Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 81


__ADS_3

kejadian 40 tahun masih membekas di hati ibunya Tiya, dimana dia di fitnah bahkan di usir oleh keluarga suami nya.


bahkan orang tua ibu nya Tiya yang tidak tahu apa-apa pun di ikut kena hinaan.


di situlah suami nya tahu siapa keluarga asli nya yang hanya gila akan harta.


"Sri..aku minta maaf, bahkan sampai sekarang aku terus mencarimu. teringat akan kesalahan ku dahulu.."ungkapan ibu nya Rendra di abaikan saja oleh ibu nya Tiya.


"maaf seperti nya, nyonya sudah salah orang..maaf permisi,anak saya sudah menunggu.."sahut ibu nya Tiya


yang berjalan meninggalkan ibu nya Rendra.


Rendra memperhatikan interaksi antara ibu nya dan ibu nya Tiya,bahkan Reza mendengar semua permintaan maaf ibu nya di situlah ada tanda tanya besar.


"melihat ayah dengan ayah nya Tiya,dia saudara sepupu? tapi kenapa ibu nya Tiya sangat membenci bunda.."lirih Reza


Reza termenung bahkan ingin mencari tahu kalau ternyata dia masih saudaraan dengan Tiya.


"Stt..Stt..ada apa sih,tegang banget dua kubu..besan yang tertunda alias gagal.."bisik Yuri


yang membuat Reza terlonjak kaget


"sialan Lo pikir gue jurig.."kesal Yuri


"bukan ketua nya jurig malah.."sahut Reza yang mendapat timpukan sendal dari Yuri.


acara pembukaan di mulai dan satu persatu pendiri cafe segara masuk kedalam acara, bahkan mereka berdiri berdampingan sambil berpegangan tangan seolah masing-masing memberikan kekuatan satu sama lain nya.


"fokuslah,,anggap dia sudah mati.."bisik Reza di telinga Tiya lalu Tiya menatap mata Reza tersenyum, mungkin orang lain yang sedang melihat mereka seolah sepasang kekasih yang saling memberi kekuatan dan rasa sayang.


"Sella, jangan cemburu ya honey.."ledek Reza

__ADS_1


"teruskan sandiwara kalian sangat amat keren.."sahut sella


yang mendapat cubitan dari Yuri.


"sakit.."rengek sella


"ini kalian bertiga bisa gak diam,, kita sedang di tatap bos Rendra dan kekasih hati nya.."cebik sakti yang membuat mereka tertawa bersamaan.


sampai MC ikutan tersenyum, melihat interaksi ke lima pendiri cafe.


tiba-tiba saja secara sepontan Kiki memberikan Tiya buket bunga,membuat para tamu nampak riuh dan memberikan tepuk tangan. bahkan memberi pujian kepada dua orang berlainan jenis.


"yaah Kiki pake kasih bunga segala,rusak deh acara nya.."gerutu sella lalu dapat cubitan dari sakti


"biar Rendra penasaran, lihat Tiya terus menggandeng tangan Kiki..hahaha puas..tertawa mengejeknya sakti


"siapa laki-laki tersebut.."lirih Rendra


lalu Deby pun maju memberikan selamat kepada Reza dan melirik ke Tiya


"calon tunangan Rendra .."timpal deby


"oh ya..selamat nona.."ucap Tiya dengan senyum yang sangat manis. bahkan banyak pengunjung yang memuji kecantikan Tiya yang alami.


selain cake dan makanan mereka yang di puji para pendiri cafe pun tak luput dari pujian, Bahkan banyak yang bilang lebih baik jadi artis saja.


"katarak kali mana ada gue cantik bahkan ayah gue aja lebih milih ke aura di banding gue anak hasil brojol bunda.."celoteh Yuri yang dapat sentilan dari bunda nya


"semua di sini cantik dan tampan.."sahut ibu Tiya


"iya kok,siapa bilang nak Yuri tidak cantik.."timpal ibu nya sella

__ADS_1


"sudah-sudah, ayo waktu nya kita memperlihatkan para tamu bagian ke tiga ruangan yang akan jadi favorit para pengunjung terutama untuk keluarga.."tutur ayah Bambang


lalu sakti menjelaskan ke para tamu undangan untuk segera berdiri dan menuju bagian ketiga ruangan cafe.


tirai di buka, langsung para tamu berdecak kagum bahkan ada yang langsung penasaran memvidiokan ruangan yang terdiri dari persawahan asli, yang sengaja reza dan sakti tanamkan padi, dan saung di tengah-tengah kolam ikan ketika pengunjung akan ke saung harus menggunakan perahu, terlihat air terjun mungil sesuai permintaan Tiya.


"ini sih gak usah pulang kampung atau cape-cape pergi ke pedesaan di sini sudah ada.."seru tamu undangan


di kesempatan ini Rendra coba mendekati Tiya, tapi selalu tidak berhasil karna sakti dan Reza silih berganti menjaga nya,ketika sakti lengah atau Reza juga sibuk di gantikan Kiki dan orang tua Yuri.


"kenapa di jaga ketat sekali, seakan mereka ingin menjauhkan ku dengan Tiya.."gumam Rendra, lalu dia melihat aura yang sedang bercanda dengan putri. saat akan mendekati nya malah aura menatap wajah Rendra sinis. tidak ada sapaan Daddy atau pelukan hangatnya untuk Rendra.


"hai putri apa kabar.."sapa Rendra


"baik om ,, "jawab putri acuh


"aura sekarang tinggal di mana? kok ada om malah pergi.."pertanyaan Rendra seolah mengintrogasi putri yang membuat putri berdiri dan menatap malas wajah Rendra


"mama Tiya dan aura tinggal di luar negeri bersama papa Kiki..mereka sekarang bikin tempat kopi juga sama papa Reza..."ungkap putri sambil melangkahkan kaki mau mengejar aura,tapi sebelum melangkah jauh tiba-tiba putri membalikkan badan nya dan mengatakan ke Rendra


"Om sebaiknya menjauh gak usah pura-pura baik sama kita ."seru putri sinis


Rendra seolah tidak mempunyai tulang,lemas yang dia rasakan. anak kecil yang kemarin menyambut nya dengan hati senang bahkan sampai memeluk nya erat Sekarang sangat membenci dirinya. Jangan kan untuk menyapa melihatnya saja seolah aura tidak Sudi.


"sayang kalau kita bertunangan kita sewa cafe ini ya.."rengek deby yang tiba-tiba datang dan memeluk Rendra erat


ada mata yang memandang mereka dengan sendu, aura melihat orang yang dua bulan lalu dia panggil Daddy Rendra,ternyata sudah menyakiti hati mama nya sangat dalam.


"pantesan mama pergi.."lirih aura


"udah hayo..Kan ada papa Kiki yang baik sama kita.."sahut putri.

__ADS_1


"ya udah yuuk kita ke kakek dan nenek ku aja.."ajak aura yang di ikuti oleh putri.


Tiya tahu kalau aura pasti akan marah dengan Rendra, kecewa yang sama dan ada rasa menyesal tapi semua langsung Tiya tepis semua tentang Rendra.


__ADS_2