Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB. 51 MASALAH HATI


__ADS_3

sambil berjalan lesu masuk kedalam kantor, Yuri dan sella merasa hari ini mereka sedang tidak baik-baik saja.


"apa hari ini terakhir aku bekerja di kantor ini"gerutu sella


"berasa hidup sudah di ujung tanduk aja"


Yuri hanya diam tak ingin membalas ocehan sella, mata nya mencari keberadaan Tiya.


"Lo nyari siapa cumi, dari tadi celingukan aja gak jelas banget.jangan bilang Lo cari mas sakti yang ganteng itu" gerutu sella


"Lo kenapa sih sell? salah makan apa salah tidur? jangan bilang Lo pinjam bantal tetangga jadi pagi-pagi eror begini"kesal Yuri.


sambil berjalan meninggalkan sella dan sella mengejarnya.


"Tiya dimana ya?? tumben jam segini belum datang? coba telpon cumi, gak biasa nya dia belum datang? sambil melihat jam tangan sella terus saja mengoceh.


"sella yang cantik anak ibu nya, plis dah jangan berisik bikin kepala gue sakit.bagus gak sakit jiwa dari tadi dengerin Lo ngoceh aja"terang Yuri


tiba-tiba Yuri mengamati penampilan sella dari atas sampai kebawah sembari menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal.


"kenapa Lo liatin gue kek gitu cumi?" tanya sella sembari melotot tajam.


"gak ada cuma aneh aja, Lo hari ini"jawab Yuri dengan mendengus kesal.


Lo kenapa ngikutin gue terus sella"kesal Yuri karena Yuri sudah pusing dengan masalah dia dan sakti.

__ADS_1


"iya terus gue ikutin siapa? Tiya belum datang,, Adi lagi ngopi? dan cuma ada Lo kan"jawab sella


sedangkan di lobby tampak Tiya datang terburu-buru karena tadi sempat bermasalah di jalan.


Tiya langsung masuk keruangan nya dan melewati meja Yuri, tapi dia mundur lagi dan menyambar minuman teh manis di meja Yuri. dia minum sampai tandas gak bersisa, Yuri hanya menganga melihat kelakuan teman seperguruannya.


"kenapa hari ini mereka pada geser semua ya otak nya" gumam Yuri sambil kembali menatap laptop nya.


lalu dia bergidik ngeri sambil meringis, Yuri juga mencari sosok Adi karena dari tadi mencopy data aja sampai sudah 30 menit belum kembali juga.


Yaa salam hari ini benar-benar bikin emosi jiwa aja" kesal Yuri


Tiya hanya melirik Yuri lalu fokus lagi dengan kerjaan nya.


"apaan sih,, lagi sibuk nih"jawab sella lalu kembali meneliti berkasnya yang selesai di copy sama Adi.


Tiya pun melempar sella dengan pulpen baru lah sella sadar


"Yaa ampun Tiya, Lo kemana aja sih itu si bos udah 4 kali telpon gue bikin gue sakit gigi aja"gerutu sella sambil berkacak pinggang di depan meja Tiya.


Tiya langsung memutar bola mata nya dengan cepat menutup mulut sella. "bisa gak gak usah keras-keras mulut Lo, belom pernah di lakban ya"bisik Tiya.


Yuri hanya menepuk jidat nya dan kembali fokus dengan Adi karena sore ini ada prospek.


"Tiya tadi gue di panggil sama bos,ini di luar soal kerjaan" bisik sella

__ADS_1


"gue gak peduli" jawab Tiya acuh lalu kembali dengan kerjaan nya.


"gue kan kasih tau Lo, masa Lo gak mau dengar" ujar sella


Tiya hanya mengangkat tangan nya tanda untuk sella berhenti.


sella pun mundur dan kembali ke meja nya sambil melirik ke arah Yuri.


Tiya menghela napas panjang, apa harus pindah kerja karena dia merasa gak nyaman kalau Rendra trus mencari tau tentang hidupnya.


jam istirahat pun tiba, semua team nya Tiya sudah menuju kantin, tiya dengan Yuri keluar memilih mencari bakso.


sella sedang ada keperluan dadakan dia pergi dengan Bu Sukma.


mereka berdua diam sepanjang jalan dengan pikiran masing-masing.


Yuri.. kalau gue pindah kerja enak gak ya? Tiya sambil berpikir


"sama gue juga lagi mikir kesitu"ujar Yuri


"gue merasa lagi gak nyaman aja atau gue ambil cuti dulu ya, sambil cari kerjaan baru"ide Tiya


"apa ini solusi yang bagus? tanya Yuri, atau kita hanya mau lari dari masalah yang emang sebenarnya sepele"terang Tiya.


hanya masalah hati"

__ADS_1


__ADS_2