
Selesai makan malam tiya pun berpamitan karena pasti aura menunggunya, tiya dan yuri sudah bermain kode.
Ternyata taksi online sudah menunggu tiya
tiya mencium pipi bunda ayu"aku pulang ya bun dan maksih
"ayah aku pulang ya"sambil mencium tangan ayah bambang
"hati-hati ucap bunda dan ayah yuri
Tiya langsung bergegas naik ke dalam mobil dan yuri langsung memberi kode lewat matanya.
Tiya mengangguk paham
Rendra menyusul keluar tapi sayang yang dikejar sudah pergi
"tiya kemana? Tanya rendra
"pulang lah pak kan kasian anak nya udah nunggu ayam kecap"terang yuri
Rendra hanya menghela napas saja
Sakti sedang berbincang-bincang dengan om bambang
Mereka tertawa terbahak-bahak dan yuri yang melihat nya langsung masuk ke dalam kamar
"kenapa pada jadi betah semua"gumam yuri
__ADS_1
Yuri langsung membersihkan diri.
Tok..tok..tok
Yuriii" panggil bunda ayu
"kamu lagi ngapain itu teman nya mau pamitan pulang?
"ya udah bund suruh pulang aja, aku udah ngantuk"jawab yuri
Kebiasaan banget ini anak kalau tamu cowo pasti di cuekin bathin bunda
"aduh maaf nak sakti dan nak rendra seperti nya yuri sudah ketiduran, bunda sudah bangunkan "dusta bunda, gara-gara yuri aku jadi bohong deh bathin bunda
"hahaha yuri memang suka gitu"timpal ayah yuri
begitupun dengan rendra ikut pula mencium tangan orang tua yuri.
"hati-hati ya dan sampaikan salam om sama papa dan mamamu"
Mereka pulang menggunakan taksi online tapi mereka kembali kekantor dulu untuk mengambil mobil yang mereka parkir di parkiran kantor.
sepanjang perjalanan rendra hanya menatap jalanan sedangkan sakti tersenyum membayangkan yuri kecil.
Uhh kalau jodoh gak kemana"bathin sakti
Susahnya dari dulu untuk milikin hati mu fathiya"gumam rendra sambil memijit pelipisnya
__ADS_1
Makin dikejar malah makin jauh.. Harus gimana lagi.
Sampai dilobby kantor mereka berpisah masuk ke mobil masing-masing. Gak lupa rendra mengucapkan makasihnkr sakti dan langsung menyalakan mesin mobilnya meninggalkan kantor.
Rendra gak lupa mampir kerumah tiya walau hanya melihat dari jauh itu sudah jadi kegiatan malam rendra.
Didalam rumah tiya sedang bercerita dengan aura kalau besok kakek nya ulang tahun, mereka sedang memikirkan kado yang mau mereka beli.
"Aduh mah bisa lanjut besok gak, aku ngantuk"rengek aura
"yaelah besok pagi kan kita pasti sibuk nak"ucap aura sambil memajukan bibir nya
aura memicingkan matanya"sibuk apa sih mah,besok libur..libur "bisik aura sambil meninggalkan mama nya sendiri diruang tv.
Ya ampun tuh anak tua sebelum waktu nya"ucap mamanya
"kan mama yang bikin aku tua selalu di ajak mikir yang gak jelas"teriak aura
Eh masih denger tuh anak kurcaci"teriak tiya sambil tertawa
Aura mendengar mama nya teriak langsung terbahak-bahak
"maka nya mah cepetan cari papa baru biar gak gangguin aku trus"teriak aura
Eh apa dia bilang papa baru.. Harap jangan mimpi neng"gumam tiya
Rasanya untuk membuka hati sangat sulit ditambah status jandanya ini yang bikin tiya minder.
__ADS_1
Kerja dan membesarkan anak itu tujuan tiya karena dia gak mau sampai anak nya kekurangan apa pun.