
mereka bertiga berjalan memasuki ruang kerja Tiya, selama mengikuti Tiya dari belakang ada pertanyaan besar di kepala sella dan Reza.
mereka kadang sambil memandang dengan isyarat ada apa?
Tiya membuka ruang pintu kerja nya, dan nampak tersenyum dengan orang yang ada di dalam.
semakin membuat Reza dan sella penasaran saja, Tiya mempersilahkan Reza untuk masuk.
berapa terkejutnya Reza yang berdiri di hadapan dia sekarang, adalah orang yang sangat dia rindukan saat ini.
Reza berhamburan memeluk kakaknya bahkan kedua nya pun menangis menahan rindu Antara kakak dan adik.
"Tiya apa ini kak Rendra ? bisik sella
"iya dia Rendra, emang Lo pikir itu duplikatnya."cebik Tiya
"gue pikir titisan roh nya."sahut sella lagi
"peluk sana kakak ipar Lo tuh, gak sopan adik ipar malah nggosip aja,"ledek tiya.
sella mendekati kakak ipar nya dan memberikan pelukan hangat nya juga, Rendra hanya mengusap perut sella yang membuncit dan mengucap kan selamat untuk Reza dan sella.
Reza berdua bercerita meluap kan rasa rindu nya, sedangkan Tiya meninggalkan mereka untuk bergabung dengan Yuri.
"gue ada mau cerita sama Lo, bisa dan sakti apa bisa masuk keruang kerja gue? tanya Tiya
"bisa dimana? sahut sakti
"ikuti saja lorong yang menuju dapur, nanti naik di situ ruang kerja gue."ujar Tiya
sakti pun berjalan mengikuti arahan tiya, dari jauh sakti sudah mendengar percakapan Reza dengan seseorang yang suara nya sangat familiar di telinga nya.
"bro , apa kabar. ya ampun ternyata Lo ngumpet disini."sapa sakti
"bapak sakti, baik pak . ahahahahaa bisa saja Lo."Rendra memeluk sahabatnya dan mantan assisten nya itu.
"ada yang hutang penjelasan nih."ledek sakti
"hahahahahaha iya kita akan cerita kok sama kalian."ujar Rendra.
sementara Tiya sedang menjelaskan kepada Yuri dan orang tua nya tentang kedekatan nya kembali dengan Rendra. Tiya juga tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan untuk menikah lagi.
"kenapa kamu tidak menikah saja, apa yang kau takutkan? tanya ayah Bambang
"tidak ada yah, hanya saja aku tidak mau gegabah lagi. ibu belum tentu merestui kami."ungkap Tiya
"cobalah bicara dengan ibu mu, bunda akan bantu menjelaskan kepada ibu mu."ujar bunda
__ADS_1
Yuri langsung tertawa dan dia gak habis pikir mungkin jodoh sahabatnya ini ya Rendra karena mau pergi sejauh apa pun tetap bertemu nya dengan Rendra lagi.
"apa yang lucu sih, ketawa saja sampai anak Lo aja ikutan bingung tuh."tunjuk Tiya
"oh anak mamih yang ganteng nya gak ketulungan, wajah tampan ku."puji Yuri ke anak nya.
Tiya pun terkekeh melihat Yuri menenangkan anaknya, lalu terlihat aura baru pulang dari sekolah bersama Sena.
"kakek,nenek bayi tampan."teriak aura
"eleh Tante nya di lewatkan saja , biasanya juga teriak Tante cantik."cebik Yuri
"kalau sama Tante sih tiap hari juga ketemu? sahut aura
"ketemu dimana? tanya Tiya penasaran
"itu di kang ikan mah yang jenis ikan nya mulut nya maju,"ledek aura
"itu ikan mas koki bocah, "jitak Yuri ke kepala nya aura
semua pun tertawa melihat kedekatan mereka yang seperti adik dan kakak.
bunda pun memeluk aura begitu pun ayah Bambang yang mengusap kepala aura dengan sayang.
"Sena sini mau nenek peluk juga?tanya bunda Yuri
Kikan yang baru masuk pun jadi terharu bahkan dia merasa menemukan keluarga besar lagi.
"ini pada pelukan gak ada yang mau peluk Kikan juga."sapa Kikan.
"sini kak, Kita berpelukan saja. tapi gendong bayi gue dulu kak,"pinta Yuri
"sini bayi Lo aja yang gue pinjam buat bawa pulang,karena gue yakin Sena gak akan mau di ajak pulang."tutur Kikan
"dia pikir bayi gue, boneka kali ah."sahut Yuri
lalu Yuri memanggil sella dan suami nya untuk bergabung makan bersama, tidak lupa Rendra pun ikut bergabung juga.
Rendra memberi salam kepada ayah Bambang dan bunda Yuri, bahkan ayah Bambang memberikan nasihat untuk Rendra.
"ini siapa yang masak, makin enak saja ini masakan."puji sella
"apa karena Lo kangen aja kali sell, sama masakan gue."timpal Tiya
"gak ada yang kangen sama masakan gue ya? sahut Yuri
"ngga ada tuh "timpal Kikan
__ADS_1
bunda hanya menggelengkan kepala saja, nambah satu lagi yang bicara ceplas ceplos seperti anaknya yaitu Kikan.
"untuk makan malam kita kulineran saja,yuk? ajak Kikan
"sekalian ajak suami mu, jangan di suruh kerja terus."ledek ayah Bambang
"iya, om pasti aku ajak kok"sahut Kikan
"tapi kan orang tua gak di ajak harus jaga cucu."timpal Yuri yang mendapat cubitan dari ayah nya.
"ayah aku bukan anak kecil lagi, bentar-bentar di jitak, di cubit lah.kan malu sama Bayi aku yang tampan melebih papihnya."kesal Yuri
"ini bocah udah jadi ibu bukan bener malah makin geser ya,"ledek Tiya
"tapi suami ku makin cinta, iya gak papih."ujar Yuri
sella hanya mencebikkan bibir nya saja , sudah malas berdebat dengan Yuri yang ada perutnya semakin lapar saja.
"sella Suka rujak gak? tawar Tiya
"Suka banget, apa lagi jambu air sama mangga."Reza yang menjawab pertanyaan Tiya
"biar aku yang buatkan, kamu duduk saja dengan yang lain."tiba-tiba Rendra yang mengambil alih gula dan cabe dari tangan Tiya.
"makasih ya..untuk keponakan buatlah seenak mungkin."bisik Tiya
Rendra hanya terkekeh saja mendengar ucapan Tiya.
Reza sangat bahagia melihat kakak nya sudah punya semangat hidup bahkan lebih dewasa lagi.
Reza berpikir pengaruh Tiya di dalam hidup kakaknya sangat besar sekali.
Dua bulan kemudian
setelah pertemuan dengan sahabatnya dan dengan janji bunda ayu untuk berbicara dengan ibu nya Tiya pun benar-benar di laksanakan.
ibu nya Tiya awalnya menolak keras tapi lama-lama akhirnya luluh juga.
lalu ayah Tiya hanya mengikuti saja apa yang terbaik untuk anaknya karena mau seperti apa juga ini sudah jodohnya.
ibu Tiya meminta Rendra untuk menikahi Tiya secepatnya tanpa ada pesta besar-besaran.
cukup sederhana saja,inti nya mereka resmi menjadi suami istri secara sah.
entah kenapa ibunya Tiya tidak ingin mengadakan pesta walaupun hanya dua jam saja.
ayah nya Tiya coba menenangkan hati istrinya dan mengingat kan dulu dirinya yang bersikap seperti itu waktu pernikahan Tiya yang dahulu gagal.
__ADS_1
apa istrinya juga akan mengulangi kesalahan yang sama juga.