Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 91


__ADS_3

pagi ini nampak semua sibuk dengan tugasnya masing-masing, Yuri sudah berangkat menuju cafe sehabis sholat subuh karena dia akan di make over di cafe.


Tiya nampak sedang mengatur untuk jalannya acara akad nikah, begitu pun dengan sella terus mengecek makanan dan cake yang masih belum lengkap.


yuri melihat temannya sibuk nampak kesal karena dia merasa di cuekin.


"hai udah mau selesai make up nya ya? sapa tiya sambil melihat kebaya yang akan di kenakan Yuri.


"Lo makan sedikit dulu nih, biar gak kosong perut Lo? sella menyuapi Yuri


"jangan pake nangis, sayang itu bedak nya mahal Loh."ledek Tiya


"sini sendok nya,"ucap Yuri mengambil alih sendok dari tangan sella, dia menyuapi sella dan juga dia menyuapi Tiya.


mereka pun tersenyum bahagia dan sambil berpelukan


"kita tetaplah seperti kakak dan adik, layak nya seperti saudara. jangan putus komunikasi ya? kalian adalah kesayangan gue, tempat pulang gue di saat gue letih."ungkap Yuri dengan tersedu-sedu


"kan udah gue bilang jangan nangis, ini bedak nya pilihan yang terbaik ini,"ledek Tiya lagi


"bisa aja Lo? sahut Yuri


"ini hari bahagia Lo, jangan nangis. asal Lo tahu kita berdua lebih bahagia lihat semua cita-cita Lo tercapai, dan pesan kita jadilah istri yang terbaik untuk suami Lo. walaupun di mata orang bukan yang terbaik."tutur tiya dengan air mata yang menetes di pipinya.


entah kapan kebersamaan mereka akan terulang lagi, di saat galau bersamaan dan saling menghibur satu sama lain.


bahkan salah satu ada yang sakit mereka akan menjaga nya sampai sembuh.


perang mulut dan rebutan makanan bahkan saling meledek apakah moment itu akan ada lagi.


ternyata bayangan Tiya juga tidak jauh dengan sella dan Yuri, berat rasanya harus terpisah walaupun untuk kebahagiaan.


tapi mereka yakini setiap hari akan bertemu dan mungkin akan lebih baik lagi.


"acara akan di mulai, gue kembali ke tempat acara ya? ini Reza udah calling gue dari tadi."terang Tiya yang langsung merapihkan dandanan nya dan baju kebaya yang dia pakai.


baju kebaya Tiya, sella dan keluarga Yuri beserta keluarga sakti hampir sama hanya yang membedakan warna nya saja.


"cumii, sini peluk ? pinta sella


Yuri dan sella berpelukan bahkan sampai terisak, tangis Yuri sampai terdengar oleh Tiya yang melangkah kan kaki tiba-tiba terhenti.


mereka menangis bersama, karena sebentar lagi Yuri akan menjadi istri dan bukan wanita lajang lagi.


"sudahlah, jangan menangis lagi, tersenyum lah sambut hari kebahagiaan mu."tutur sella


"ayo ,sell "ajak Tiya

__ADS_1


Yuri kembali di touch up.karena untuk menutupi bekas air matanya tadi.


bunda dan ibu nya Tiya masuk, memeriksa pengantin perempuannya.


"wah anak bunda cantik banget sampe pangling."puji bunda Yuri


"iya, ibu juga sampe gak ngenalin. biasa nya tomboy bahkan gak pernah bedakan."timpal ibu Tiya.


"bersiap ya, mempelai lelaki sudah sampai."teriak Tiya dari mikropon nya.


Tiya dan yang ayah Bambang beserta yang lainnya menyambut rombongan besan alias keluarga sakti.


nampak hadir orang tua Rendra juga, bersama Rendra yang mendampingi sakti.


Reza ada di samping Tiya karena Meraka yang menyusun acara tersebut bahkan jadi MC dadakan pagi ini.


MC untuk acara berhalangan pagi ini jadi pas resepsi baru bisa mengisi acara.


"untuk rombongan besan silahkan untuk menempati kursi-kursi yang sudah kami persiapkan."seru Reza yang mengatur para undangan untuk segera duduk.


"penghulu nya sudah datang kan."bisik sakti di telinga Tiya


"ya ampun pak, sabar. tuh penghulu lagi duduk samping bokap gue."jawab Tiya


"asyik ."seru sakti yang langsung menuju tempat duduk untuk kedua mempelai yang akan dinikahkan.


"bang sakti gak sabar banget, main duduk aja. gak nunggu di panggil dulu."gerutu Reza sambil menepuk jidatnya


acara pun di mulai dengan satu hentakan tarikan nafas dengan tegas sakti mengucapkan ijab kabul


"saya terima nikah dan kawin nya Yuri Kartika binti Bambang dengan mas kawin 22 Gram emas di bayar tunai."ucap sakti dengan lantang .


"bagaimana, sah? sah.."penghulu berkata sah


sakti Langsung melompat dan memeluk ayah Bambang begitu pun ayah mertua nya.


mereka berdua berjingkrak dan saling memeluk sampai lupa mempelai wanita nya yang sedang di gandeng Tiya dan sella untuk keluar dan mempertemukan dengan suami nya.


"eheem, ini mempelai nya ayah apa aku,'seru Yuri


yang membuat sakti langsung terpesona melihat istri nya lalu sakti mengulurkan tangannya yang di sambut oleh Yuri.


mereka berdua duduk di hadapan penghulu untuk menandatangani buku nikah, lalu mereka menyematkan cincin di jari masing-masing.


Yuri mencium tangan sakti dengan takzim lalu sakti mencium kening Yuri.


rasa bahagia menyelimuti semua yang ada di cafe ini , bahkan ucapan selamat dan dia dari saudara, sahabat para

__ADS_1


karyawan.


Yuri dan sakti tidak lepas senyuman bahagia nya bahkan mereka tidak percaya bahwa takdir mempertemukan mereka lagi dan bahkan menyatukan mereka dalam tali pernikahan.


"selamat kesayangan aku, akhirnya jadi istri.semoga lekas di beri momongan ya."ucap sella yang memeluk Yuri


"makasih sayang nya aku juga. semoga lekas nikah juga."sahut Yuri.


"selamat ya pak sakti."ucap sella yang memberi selamat ke sakti dan memeluk nya


belum sampai ke peluk tiba-tiba Reza menarik tangan sella


"eits gak bisa peluk calon bini gue lah bang."cebik Reza.


"hahhaahaha ya udah Lo aja yang peluk Abang,sini."sambut sakti yang langsung berpelukan dengan Reza sambil memberikan selamat.


tidak lama Kiki pun datang dan memberikan ucapan selamat untuk Yuri dan sakti, bahkan memberikan kado istimewa untuk kedua mempelai.


how do i get through one night without you


if i had to live without you


what kinda life would that be


oh i,i need my arms ,need you to hold


you're my world,my heart, my soul


if you ever leave


well,baby you would take away everything


good in my life


and tell me now


how do i live without you?


i want to know


how do i breathe without you?


if you ever go


how do i ever,ever survive


how do i, how do i oh how do i live

__ADS_1


Tiya menyanyikan lagu tersebut sangat menyentuh di hati sahabatnya bahkan Yuri langsung naik ke panggung dan memeluk Tiya begitu pun dengan sella.


mereka saling memberikan kekuatan.


__ADS_2