
Dirumah Tiya tampak ramai ternyata ada sakti juga, dia ingin ikutan bergabung juga dan untuk hasil kita bisa bagi lima.
Tiya agak pusing lihat nya , semua ingin ini dan itu.
akhirnya Tiya memberi komando, mengambil alih semua nya biar mereka diam.
"kalian design dulu aja tempat nya, menu apa yang mau di jual, terus kita harus buka lowongan kerja untuk waiters cowo dan cewe. jangan lupa chef juga" terang Tiya
"gue sih gak masalah turun langsung untuk memasak karena itu yang lebih bagus kan" ide Tiya
kita harus punya taste yang berbeda"
ke empat teman nya hanya memandang Tiya saja, di dalam pikiran mereka juga hampir sama.
"Yuri mulai mendesign, sella sedang membuat menu.
Reza coba mencari bahan-bahan untuk mendekor ruangan, sakti coba membuka lowongan kerja lewat online.
jangan di tanya Tiya sedang sibuk mencatat orderan kue untuk besok di bantu Mbak sus.
"orderan kue besok lebih dari 55 kotak, langsung close dulu apa masih mau nambah" teriak Tiya ke arah sella karena mereka butuh karyawan kalau harus di atas 50 box.
"hah sebanyak itu, gak salah? baru 1 hari udah rame aja" ujar Yuri
"sakti belum cicipi kue buatan Tiya ya? tanya Yuri
"belum, boleh coba gak? tanya sakti balik ke Yuri
"ini coba dulu " Yuri menyerahkan beberapa potong cake ke sakti
"mmmmmm luar biasa, buatin buat mama gue dong? 3 macam aja" pinta sakti
"si mama pasti suka banget ini sama cake pisang" seru sakti
"iya tapi besok gak malam ini juga"sahut Tiya dengan lesu dan mata ngantuk nya.
bang sakti kita pulang yu? kasian Tiya nya cape tuh" ajak Reza
"iya besok kita bantu deh kalau di kantor gak ada kerjaan" ucap sakti
"kalian datang Kalau gak sibuk aja" sahut sella
"kita pamit ya " ujar sakti dengan matanya menatap Yuri dan hanya di beri senyum saja, sakti sudah meloncat kegirangan.
__ADS_1
Reza melihat aksi sakti hanya memutar bola mata malasnya saja.
Lo suka sama Yuri udah lama ya bang? tanya Reza
sakti hanya tersenyum saja.
"gue suka bang cara pertemanan mereka, gue seperti menemukan keluarga baru lagi"ujar Reza dan langsung masuk ke dalam mobilnya.
mereka pisah di depan rumah Tiya, dari jauh ada yang melihat mereka keluar dari rumah Tiya.
Rendra mengepalkan tangannya melihat sakti dan Reza bisa masuk kerumah itu.
"Reza kenapa ada dirumah Tiya" bathin Rendra dengan langkah kesal Rendra langsung masuk kedalam mobilnya dan membawa mobil itu dengan kecepatan tinggi.
"sial.. sial teriak Rendra memukul stir mobil nya.
"kenapaaaaa,,, kenapa giliran pilihan ku selalu di tentang" teriak Rendra seperti kehilangan akal sehatnya.
Yaa Tuhan apa harus seperti ini sakitnya"
Rendra terus berteriak sampai gak sadar sudah ada dibibir pantai. dengan memandang ombak pantai pikiran nya melayang jauh, sampai di mana hati nya lelah.
apa harus pergi menjauh biar luka hati ini bisa hilang"bathin nya terus berperang.
"masuk lah, gak usah ngintip"ujar Reza
"kamu belum tidur? tanya Rendra
"tadi aku lihat Abang di dekat rumah Tiya, kenapa gak masuk? Reza memicingkan mata nya
"hah entahlah kalau Belum kesana, aku masih penasaran walaupun gak menyapa nya yang penting sudah bisa melihat dari jauh, aku tenang" Rendra sambil menerawang dan memikirkan kedepan.
"apa aku kembali keluar negeri aja ya? tanya Rendra sambil menatap adik nya
"selama aku bertemu dengan nya beberapa kali, dia sangat baik bahkan sempurna kak? sayang kalau kakak kalah cuma karena bunda" seru Reza
"hayoo lah kak, semangatlah jangan begini"sambil menepuk pundak kakak nya
"aku istirahat dulu "Rendra melangkah kakinya keluar dari kamar adik nya
"istirahat lah,, mungkin besok aku butuh liburan"ucap Rendra
urusan hati kenapa semua orang jadi bodoh" gerutu Reza dan mulai tertidur.
__ADS_1
pagi hari nya benar sekali Rendra sudah siap-siap ke Bandara, dia akan pergi berlibur ke luar negeri sambil mengunjungi kakeknya.
untuk memantapkan hati nya, apa masih bisa bertahan atau bisa melupakan.
bunda nya terus saja menjodohkan dirinya, kadang dia merasa bunda nya menyimpan rahasia yang memang Rendra belum tau.
kenapa untuk Reza bisa untuk memilih pilihan hati nya, apa ini gak adil.
sedangkan ditempat Tiya, dari habis selesai sholat subuh sudah sibuk dengan orderan pesanan nya, hari pertama dia gak mau mengcewakan pelanggan nya.
"sella tolong ya bantu packing yang brownis dulu, biar langsung dikirim pagi ini" pinta Tiya
"emang Lo gak kerja? tanya Yuri karena harus nya sella masuk kantor hari ini.
"masih bisa kok, baru jam 7. nanti gue berangkat jam 8 saja" sahut sella sambil mempacking box brownis
jam 7 sudah jadi beberapa cake dan sudah siap dikirim.
tinggal beberapa lagi yang belum selesai dan untung nya di ambil pesanan cake tersebut siang jam 2.
gak lama bunda datang, dia melihat sibuk akhirnya ikut membantu nya. sekalian mau membawa tester karena bunda ada arisan dengan teman-teman nya.
"nanti bunda,bawa tester ya? beberapa kue aja"pinta nya
"iya boleh bunda,ini lagi banyak kok macam-macam cake nya" sahut Tiya yang sibuk membuat adonan.
selang beberapa menit ada yang datang, Tiya meminta saudara dari mbak sus untuk membantu nya.
Tinah bekerja dari jam 8 sampai jam 5 sore, karena Tiya mulai butuh karyawan.
"Tinah kalau ada teman kamu yang bisa buat kue, tolong ajak saja untuk bekerja di sini ya? seperti nya saya butuh orang lagi nih" terang Tiya
"butuh berapa orang lagi? tanya Yuri
"kurang lebih 3 orang lah cukup" sahut Tiya
"anak mbak Darmi ada yang cari kerjaan, dia bisa buat kue basah" sahut bunda. "kalau mau besok bunda minta datang kesini"
"boleh bunda, soal nya ini udah masuk orderan untuk besok kurang lebih 90 box bund"ujar Tiya, baru mulai promosi lewat teman-teman saja. Tiya mulai keteteran, apa lagi nanti orderan dari Reza dan sakti.
"Tiya nih sakti minta untuk besok paket kue 150 kotak berapa perkotaknya, isi nya 6 pcs kue katanya plus air mineral? teriak Yuri
"coba hitung dan tawarkan isi nya mau apa saja? sahut Tiya
__ADS_1
bunda merasa senang ternyata usaha anak-anaknya membawa berkah, dan mereka sangat semangat sekali. padahal awal nya mereka agak susah untuk mulai usaha karena takut gak laku.