Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 41.


__ADS_3

Selesai makan malam tiya pun berpamitan karena pasti aura menunggunya, tiya dan yuri sudah bermain kode.


Ternyata taksi online sudah menunggu tiya


tiya mencium pipi bunda ayu"aku pulang ya bun dan maksih


"ayah aku pulang ya"sambil mencium tangan ayah bambang


"hati-hati ucap bunda dan ayah yuri


Tiya langsung bergegas naik ke dalam mobil dan yuri langsung memberi kode lewat matanya.


Tiya mengangguk paham


Rendra menyusul keluar tapi sayang yang dikejar sudah pergi


"tiya kemana? Tanya rendra


"pulang lah pak kan kasian anak nya udah nunggu ayam kecap"terang yuri


Rendra hanya menghela napas saja


Sakti sedang berbincang-bincang dengan om bambang


Mereka tertawa terbahak-bahak dan yuri yang melihat nya langsung masuk ke dalam kamar


"kenapa pada jadi betah semua"gumam yuri

__ADS_1


Yuri langsung membersihkan diri.


Tok..tok..tok


Yuriii" panggil bunda ayu


"kamu lagi ngapain itu teman nya mau pamitan pulang?


"ya udah bund suruh pulang aja, aku udah ngantuk"jawab yuri


Kebiasaan banget ini anak kalau tamu cowo pasti di cuekin bathin bunda


"aduh maaf nak sakti dan nak rendra seperti nya yuri sudah ketiduran, bunda sudah bangunkan "dusta bunda, gara-gara yuri aku jadi bohong deh bathin bunda


"hahaha yuri memang suka gitu"timpal ayah yuri


begitupun dengan rendra ikut pula mencium tangan orang tua yuri.


"hati-hati ya dan sampaikan salam om sama papa dan mamamu"


Mereka pulang menggunakan taksi online tapi mereka kembali kekantor dulu untuk mengambil mobil yang mereka parkir di parkiran kantor.


sepanjang perjalanan rendra hanya menatap jalanan sedangkan sakti tersenyum membayangkan yuri kecil.


Uhh kalau jodoh gak kemana"bathin sakti


Susahnya dari dulu untuk milikin hati mu fathiya"gumam rendra sambil memijit pelipisnya

__ADS_1


Makin dikejar malah makin jauh.. Harus gimana lagi.


Sampai dilobby kantor mereka berpisah masuk ke mobil masing-masing. Gak lupa rendra mengucapkan makasihnkr sakti dan langsung menyalakan mesin mobilnya meninggalkan kantor.


Rendra gak lupa mampir kerumah tiya walau hanya melihat dari jauh itu sudah jadi kegiatan malam rendra.


Didalam rumah tiya sedang bercerita dengan aura kalau besok kakek nya ulang tahun, mereka sedang memikirkan kado yang mau mereka beli.


"Aduh mah bisa lanjut besok gak, aku ngantuk"rengek aura


"yaelah besok pagi kan kita pasti sibuk nak"ucap aura sambil memajukan bibir nya


aura memicingkan matanya"sibuk apa sih mah,besok libur..libur "bisik aura sambil meninggalkan mama nya sendiri diruang tv.


Ya ampun tuh anak tua sebelum waktu nya"ucap mamanya


"kan mama yang bikin aku tua selalu di ajak mikir yang gak jelas"teriak aura


Eh masih denger tuh anak kurcaci"teriak tiya sambil tertawa


Aura mendengar mama nya teriak langsung terbahak-bahak


"maka nya mah cepetan cari papa baru biar gak gangguin aku trus"teriak aura


Eh apa dia bilang papa baru.. Harap jangan mimpi neng"gumam tiya


Rasanya untuk membuka hati sangat sulit ditambah status jandanya ini yang bikin tiya minder.

__ADS_1


Kerja dan membesarkan anak itu tujuan tiya karena dia gak mau sampai anak nya kekurangan apa pun.


__ADS_2