Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 99


__ADS_3

SATU TAHUN KEMUDIAN


Setelah satu tahun tinggal di kota s, Tiya sudah bisa berdamai dengan hatinya. bahkan lebih ceria dan banyak berinteraksi dengan banyak pelanggan nya.


sesekali dia ke Jakarta hanya untuk meeting masalah cafe nya saja.


sella sudah menikah bahkan Yuri pun sedang mengandung anak pertamanya, hubungan mereka masih terjalin sangat baik bahkan lebih erat lagi.


seperti pagi ini Tiya sangat sibuk dengan orderan dari sebuah kantor yang memesan banyak Snack box.


sopir yang bertugas untuk mengirimkan pesanan sedang berhalangan datang karena istri nya melahirkanm


"uti tolong di bantu mas Fadil ya, untuk memasukan ke dalam mobil biar nanti saya yang akan mengantarkan nya."perintah Tiya yang langsung di jalani oleh uti dan Siti.


"mbak Tiya nanti saya boleh ikut, takut nya di sana nanti mbak Tiya tidak ada yang membantu menurunkan barang-barang,"pinta Fadil


"oke mas."sahut Tiya


"aku kok deg-degan begini ya, kayak mau bertemu pacar saja."gumam Tiya dalam hati nya.


akhirnya semua pesanan sudah masuk ke dalam mobil, Tiya di temani Fadil mengantarkan pesanan tersebut.


30 menit sudah akhirnya Tiya bisa sampai juga ketujuan, Tiya langsung ke meja resepsionis untuk memberikan Snack box tersebut.


"permisi mba, saya dari toko bakery mau mengantarkan pesanan Snack box."sapa tiya dengan ramah


"oh iya mba bisa langsung antarkan ke lantai 5 ya mba, nanti di bantu security."sahut resepsionis


"terima kasih mba."ujar Tiya


Tiya di bantu resepsionis menuju ke lantai 5, bagus Fadil ikut jadi ada yang membantu membawakan Snack box yang jumlahnya lumayan banyak juga.


"ini ruangan nya mba,minta di bantu di susun kan ya mba? pinta security


"baik pak saya akan susun dengan rapih."sahut Tiya


Tiya pun meminta Fadil mengambil sisanya di mobil.


ketika sedang asyik menyusun snack box tersebut, Tiya tidak mendengar ada seseorang masuk yang sedang sibuk dengan gadget nya.


si lelaki ini hanya tertunduk saja, lalu ketika Fadil masuk baru dia sadar ternyata di ruangan meeting ada dua orang.


"kalian sedang apa? tanya si cowo

__ADS_1


"oh ini pak sedang merapihkan Snack box pesanan dari kantor ini,"jawab Fadil sopan


deg..suara itu seperti aku kenal."gumam Tiya dalam hati tapi tidak mungkin dia ada di sini


Tiya ingin membalikkan tubuh nya tapi berasa berat akhirnya Fadil pun memanggilnya.


"mbak Tiya sudah semua saya bawa Snack box nya, dan ini yang terakhir."panggil Fadil dengan terpaksa Tiya pun menjawab panggilan Fadil


"ya sudah kamu susun saja di sebelah sini ya, sudah itu Ayo kita pulang."perintah Tiya


si lelaki ini langsung mematung dan mengingat suara yang sudah lama dia ingin lupakan, sengaja dia pergi dan membangun usaha sendiri.


dia ingin mengubur kenangan itu, bahkan dia tidak akan menikah karena dia berpikir wanita hanya akan membuat dia terluka lagi.


"Tiya, apa benar itu Tiya."lirih nya


"atau hanya aku yang sedang berhalusinasi"


Tiya pun membalikkan badan nya dan mata nya pun bertemu dengan mata laki-laki yang pernah ada di hati nya tapi memberikan luka dan Kiki yang membantu mengobati luka itu.


"permisi pak, pesanan nya sudah lengkap semua nya dan untuk sisa pembayarannya bisa lewat transfer saja ya pak,"ucap Tiya dengan sopan bahkan Tiya enggan menatap wajah itu.


"baik Bu Tiya, segera bagian keuangan akan mentransfer sisanya. bisa Bu Tiya tinggalkan nomor rekening nya? sahut Rendra seolah ingin bersikap biasa saja tapi ternyata dia tidak sanggup.


"iya tunggu saya , sebentar lagi selesai."jawab Tiya


Tiya pun mencatat nomor rekening nya di kertas selembar lalu menyodorkan nya ke Rendra.


"ini pak sudah saya catat dan kalau sudah di transfer bisa menghubungi toko kami."ucap Tiya sambil berpamitan dan ketika berbalik badan hendak berjalan keluar tiba-tiba ada tubuh yang memeluk nya dari belakang.


kami Tiya membeku bahkan dia hanya diam seperti patung tanpa menggerakkan badan nya, ingin menolak tapi hatinya berkata lain.


"tolong jangan menghindar dari aku lagi, aku mohon berikan aku satu kali lagi kesempatan untuk meminta maaf dan memperbaiki semuanya."lirih Rendra yang terus meminta maaf kepada Tiya.


"maaf kita hanya masa lalu dan itu sudah aku lupakan, aku sekarang sedang berdiri menuju masa depan jadi biarkan seperti ini saja. jangan lagi ada hati yang tersakiti, kita ini bagai bumi dan langit. apa lagi orang tua kita tidak akan pernah memberi restu untuk kita "ungkap Tiya dengan tenang berkata seperti itu.


"Tiya tidak ada kah cinta atau tempat sedikit pun untuk ku lagi ? apa ruang hati mu sudah tertutup untuk ku? tanya Rendra


"apa ketika kau menyakiti hati ku, apa pernah terpikirkan untuk mu ke situ? apa waktu kau melakukan nya itu , apa ada cinta untuk ku di ruang hati mu? tanya Tiya balik yang membungkam pertanyaan Rendra.


"aku tidak tahu kenapa kita bisa bertemu lagi, lama kita tidak bertemu membuat aku lupa akan rasa itu.


aku berharap kita saling bahagia walaupun tidak bersama, aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu, selalu."ungkap Tiya dan melangkah kan kaki nya keluar dari ruang meeting.

__ADS_1


"Tiya apa bisa kita berteman,"teriak Rendra yang menghentikan langkah kaki nya


"oke."jawab Tiya lalu menghilang karena tertutup pintu lift.


di dalam lift Tiya memegang dadanya yang berdetak kencang sekali.


"apa jantung ku bermasalah ya."gumam Tiya yang terus memegang dada nya.


sampai di parkiran mobil, Tiya langsung menjalankan mobil tersebut, bahkan Fadil nampak heran karena Tiya senyum-senyum sendiri.


Fadil bertanya berkali-kali Tiya tidak mendengarkan sama sekali.


"mbak Tiya ini kita mau pulang apa mau kemana? teriak Fadil saking panik nya karena bukan menuju arah pulang.


"astaghfirullah kita salah jalan"jawab Tiya yang sudah sadar dari lamunannya


"dari tadi Fadil panggil-panggil, mba malah asyik senyum-senyum sendiri."terang Fadil


Tiya pun memutar balik mobil nya dan kembali ke arah jalan menuju toko bakery nya.


sesampai di toko nya Tiya langsung masuk keruang kerjanya dan menyibukan diri nya lagi.


ayah dan bunda Yuri sudah kembali ke Jakarta karena Yuri sedang hamil jadi mereka menjaga anak nya dahulu.


Tiya sampai sore berkutat dengan resep terbarunya lagi, bahkan toko sudah hampir tutup.


"mba itu diluar ada tamu,"panggil karyawan Tiya


"oh bentar nanti saya akan kesana menemui nya."jawab Tiya


Tiya pun menyelesaikan dengan cepat lalu memasukan adonan tersebut kedalam oven.


"nanti kamu ya dan dalam 25 menit langsung angkat saja."perintah Tiya


pas keluar Tiya melihat badan yang dia kenal dengan baik.


"sore mas? mau bertemu dengan ku."sapa tiya


"iya Tiya,aku hanya mampir saja ingin tahu toko kamu. gak apa-apa kan? jawab Rendra


"gak apa-apa mas..mari silahkan duduk, mau minum apa? kamu nanti Cicipi resep terbaru ku ya? ujar Tiya yang sangat berbeda sekarang di mata Rendra.


Tiya sekarang lebih dewasa bahkan lebih penyabar, Rendra sangat mengenal Tiya.

__ADS_1


__ADS_2