikahi janda yang sudah tahu dia tidak perawan lagi. di banding mengaku perawan tapi sudah di cicipi para hidung belang."sinis reza dengan senyum sinis nya


lalu berjalan pergi meninggalkan meja makan, bahkan dia belum sarapan sama sekali.


"Reza,,tunggu. panggil ayahnya


"ayah mau bicara sebentar."ujar ayah nya


"kalau untuk perusahaan, maaf saya tidak tertarik. karna saya punya usaha sendiri."terang Reza


"papa tahu itu nak, dari kamu sekolah pun. papa tahu kalau kamu sudah punya usaha."jelas ayahnya.


"tapi kamu juga harus membantu kakak mu, za.. janganlah kamu selalu ingin sendiri."terang ayah nya


"itu ada wanita yang akan mendampingi nya, wanita yang merasa paling berkuasa di rumah ini."sindir Reza sambil menunjuk ke arah Deby.


"Reza, dengarkan apa kata papa.jangan di bantah.."ucap Rendra


"oh,ya..apa aku gak salah dengar? sahut Reza dengan senyum mengejeknya.


"Reza, lihat saja kamu menikahi gadis yang bernama sella. bunda tidak akan merestui mu."ancam bunda nya

__ADS_1


"oh itu hidup saya, anda tidak berhak mengaturnya. saya yang akan menikah bukan anda."tegas Reza


lalu Reza meninggal ruangan tersebut dan tidak lupa dia menggeret kopernya, karena Reza akan tinggal di rumah yang dia baru beli tanpa sepengetahuan orang tua nya.


walaupun dia anak orang berada tapi Reza tidak pernah di manjakan oleh kekayaan orang tuanya, beda dengan Rendra.


bahkan Reza sejak SMA sudah mempunyai usaha kecil-kecilan, dengan teman nya Reza membuka awal nya pencucian motor, lalu dengan keuntungan yang ada dia mulai berjualan sparepart motor


sampai akhirnya dia dikirim ke luar negeri untuk kuliah, di sana Reza juga bekerja paruh waktu. dan uang nya dia kumpulkan untuk membuka showroom motor di Jakarta.


hasilnya sekarang sedang dia nikmati dari showroom motor bisa berdiri showroom mobil, dia kenal banyak orang waktu tinggal di luar negeri sampai akhirnya dia bisa bekerja sama dengan salah satu merk mobil yang lumayan terkenal di Indonesia.


"sella, teriak Tiya


"apa sih, kek di hutan aja."sahut sella


"ini ada telpon dari Reza. dia calling Lo gak aktif kata nya."tutur tiya


"gimana gak aktif, itu ponsel nya lagi minum kopi."timpal Yuri


"hahhahahaaha jadi ponsel Lo yang kecebur itu."tunjuk Tiya


"hallo bro, gak usah telpon datang aja, gue ada perlu sama Lo."teriak Yuri dari ponsel Tiya


"cumiiii, gila suara Lo berapa oktaf bikin sakit kuping gue."jawaban Reza lewat telpon.


"ya sudah gue matiin nih, gue otw ya ke cafe."


"oke.."balasan telpon Tiya dengan singkat


lalu mematikan ponsel nya dan menyimpan di dalam tas nya lagi.


hari ini Kiki tidak datang ke cafe, karena sedang menyiapkan segala sesuatunya untuk pernikahan dia dan Tiya.


Tiya nampak gelisah , berkali-kali melihat ke arah pintu keluar bahkan ponsel nya pun jadi sasaran dia di bolak balik.


di tengah kegelisahan nampak dari pintu masuk datang Rendra beserta rombongan nya, dia membooking ruangan vip untuk meeting.


Tiya langsung memalingkan wajah nya, kembali dia sibuk dengan coretan resep kue yang akan dia buat tester nya nanti sore.

__ADS_1


"orang kaya datang tuh."tunjuk Yuri dengan ujung bibir nya


"sttt sudah kita sibukan diri saja, kan sudah ada karyawan yang melayani semua tamu."jelas Tiya


Yuri dan Tiya mulai menyibukkan dengan diri nya dengan kerjaan masing-masing.


"Tiya, itu si Rendra ngeselin masa mau nya Lo yang jadi pelayan, tiba-tiba karyawan kita di marahi lalu di bentak nya."adu sella


Tiya langsung membulatkan mata nya, sangat geram mendengar nya, sebelum Tiya menghampiri Rendra tiba-tiba Reza datang mencegah Tiya yang masuk ke dalam ruangan tersebut.


"biar gue yang melayani nya, karna di sini posisi kita sama. jadi aku yang akan masuk ke dalam."tegas reza


lalu reza berjalan keruangan tersebut di ikuti daftar menu dari karyawan nya


"selamat siang semua,maaf saya Reza yang akan melayani anda semua. biar saya jelaskan untuk menu andalan nya, ada kudapan yang akan mendampingi meeting tuan-tuan semua.


atau Anda mau mencoba minuman khas kami susu jahe plus secang, minuman ini bisa menghangatkan badan dan menyehatkan.."terang Reza yang menjelaskan lebih detail lagi untuk menu dan minuman nya.


rendah mengepal tangan nya, niat nya ingin Tiya yang datang kenapa harus adik nya. Rendra tidak berpikir jauh kalau Reza akan melindungi Tiya seperti ini.


"pak Reza apa kabar? sapa salah satu rekan bisnis Rendra


"mr.sam saya baik, apa kabar anda juga.lama tak bertemu? sapa Reza balik


"saya baik, kapan bisa bekerjasama lagi pak Reza? apa ini cafe anda juga.?seru Mr.sam


"iya tapi saya bekerjasama dengan beberapa teman baik saya."jujur Reza


lalu assisten Rendra yang baru pun memesan beberapa macam minuman dan kudapan dulu, untuk makan berat nya mereka minta di sajikan di jam 2 siang saja selesai meeting.


Reza pun undur diri dari ruangan tersebut dengan sopan, beda kalau dia berhadapan dengan temannya dan beda juga dia menghadapi keluarga nya.


maka nya Reza sangat terkenal dengan kerendahan hatinya dan kesopanan nya. dia tidak pernah merasa sombong atau merasa hebat dengan apa yang dia punya.


bahkan jika menikah dengan sella, Reza akan membawa sella untuk membuat panti asuhan.


pernah niat tersebut di utarakan ke sella, dan sella hanya terdiam saja. karna mengingatkan diri nya dengan putri tapi sella mendukung semua yang memang positif dan bisa membantu sesama.


Tiya dan Yuri juga mau jadi pendonor tetap jika Reza jadi membangun panti tersebut.

__ADS_1


__ADS_2