
Tiya mengerjapkan matanya lalu tertuju ke arah jam dinding
"astaghfirullah,, gak salah udah jam setengah 11"
Tiya langsung bangun dan masuk ke kamar mandi dengan cepat dia membersihkan diri dan setelah berpakaian tiya langsung keluar kamar.
"kok sepi ya? aduh pada kemana bunda dan yang lain nya" gumam nya
"eh non tiya sudah bangun"sapa mbak darmi
"ish mbak ngagetin aku aja.. Iya nih kesiangan mbak"
"yang lain pada kemana mbak"tanya tiya
"pergi sama ibu, bapak dan non aura juga, non putri dan satu lagi mbak lupa"sambil berpikir mbak darmi menjelaskan ke tiya.
"ya sudah mbak kalo begitu aku bangunkan yuri dan sella dulu ya"pamit tiya
"makanan nya sudah mbak siapkan ya non"ujar mbak darmi
"oh iya makasih mbak"ucap tiya
Dan langsung berjalan masuk kekamar yuri, membuka pintu kamar tampak sella sudah selesai mandi.
Suara gemericik air dari dalam kamar mandi, sudah tiya tebak pasti si tuan rumah masih mandi.
"anak-anak pergi sama ayah dan bunda, aku gak tanya kemana nya"terang tiya agar tiya tidak mencari putri anaknya.
"kita berempat aja dong sama mbak darmi, kita ke salon yu? Ide sella
"tanya yuri mau gak, dia kan orang paling malas. Katanya kelamaan terlentang di treatment bikin sakit kepala" kekeh tiya membayangkan yuri kalau sedang facial.
"nanti minta bantalnya agak tinggi aja"ujar sella
"kita sarapan dulu, gak enak bunda sama mbak darmi sudah siapin"tutur tiya
"cumiiiiii... Gue tunggu di meja makan ya? Teriak sella
"iyaaaaaa.. Jangan di abisin ya"seru yuri.
"liat menu nya aja belom, gimana gue mau abisin"gerutu sella
Tiya hanya tersenyum, mungkin ini yang ayah bambang selalu tertawa karena kalau kita bertiga kumpul pasti ada bahan yang bikin rebutan.
__ADS_1
Sampai di meja makan semua sudah tertata rapih bahkan makanan nya porsi nya lebih banyak, mungkin bunda tau kami kelaparan.
"hahahahaah bunda paham banget ya ini porsi sarapan plus makan siang "tawa sella
"jadi bisa ke salon berjam-jam nih kalau perut udah di isi porsi jumbo"celoteh tiya
Selang berapa menit nampak yuri keluar dari kamar nya sudah terlihat segar
"wuih makan besar neeh"seru yuri
"mbak bunda sama ayah dan krucil pada kemana, kok sepi? Tanya yuri ke mbak darmi
"biar kita ambil sendiri mbak, gak usah di ambilin. Emang nya kita anak TK"ujar sella
mbak darmi pun beralih menatap yuri dan baru ingat kalau bunda pergi mau makan es krim dan beli buku.
Seinget mbak ya itu non"ungkap mbak darmi
"ohh.. Ya udah mbak. Makasih ya"ucap yuri sambil melanjutkan makan nya.
Cumi.. Nyalon yuu? Ajak sella
"jangan bilang Lo gak mau, gue yang bayarin kok"
"siapa bilang gak mau?? Kan gratis jadi mau lah hahaaaaa
"tapi gue gak mau facial"ucap nya
"udah gue tebak kan"ujar tiya
"serah Lo mau ngapain kek, yang penting kita nyalon"seru sella
"eh ini tumben bos telpon gue di hari minggu"sella menatap ponsel nya.
Tiya diam dan hanya mengunyah makanan nya saja tanpa menoleh ke arah suara sella.
"angkat siapa tau penting"mungkin dia mau di sunat lagi "jawab yuri asal bicara saja.
Yuri menyikut tangan tiya dan tiya hanya menggedikan bahu nya saja, tanda dia gak tau juga.
Sella : maaf pak rendra ada hal penting kah?
Bos : kalian sedang di mana?
__ADS_1
Sella : maksud bapak
Bos : saya tanya kalian di mana?
Sella: bapak masih mengigau ya? Bangun pak jangan mimpi
Bos : sellaaaaa saya sudah bangun "teriak rendra di telponnya
Tanpa akhlak sella mematikan sambungan telpon tersebut sepihak.
"kenapa sell itu bos? Tanya yuri
"gak tau aneh pertanyaan nya"jawab sella dengan santainya
Sedangkan disana rendra udah sumpah serapah karena kesal belum selesai bicara langsung di matiin sella telpon nya.
Ya udah hayoo cepet kita cus nyalon"seru tiya
"urusan bos besok lagi aja sekarang kan libur"
"tiya enak banget ya kalau ngomong, besok gue alesan aja hape nya kecebur, nanti kita nyari casing baru ya"ide sella
"hahhahaaaaaaa tiya ketawa terbahak-bahak ada aja ide teman nya.
Akhirnya mereka berjalan ke salon yang dekat dari komplek rumah yuri.
Sepanjang jalan mereka selalu bercanda dan sampai di salon langsung mereka memilih treatment.
Kebetulan therapis nya ada yang kosong 3 orang jadi tiya,yuri dan sella gak perlu menunggu lama lagi.
bunda, ayah, sakti dan aura serta putri sedang asik dengan buku bacaan sampai lupa waktu makan siang.
Sakti mendekati bunda. "tante kita makan siang dulu yuu? Om mana? Mata sakti terus mencari sosok om bambang dan cucu nya.
"mungkin di sekitar buku komik, coba kita kesana yu? Ajak bunda
sakti pun mengikuti bunda ayu dari belakang, benar yang di cari sedang fokus sama bacaan nya.
"yah.. panggil bunda dengan lembut
"kita makan siang dulu yu,, ayoo anak-anak nanti bisa di lanjutkan lagi kok"seru bunda.
Akhirnya mereka mau juga walau sebenarnya berat karena aura belum menyelesaikan bacaan nya.
__ADS_1
Putri pun sama nampak lemas sekali di ajak keluar dari perpustakaan.