Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 44


__ADS_3

Setelah kejadian itu sepanjang jalan aura tampak murung


tiya mencoba menghibur aura sepanjang jalan gak lupa tiya menelpon sella untuk mengajak putri bertemu di mall


Yuri pun tidak lupa tiya kirimkan chatt juga.


"kakak Lo itu gak ada bosen apa nuduh Lo terus? Udah nuduh tapi masih minta duit Lo juga untuk biaya sekolah anaknya" sella terus aja mengoceh pas mereka bertemu di restoran cepat saji.


"makan dulu sell biar langsung kita ke dupan, gue gak sabar mau naik niagara"ucap yuri sambil menyantap makanan nya


Aura tertawa liat tingkah kedua tantenya yang kalau bertemu pasti akan rame banget, begitu juga dengan putri.


"idiih kek bocah aja Lo yur? Seru tiya


"eh sakti apa kabar nya..hmmm cinta monyet nih"ledek tiya sambil tertawa


"gak ada lah gue jatuh hati yang ada jatuh bangun, udah yuu!


Gak usah bahas yang gak berfaedah"terang yuri

__ADS_1


sella udah siapkan? Apa mau ke toilet dulu kan biasa nya Lo sebelum jalan pasti ke toilet dulu neng? Tanya yuri sambil menghampiri putri, yuri merapihkan rambut putri yang agak berantakan. "nanti nginep rumah tante ya"bisik yuri


"aura juga kan tan? Tanya putri, yuri hanya memberi kode tangan nya oke"


Mereka berlima sedang dalam perjalanan menuju dupan sepanjang perjalanan mereka bernyanyi dan tertawa, seolah lupa dengan masalah tadi dirumah ayah tiya.


malahan aura sangat senang sekali apa lagi ada putri di samping nya.


Put nanti jangan jauh-jauh dari aku ya? Ucap aura


putri hanya menjawab "oke


"biar aja tante tiya sama mama aku"ujar putri dan kita di rumah bunda yuri


Atau kita menginap berdua dirumah tante yuri sedangkan biar aja tante yuri nginap dirumah kamu aura? Gimana ide ku keren gak? Ucap putri sambil menaik turun kan alis nya


Hahaaahahahahaaa ide bagus pasti bunda yuri akan suka tuh ! Apa lagi sama ayah nya tante yuri pasti kita akan di spesialin seperti putri raja" seru nya aura bicara sampai mama nya begidik bahu nya melihat tingkah tengil dua bocah itu.


Sampai di taman bermain mereka langsung berhamburan kesana kesini,sella dan tiya tampak di bikin pusing sama kelakuan aura,putri dan yuri.

__ADS_1


Tiya hanya menepuk jidat nya saking sudah pusing nya


"haduuh biang bocah bukan nya nemenin anak-anak malah asiik sendiri"kesal tiya


Tiya aku beli minuman dulu ya kamu mau apa? tanya sella


"air mineral aja samain semua ya? Tutur tiya


Sella.. Jangan lupa roti buat putri tadi dia makan sedikit banget"teriak tiya


Sella berjalan sambil melihat-lihat stand makanan untuk ngemil mereka, tanpa sadar sella menabrak seseorang yang sudah lama sella lupakan malah amat sangat sella benci.


"sella..suara itu membuat sella berhenti dan diam mematung


Sell.. Sekali lagi suara yang sangat dia benci memanggilnya


Sungguh tidak akan pernah sella mau memalingkan wajahnya.


Memejamkan mata seperkian detik tanpa menoleh lagi ke belakang, sella langsung berjalan dengan terburu-buru meninggalkan radit memanggil namanya.

__ADS_1


"semoga itu hantu yang bangkit dari kubur"gumam sella sambil menepuk kepala nya.


__ADS_2