Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 82


__ADS_3

hari pembukaan cafe baru membuat semua hati bimbang karena satu persatu masalah mulai terungkap.


baik tentang hubungan ayah Tiya dan ayah Rendra, juga hubungan pertemanan ibu nya Tiya dan ibu nya Rendra.


semakin membentang jelas tidak akan ada yang bisa bersatu, karna ibu Tiya sangat tidak ingin bertemu lagi dengan sahabat lamanya.


luka lama kembali menganga, luka yang sudah di tutup rapat kini terbuka lagi.


sedangkan Tiya coba bersikap biasa saja, karna terlihat tidak ada keinginan Rendra untuk meminta maaf dan menjelaskan soal kejadian waktu itu.


mereka semakin tidak mengenal satu sama lain, bahkan jelas sekali kalau Rendra seperti sengaja membawa Deby ke cafe ini.


"Ki, kamu sudah coba menu utama di sini.."tanya Tiya


"sudah sangat enak sekali, ini resep nya siapa? tanya Kiki balik


"aku dan yang lain nya , kebetulan sama-sama suka kulineran jadi kita padukan saja ide kita semua..tapi untuk cake itu semua buatan ku, walau nanti aku tidak terjun langsung tapi resep dan semua takaran nya harus sama jangan ada yang berkurang.."terang Tiya sambil memotong beberapa macam cake untuk Kiki coba


"aku rasa nanti hanya menambahkan sedikit saja cake, karna di sini sudah banyak banget pilihan nya.."ujar Kiki


"baik nya kamu saja dan jangan sampai nanti cake ku kalah sama buatan mu.."canda tiya


"ehm,,boleh aku bertanya.. apa laki-laki itu yang bernama Rendra? tanya Kiki..wajah Tiya langsung menegang lalu Tiya coba menutupi nya dengan senyum.


"kenapa? itu masa lalu yang tidak akan pernah kembali juga.."terang Tiya


Kiki menatap wajah Tiya dengan serius, jelas di mata itu masih ada rasa cinta.


tapi hanya Tiya yang tahu, bersama Kiki seolah Tiya lupa akan kehadiran Rendra.


ada rasa nyaman dan tenang bahkan Kiki lebih dekat dengan aura dari pada Tiya,kadang Tiya merasa iri.


"ayo..kita gabung dengan yang lain,tidak enak kita di sini saja.."ajak kiki

__ADS_1


"di kira mau nya berduaan saja..masih inget nih.."ledek Yuri


"hei sini kamu anak nya bapak Bambang.."panggil ayah Bambang


"Anda panggil saya tuan?wahai tuan yang merasa paling ganteng.."ledek Yuri


"ganteng dong,,kalau gak ganteng istri ku tidak akan ngejar-ngejar aku terus.."sombong nya ayah Bambang


"jelas lah di kejar,, ayah bawa dompet bunda.."timpal sella


mereka selalu ada saja yang bikin tertawa, bahkan orang yang melihat nya pasti akan terlihat aneh.


ibu nya Tiya menghampiri anak nya


"Tiya maaf ayah dan ibu gak bisa lama-lama di sini, ibu sama ayah pulang duluan ya..besok ibu akan ke apartemen mu.."bisik ibu Tiya


"iya, gak apa-apa Bu,, besok Tiya tunggu ya.."sambil memeluk ibu nya lalu mengantar nya sampai lobi cafe.


"ayah dan ibu hati-hati ya..kabarin kalau sudah sampai, maaf Tiya gak bisa antar ya.."ujar Tiya


"gak usah nak, kamu temani Tiya dan aura saja ya..ibu titip sama kamu.."tutur ibunya Tiya


"baiklah Bu.. hati-hati ya.."ucap Kiki


lalu ibu dan ayah Tiya langsung masuk ke dalam mobil, sopir dengan cepat membawa orang tua Tiya kembali kerumah nya.


dari jauh Bunda nya Reza terus menatap Tiya yang baru dia tahu kalau itu keponakan mereka, walau saudara jauh.


ada rasa menyesal telah memfitnah ibu nya Tiya, tapi dia juga tidak mau Rendra sampai menikah dengan Tiya.


"sadar gak Tiya, ternyata gue baru tau kalau kita sepupu jauh ya.."ujar Reza


Tiya hanya menjawab dengan menggedikan bahu nya saja

__ADS_1


"ibu dan ayah gak mau cerita dan mereka bilang itu hanya masa lalu, jadi mereka mau nya hidup di masa sekarang saja.."tutur tiya


"entahlah ada masalah apa mereka ya..sampai orang tua mu tidak mau berurusan dan kenal lagi dengan bunda gue.."Reza merasa ada masalah yang sangat besar.


masalah apa nya hanya lah orang tua mereka yang tahu.


"sudahlah yang penting kita baik-baik saja.."tutur tiya


kalau keluarga kita bermasalah biar kan saja..kita hanya anak jadi tetaplah bersikap baik, orang tua ku tidak akan membenci mu juga,za.."terang Tiya


Reza pun tersenyum dan memeluk Tiya


"makasih.."ujar Reza


"ayolah , masa hari bahagia jadi haru begini,gak seru banget.."ucap Yuri


"hahahaha iyalah bahagia , besok mau tunangan.."ledek Reza


"apaan sih Lo, kebiasaan deh..keponya pake banget.."kesal Yuri


"tanya saja sama bokap Lo itu, kalau Lo mau segera di nikahin.."ujar Reza


"mana bisa begitu.."kesal Yuri


"bisa dong, apa yang gak bisa..", timpal sella


dari jauh ayah Bambang berjalan dengan cepat hendak menghampiri anak nya


"kamu tuh, dari tadi ngilang Mulu..sampe pegel kaki ayah.."gerutu ayah


"lagian ayah ngapain cari aku.."tanya Yuri


"dasar anak nya si Bambang, emang paling bikin ayah nya kesel. kalau bisa tukar tambah,sudah ayah tukar sama mobil-mobilan kamu.."gerutu ayah sambil menjewer kuping Yuri

__ADS_1


"ayah iihh sakit, aku bukan anak pitik lagi. malu aku..ayaaaah.."Yuri kesakitan kuping nya sampai merah karna di jewer ayah nya.


__ADS_2