Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 48. JOGGING


__ADS_3

ayah mengajak aura, putri dan sakti lari lagi di sekitar taman komplek perumahan tidak jauh dari rumah Yuri.


ayah selalu mengajak bercanda cucu nya karena Yuri hanya anak tunggal jadi kehadiran Tiya dan sella dia anggap anak kandungnya sendiri, aura dan putri di anggap cucunya.


Tiya lebih dekat dengan keluarga Yuri sekarang di banding saudara kandungnya yang ada selalu di hina, kecuali jika Tiya mengeluarkan uang yang mereka minta barulah Tiya akan di puji dan di anggap adik nya.


mereka berjalan mengitari taman,sampai waktu sudah jam 8 pagi.


ayah aku lapar nih"teriak putri,, ayoo kita pulang pasti bunda sudah masak makanan yang sangat lezat"ujar putri sambil dia menjilat bibir nya.


ayah hanya menepuk jidat nya melihat cucu nya baru 4 putaran sudah lapar.


hahahaaa ayoo kita pulang, kasihan sekali cucu ayah sudah pada lapar"tutur ya


mereka berjalan kaki kembali kerumah, banyak tetangga yang menyapa ayah Bambang dengan bangga dia memperkenalkan cucunya itu.


"bundaaaaaa "teriak putri dan aura


belum masuk ke pintu pagar rumah mereka sudah berlarian memanggil bunda yang sedang sibuk merawat tanamannya.


"haii kok sudah selesai lari pagi nya? apa kalian lapar? tanya bunda


kedua anak itu pun menangguk dengan cepat


hahhaahaha ayah Gimana sih, cucu nya lapar kok malah diam aja"ucap bunda sambil menghapus keringat suami nya dengan handuk kecil.


sakti ayoo masuk kita sarapan sama-sama ya"ajak bunda


sakti mengikuti langkah kaki ayah di depan nya, mereka masuk keruang makan.

__ADS_1


sakti mengedarkan pandangannya mencari sosok Yuri, bahu sakti di tepuk oleh ayah


"kalo nyari nona rumah di sini nanti jam 10 Pasti itu anak bertiga kelaparan, akan keluar kamar saling berebut piring" kekeh ayah sambil duduk dan menunggu bunda mengambil makanan untuk nya.


sakti memperhatikan aura dan putri mereka sangat senang sekali dengan bunda dan ayah seperti cucu kandung sendiri.


"habis ini kalian mau kemana? tanya sakti


"mmmm kita sih kalo ada yang ajak ke toko buku oke..oke aja trus di tambah lagi di traktir es krim itu lebih oke lagi" seraya mengacungkan jempol tangan nya aura di tunjukan ke sakti.


"hahhaahaha cucu ayah Bambang hebatt"sela ayah


"habis ini kalian bersihkan diri ya, nanti tunggu ayah di ruang tamu, kita akan ke toko buku dan minum es krim sepuas nya.


"gimana kalau kita ajak ke perpustakaan aja om"ucap sakti


di sana banyak buku bacaan yang pasti aura dan putri suka?


"masakan Tante memang luar biasa dari dulu"sanjung sakti


"nak sakti bisa aja, terlalu berlebihan memuji Tante" ucap bunda.


ayah bunda,, aku sama aura sudah selesai. boleh aku bersih-bersih duluan" pamit putri


aura mengambil piring bekas makan nya dan membawa ke dapur untuk di cuci, tapi di larang oleh mbak Darmi


"gak apa mbak kan aku sudah biasa, walau di rumah ada mbak sus, tapi kalau selesai makan mama selalu mengajarkan untuk langsung cuci piring sendiri"terang aura


"aku juga sudah biasa kok cuci piring"seru putri

__ADS_1


"aduh cucu ayah pintar sekali dan sudah mandiri, ayah bangga sama kalian"ujar ayah.


ya sudah kalian bersihkan tapi inget hati-hati ya" ucap bunda sambil tersenyum bangga.


sedangkan di dalam kamar Yuri, Tiya dan sella masih pulas sekali, malah belum ada tanda-tanda untuk bangun tidur.


bunda hanya menggelengkan kepala aja, lalu menutup pintu kamar itu lagi.


mbak,, panggil bunda dengan lembut


"kalo nanti Yuri,sella dan Tiya sudah bangun langsung suruh sarapan ya mbak,,saya sudah siapkan di meja dan kalo mereka tanya bilang aja kita pergi sama anak-anak dan nak sakti"ujar bunda


"baik Bu nanti akan mbak kasih tau ke non Yuri"jawab mbak Darmi dengan sopan.


"mbak juga jangan lupa sarapan, jangan kerja terus ya? ucap bunda sambil berjalan keluar menyusul ayah dan cucunya yang sudah di dalam mobil.


mobil melaju menuju perpustakaan, didalam perjalanan ayah dan sakti sibuk bertukar cerita, sedangkan putri dan aura serta bunda gak mau kalah mereka sibuk bergosip tentang mama mereka.


tiba-tiba bunda bertanya "nak sakti sudah punya pacar?


"belum Tan, belum ada yang cocok"jawab sakti


"apa om sakti lagi suka sama Tante Yuri ya? ceplos aura yang mulut nya langsung di tutup dengan putri


" eh masa sih sakti suka sama anak om? selidik ayah


"sakti hanya tersenyum saja dan melirik lewat kaca


"gak apa-apa lah yah kan Tante Yuri cantik dan om sakti ganteng"ujar putri

__ADS_1


"anak kecil udah tau ganteng aja"sela bunda


mereka semua tertawa dan tanpa sadar sudah sampai di tujuan.


__ADS_2