
"kalau memang nanti gue dan Rendra berjodoh, saat itu mungkin gak akan menolaknya. tapi saat ini biarlah kita memilih masing-masing cara kita untuk menentukan nasib kita, gue berharap Rendra mendapatkan jodoh yang lebih baik" terang Tiya tanpa terasa airmata nya menetes dan dengan cepat Tiya menghapus nya.
"sabar ya,, gue paham di dengan posisi Lo saat ini. gak gampang jadi seorang janda pasti penilaian orang akan selalu negatif. bukan kamu dan dia yang mengejar tapi cinta yang akan datang dengan sendirinya" ucap Yuri memeluk teman nya seolah memberi ketenangan.
dari balik pintu Reza masih mendengarkan semua nya, ada rasa sakit mendengar penuturan Tiya.
harusnya bunda nya jangan terlalu ikut campur untuk urusan jodoh anaknya, justru akan jadi Boomerang nanti nya.
ada rasa sakit hati dan kecewa yang mereka rasakan ulah bunda nya.
"Yuri,, cobalah membuka hati untuk sakti. dia tulus kok sama Lo,gak semua orang punya hati yang sama" jelas Tiya Agar Yuri jangan melihat dari kegagalan kemarin dan di tambah kegagalan Tiya.
"masalah rumah tangga gue itu jauh banget dengan cerita Lo, jadi jangan takut untuk berumah tangga,," ujar Tiya
"gue akan coba tapi butuh waktu untuk menyembuhkan luka hati gue"sahut Yuri
"pasti dengan hadir nya sakti,luka itu akan sembuh seiringnya waktu dan perhatian dari sakti" tukas Tiya
mata mereka tertuju pada sosok yang datang dari ruang tamu
"eheem lagi pada serius nih " sapa Reza
"gak ada lagi sambil mencatat pesanan saja, za" sahut Tiya
"Lo udah makan? tanya Yuri
"udah tadi bareng sama sella dan sakti di kantor, kapan kita mau berangkat cari rumah kontrakan" ujar reza
"bentar kita siap-siap, oh ya tapi gak bisa lama karena nanti yang mau kerja pada datang mau di test? ucap Tiya sambil masuk kekamar
Yuri dan Reza saling pandang, Reza memberikan kode dan Yuri paham.
"Abang Lo aja kurang peka, harus nya dari awal deketin Anaknya lah kalau dia sayang sama Tiya. ini yang di kejar malah emaknya aja" Yuri mencebikkan bibirnya
"nama nya juga Rendra cowo paling baperan seantero jagat tanah leluhur" sahut Reza
semalam aja asal Lo tau kalau bukan Abang gue udah gue jitak, ngapain dia merhatiin rumah ini coba.bukan Dateng masuk ke dalam rumah pake basa basi kek atau pura-pura apa kek" kesal Reza
" emang orang jatuh cinta terlihat bodoh ya" canda Yuri
" iya kek Lo sama bang sakti" hahahaha Reza terbahak-bahak
langsung dilempar pakai box kosong sama Yuri.
"yuk jalan takut nya nanti gak keburu waktunya" ajak Tiya yang langsung mendahului Yuri dan Reza yang masih saling lempar barang.
" kita cari yang dekat sini dulu aja, tadi temen gue ada rekomendasi rumah. ada beberapa yang bisa Lo pilih, biar gak jauh juga dari tempat tinggal Lo. dan bisa Lo awasi setiap menit" cerocos Reza mata nya menatap jalan dan sekali-kali melihat alamat yang di berikan temannya itu.
" nah ini salah satu rumah nya, bentar gue hubungi orang nya" ujar Reza langsung menghubungi temannya.
selang berapa menit teman nya datang dan memberikan kunci rumah untuk di lihat-lihat.
"berapa sewa perbulan nya pak? tanya Tiya
" ini tahunan mba, kalo minat untuk over kredit bisa kok!" karena saya ada 3 rumah yang mau saya over kredit" jelas si punya rumah.
"model nya seperti ini pak ? tanya Yuri
" iya tipe nya sama semua dan gak jauh beda juga design nya" jawab si punya rumah.
"ya sudah pak nanti saya hubungi lewat Reza ya pak" pamit Tiya
"harga nya gak bisa kurang lagi pak" ujar Yuri
" kalau berminat masih bisa nego kok ,mba" sahut pak Tio pemilik rumah tersebut.
__ADS_1
usai melihat rumah mereka kembali kerumah Tiya , sepanjang jalan Tiya berpikir apa rumah nya saja di buat tempat pembuatan kue dan tempat tinggal para karyawannya.
Tiya bisa tinggal di apartemen untuk sementara waktu lagi pula dia akan banyak waktu di usaha baru nya dan kantor.
sampai dirumah nya Tiya sudah di tunggu oleh karyawan yang mau kerja.
"maaf sudah lama ya nunggu? sapa tiya dengan menatap satu persatu wanita di hadapan nya
"gak Bu baru 10 menit kok" jawab mereka
"tunggu sebentar ya saya masuk ke dalam dahulu" ucap Tiya yang di iringi Yuri serta Reza.
"mbak sus tolong buatkan minum untuk Reza dan Yuri ya? teriak Tiya
"iya Bu " jawab mbak sus
Tiya dan Yuri pun keruang tamu lagi untuk menyapa dan menginterview ketiga wanita tadi.
"sebutkan nama kalian tanya Yuri
"saya Dewi, mba
"saya uti, mba
dan saya Siti "jawab mereka satu persatu
"saya hanya membutuhkan yang bisa membuat kue maksud saya macam-macam kue serta saya butuh juga yang bisa memasak makanan berat, apa kalian bisa? tanya Yuri
"saya kue basah sama masak makanan berat bisa mba" sahut Siti
"kalau kue semacam bolu serta brownis saya bisa, mba. juga kue kering dan semacam pastel dan lain-lainnya, Inshaa Allah saya bisa" ucap uti
"kalau kamu Dewi tunjuk Tiya ke arah Dewi
"berarti semua punya dasar membuat kue dan memasak ya jadi kita bisa bekerja sama dan membagi tugas " tutur tiya.
"masalah gaji dan tempat tinggal nih, kalau kalian ngontrak kan sayang lebih baik uang nya kalian tabung. kalian bisa tinggal disini, yang penting jaga kebersihan.
untuk makan saya tugaskan kalian bergantian masak jadi biar gak saling iri ya" jelas Yuri
"apa masih ada yang mau kalian tanya kan? tanya Yuri
"ini mbak sus, kalau ada apa-apa bisa tanya mbak sus" ujar Tiya
"iya mba, kita sudah paham kok" sahut mereka bersamaan
"kalau begitu kami undur diri dulu ,besok kami datang lagi jam 6 pagi mba. karena harus membereskan barang yang akan kami bawa tinggal disini" terang Siti mewakili Dewi dan uti.
"baiklah kalau seperti itu karena besok kalian sudah mulai bekerja, orderan ada 400 box Snack dan 80 box cake serta brownis" tukas Tiya
" saya harap kalian bisa betah ya bekerja dengan kita" seru Yuri dengan tersenyum manis.
Reza hanya melihat dan tanpa memberi komentar apapun, senang bisa bergabung dengan Yuri dan Tiya.
" oh ya ,za besok siang kita ada janji sama ibu yang punya toko. suami nya setuju kita bayar 2 tahun" ujar Tiya
"besok kita hanya kasih tau cara buat adonan nya dan untuk takaran nya tolong di catat ya, Yuri" tukas Tiya
"nanti bagi tugas sama sella juga ya" sahut Yuri
"mbak sus, aku mau kopi susu dong. kalian mau gak? pinta Tiya dan menawarkan juga ke Reza dan Yuri
mereka pun mau karena Yuri butuh kopi untuk melanjutkan design interior nya untuk cafe mereka.
"itu sella sama sakti sudah datang" tunjuk Reza dengan dagu nya
__ADS_1
"ini kita bawakan makan malam, pasti kalian belum makan kan? seru sakti sambil membawa bungkusan nasi Padang dan menyerahkan ke mbak sus
"belum sih baru mau masak" sahut Tiya
" ini ada lebih buat mbak sus juga" ujar sella.sambil melangkah masuk ke kamar untuk ganti baju
"wah udah lama banget gak makan nasi Padang " seru Reza
"kita tunggu sella ya baru kita makan sama-sama " pinta Yuri
sambil menunggu sella, Tiya menjelaskan apa saja yang besok mereka lakukan. karena besok ada sella jadi bisa bagi-bagi tugas, dan gak lama sella keluar dari kamar langsung bergabung dengan yang lainnya.
mereka mulai memakan makanan yang di bawa sakti, sambil melemparkan ide-ide mereka.
gak nyangka dari iseng-iseng kalian bisa langsung banyak orderan "bangga sakti melihat mereka
"Alhamdulillah mungkin biar kita nambah semangat dan bukan cuma karena ingin menghindari seseorang" sindir Reza
sella langsung tersedak makanan, Yuri memberikan minuman ke sella
"hati-hati kalau makan" tukas Yuri
"besok rencana nya kalian mau jalan jam berapa? biar gue bisa atur waktu dan ketemuan di sana saja" ucap sakti
"jam 2an saja atau jam 1 juga boleh? sahut Tiya
"ya sudah tolong kabarin gue pas pagi nya" sela sakti sambil menghabiskan makanan nya
"semoga semua bisa berjalan lancar" doa Tiya
yang di aminin teman-temannya.
"ini pesenan nyokap, Lo "Yuri menyerahkan tiga kotak kue ke sakti
"makasih ya" ucap sakti dengan senyum manis memandang wajah Yuri
Yuri pun tertunduk malu, dan langsung memerah muka nya.
sella dan Tiya saling menyikut tangan nya, melihat Yuri malu-malu.
" Sudah malam, kita pulang dulu ya? besok pagi gue usahakan datang" pamit Reza
"iya sambil numpang sarapan pagi" gerutu sella
Tiya hanya menatap dengan jengah melihat dua teman nya selalu ribut.
"itu tahu neng " Reza mencolek dagu sella sambil tertawa
" idiih genit banget sih " cebik sella
Reza suka melihat sella cemberut malah makin jadi Reza terus menggoda sella.
" kalian semua hati-hati"teriak Tiya yang langsung masuk kedalam rumah.
sakti tiba-tiba menggenggam tangan Yuri dengan erat sampai di depan mobil nya, sakti enggak mau melepaskan tangan nya.
"bang sakti hati-hati" ujar Yuri
"aku pulang ya" ucap sakti
yang hanya di balas dengan anggukan kepala saja dari Yuri
gemas sekali sakti melihatnya ingin rasa nya dia peluk tapi sakti sadar belum bisa terlalu jauh. yang ada Yuri semakin menjauh lagi.
setelah Reza dan sakti pulang, Yuri dan sella langsung cepat-cepat membersihkan diri.jangan tanya Tiya sudah masuk ke dalam mimpi.
__ADS_1