Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 45. MANTAN


__ADS_3

sella berjalan tergesa-gesa menghampiri Tiya tanpa menoleh lagi ke belakang


"selamat ucap nya sambil mengelus dada nya


Tiya mengernyitkan dahinya "Lo kenapa..kek abis di kejar hantu aja"sambil mata Tiya mencari sesuatu tapi gak ada yang aneh cuma kelakuan sella aja yang aneh


"eh gak ada.. kaget gue"sambil menepuk dada nya lalu sella meminum air mineral di botol sampai habis.


melihat kelakuan teman nya Tiya jadi curiga tapi langsung Tiya tepis begitu saja, biar nanti teman nya cerita sendiri.


"ada minuman gak? tiba-tiba Yuri datang dan langsung duduk di samping sella


Tiya langsung menyodorkan minuman air mineral


"legaaa nya... Yuri menyenggol sikut nya ke tangan sella


memberi kode lewat mata


"apaan sih Lo cumi.. lagi kelilipan apa? tanya Tiya


"iya Lo yang kenapa dari tadi kek abis kesambet setan aja" seru Yuri


"gak ada apa-apa.. masih lama gak udah malam nih, kaki gue udah kek tales Bogor udah gede banget"ujar sella

__ADS_1


"ya Udin kalau gak mau cerita,entar Lo nyesel dan akan mencari gue"sombong Yuri


"gak akan cumiii yang ada Lo yang nyari gue"kesel sella


gue cari anak-anak dulu ya? sela Tiya sambil melangkahkan kaki nya


"tunggu kita cari sama-sama biar langsung pulang "seru sella


sella menarik tangan Yuri karena Yuri sudah malas untuk berjalan.


berat cumi badan Lo"kesel sella


Yuri enggan sekali menggerakkan kakinya karena dia cape sekali.


"sella.. sella tunggu sebentar"teriak nya


"sell Lo ada yang panggil kek nya malaikat sell"ucap Yuri yang langsung dapat toyoran di kepala nya dari Tiya.


"gak usah lihat ke belakang kalau kalian gak mau ketularan penyakit langka? seru sella


"hah penyakit.. Yuri langsung bergidik ngeri, sedangkan Tiya hanya memasang wajah males nya aja liat kelakuan berdua.


"tapi kalau dia titisan dewa gimana sell"bisik Yuri

__ADS_1


"iya titisan bagian pengkhianatan"geram sella


suara itu makin mendekati, sella terus melangkahkan kaki nya, tanpa sella sadari tangan kanannya sudah di tarik Radit.


"kenapa kamu menghindari ku,sell? tanya Radit


dengan wajah angkuh nya sella menjawab" anda siapa udah gak sopan narik tangan saya bro? sambil menunjuk tangan nya ke dada Radit.


Radit terdiam dan terpaku sesaat melihat wajah tak bersahabat mantan tunangannya.


"sella dengarkan aku dulu , sebentar saja"melas Radit


"tapi sayang nya saya sudah gak mau dengar ocehan anda" ketus sella dan berlalu meninggalkan Radit


"asal kamu tau sell, aku masih menyimpan rasa ini dan masih menunggu kamu membuka pintu maaf untuk ku"teriak Radit


sella sempat berhenti melangkah kan kaki nya tapi sella langsung menggeleng kepala nya dan berjalan lebih cepat lagi.


"cuma masa lalu yang gak harus di ingat, hanya seorang mantan yang sudah membuat luka paling dalam di sini"terang sella sambil menunjuk dada nya


"gue udah maafin tapi untuk berteman atau bertemu lagi sepertinya lebih baik gak usah,, cerocos sella


Yuri dan Tiya hanya mendengarkan saja biarlah menurut mereka selalu keluarkan uneg-uneg hati nya.

__ADS_1


kalau sudah tenang pasti sella akan bercerita lebih lagi, saat ini suasana hati nya sedang tidak baik-baik saja.


__ADS_2