Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 94


__ADS_3

semua mulai berkumpul di cafe dan sella mengusulkan untuk para ibu-ibu heboh ini masuk keruangan kerja sella dan Tiya.


bahkan ada ibu nya sakti juga, dan tidak ketinggalan pengantin baru juga datang.


"sombong banget Lo sell, sampe gak inget sama gue."cebik Yuri


"nah masa lagi honey moon, Lo gue gangguin. kalau udah seminggu baru Lo gue paksa kerja lagi."seru sella


"ini lagi mau nikah gak bilang-bilang, "kesal Yuri melihat Tiya yang baru datang sudah di berondong pertanyaan


"hahahaha eh ada pengantin baru,"Tiya langsung memeluk sahabatnya itu


"udah basi, habisnya kalian gak ada yang ingat sama gue."gerutu yuri


"idih abis nikah jadi sensi begini amat ya? ledek sella


"iya kayak nya ada yang salah nih."timpal Tiya


"sini kita pelukan biar kangennya hilang."seru sella


mereka bertiga berpelukan bahkan saling tertawa satu sama lain sedang melepas kangennya.


terlihat para ibu-ibu yang sedang mengatur acara akad nikah Tiya, ada sella juga di antara mereka karena sella memberikan konsep yang Tiya minta.


sangat amat sederhana sehingga para ibu-ibu protes ke sella dan sella yang di bantu Reza sempat kewalahan banget.


"gila ya Bu ibu pada gak sabar banget apa ya? seru Reza


"ini yang nikah para geng emak-emak apa Tiya? tanya sella


"iya Tiya, tapi kenapa sangat singkat dan sederhana banget sih acara nya? kesal ibu nya sakti


"Tiya yang mau nya begitu kan,Tante tadi dengar sendiri."jawab Reza


"tapi pesta nya jangan tiga jam juga, paling ngga buat di empat sampai lima jam Dong? kan cafe nya gak bayar juga."timpal ibu sella


"kita ikuti mau nya anak-anak sajalah, mbak."ujar bundanya Yuri yang agak sedikit bijak.


mereka tidak sadar para suami mereka pun sedang sibuk di rumah ayah Bambang juga.


mengatur jam berapa akan menikahkan putri mereka, Tiya dibuat pusing oleh para orang tua.

__ADS_1


"jadi gimana,sell? tanya Tiya


"pusing gue sama emak-emak rempong tuh. mama nya Kiki sih gak masalah, apa lagi ibu Lo. ikut aja, tapi yang ribet justru ibu gue sama mertua nya Yuri tuh."tunjuk sella dengan bibir nya.


"hahhaahaha baru kali ini gue presentasi soal wo sama ibu-ibu,sumpah kapok sih gak cuma ngeri saja."timpal Reza


"jadi akad nikah jam delapan pagi ya? terus acara di lanjut resepsi kan? "terang sella


"iya gitu aja jadi jam 1 acara sudah selesai."sahut Tiya


"kenapa resepsi gak malam saja,"ide Reza


"iya sih, kenapa gak pake jeda aja."timpal Yuri


"gak usah jadi gue gak perlu ganti busana lagi, cukup kebaya satu saja."ungkap tiya


"yah gak seru dong? ujar Yuri


"ini kan pernikahan kedua gue jadi gak usah terlalu mewah tapi masih terlihat elegan. konsep sederhana untuk orang-orang yang mempunyai budget pas-pasan tapi ingin pesta terlihat mewah bisa kita jadi kan contoh penawaran di cafe kita ini, "ungkap Tiya


temannya pun akhirnya mengerti maksud nya Tiya seperti apa.


"apa Kiki setuju dengan konsep ini? tanya Reza


pernikahan sederhana bukan berarti mengurangi kebahagiaan kita, justru kita sangat bahagia bisa mewujudkan impian kita."ungkap Tiya


"bentar lagi, Lo fitting kebaya ya? mamih sakti sudah info kan teman nya minta di buat sesuai kemauan Lo."terang Yuri


"cepat juga ya jadi nya pesan kemarin."sahut sella


"iya yang penting ada gambar dan ukurannya saja."ujar Yuri


"tapi memang kebetulan kebaya yang Tiya mau itu sudah ada contoh nya jadi teman mamih tinggal lanjutkan saja dan menyesuaikan ukuran badan Tiya."timpal mamih sakti yang tiba-tiba masuk ikut nimbrung obrolan anak-anak mereka.


"mama, apa Kiki sudah mengabari mama."tanya Tiya ke calon mertua nya


"sudah sedang di rumah om Bambang katanya, ada ayah mu juga."jawab calon mertua nya.


"perasaan gue gak enak nih.."ujar sella


"hahahahahaha apa lagi gue yang anak kandung nya aja rada ngeri-ngeri sedap."sahut Yuri

__ADS_1


Tiya hanya tersenyum tapi hatinya ngilu pasti ada yang gak beres nih.


benar kata Yuri ngeri-ngeri sedap nih, tapi semoga Kiki bisa menaklukkan para bapak-bapak itu.


siang nya para ibu-ibu pindah lokasi kerumah orang tua Yuri karena ada acara makan bersama.


Tiya dan lain nya rencana nanti akan menyusul pada makan malamnya saja.


"ini anak gue gak pulang-pulang apa sudah lupa Sama gue ya."lirih sella


"apa lagi gue semalam tidur sendirian, Lo gak nginep di tempat gue."ujar Tiya


"nanti malam kita pulang kerumah ayah bambang saja,"ide sella


"ya sudah kita nginap yuk? seru Tiya


"enak banget ya, Lo pada pulang kerumah gue."Yuri mendelikan mata nya


"enak lah, emang anda siapa ya? ledek Tiya


"anda kan anak terbuang Ups salah anak tertukar sama sekarung beras."timpal sella


yang membuat Yuri mengerucut bibir nya, kesal di ledek teman-temannya.


"gue juga bakalan nginap lah, nanti minta ijin sakti dulu."cebik Yuri.


"hahhaahaha,"sella tertawa terbahak-bahak


"hai ladies test food yuk? ajak Reza


"udah pasti enak, rekomendasi gue gitu Loh? bangga Yuri


"udah ah, ayoo. sekalian kita makan siang biar puas."ajak Tiya


"test food mba? bukan makan siang ? jelas Reza dengan nada di tekan.


"hahahahahahaha iya sekalian buat makan siang, kalau cicip-cicip aja gak kenyang."timpal Yuri


mereka keluar ruangan langsung menuju pantry untuk mencoba makanan.


mereka tidak sadar ada Rendra yang menatap terus ke arah Meraka.

__ADS_1


ada rasa nyeri di hati nya, kemarin dia masih bisa bergabung dengan Tiya dan teman-teman nya sekarang rasanya sudah jauh di gapai.


__ADS_2