
semua pesanan sudah jadi tinggal di packing dan di antar lewat ojol. hari ini sangat memuaskan buat Tiya dan Yuri karena hari pertama terima orderan sudah banyak sekali bahkan lebih banyak lagi orderan untuk hari esok dan lusa.
"kita cari tambahan karyawan lagi ya? ucap Yuri
"iya kalau 2 orang saja gak kekejar karena besok sudah lebih banyak lagi orderan nya, banyak yang pesan Snack box untuk meeting dan acara keluarga" terang Tiya sambil memasukan kue kedalam plastik serta menulis alamatnya.
"butuh berapa lagi? 3 orang lagi cukup kali ya? pikir Yuri karena pas di cek orderan sakti dan Reza yang benar-benar sekali pesan lebih dari 100
"gue rasa cukup lah, kita butuh perbantuan 5 orang dulu saja" sahut Tiya.
"oke, udah nih dapat mereka semua bisa buat kue dan masak makanan berat" terang Yuri dan mata nya fokus sama layar ponsel nya.
"apa sore ini mereka kita minta datang saja ya? untuk saudara mbak Darmi untuk sementara tidur dengan mbak sus ya, yur? sampai kita dapat rumah kontrakan untuk karyawan tinggal disana dan untuk gudang stok bahan juga" jelas Tiya panjang lebar
sedangkan di kantor tampak sella sibuk menyelesaikan pekerjaan nya dan hari ini rencana sella mengundurkan diri dari kantor.
sella sudah yakin ingin mencoba membuka usaha saja, karena dia bisa bagi waktu untuk anak nya.
sampai saat ini sella belum memikirkan untuk menikah untuk menjalani hubungan saja sella masih belum sepenuhnya yakin.
"sella,, panggil sakti
"nanti pulang tunggu ya kita barengan, aku mau ambil pesenan kue mama aku nih"ucap sakti
"Reza sepertinya sudah ada di rumah Tiya untuk membantu Yuri packing kue"tutur sella
"kenapa harus resign, sell? tanya sakti
"mau fokus sama usaha ini aja, dan biar bisa bagi waktu untuk putri. ada rencana gue mau pindah ke apartemen saja" sahut sella, karena sella tau tentang keburukan ibunya ketika dia dikantor.
"ya sudah yang terbaik saja buat kamu dan putri ya!" dan semoga bisa dapat pendamping yang lebih menerima kamu dan putri ya tanpa melihat latarbelakang lagi" tukas sakti yang sudah merasa nyaman berteman dengan sella dan tiya.
"Lo gak makan siang? ujar sella ke arah sakti yang lagi sibuk dengan ponsel nya
"gak sell, gue lagi atur kerjaan dulu, selama si bos pulang kampung harus gue yang handle semua nya" jelas sakti
__ADS_1
"ya sudah gue makan siang dulu ya ke kantin atau Lo mau gue Bawain makanan? tanya sella
"boleh deh,, apa aja karena gue gak pemilih makanan kok" sahut sakti
sella mengerutkan alis nya karena sakti masih saja duduk di meja kerja sella, tanpa mau beranjak sama sekali.
Lo tetep di meja gua aja" jadi kita makan di sini" jelas sella sambil melangkahkan kaki nya menuju kantin.
"heem "sakti menjawab dengan singkat.
"tumben manusia mars gak ada chat lagi" gerutu sella dan merasa sepi saja sehari tanpa gangguan dari Reza
gak berapa lama ada pesan masuk dari Reza yang mengirimkan gambar kotak makan dan muka sakti.
"cepat naik lagi keruangan kamu? aku lapar nih jalan kamu seperti keong" teriak lewat ponsel nya
sella menjauhkan ponsel dari kupingnya, lalu kembali masuk lift dengan tergesa-gesa.
sampai di ruangan sella menganga karena meja nya penuh dengan makanan.
"gak salah banyak banget dan siapa yang mau habiskan" ujar sella
"ada aku sama bang sakti, udah sini" Reza menarik tangan sella untuk duduk di samping nya.
mereka makan bertiga dengan lahap karena sudah lapar sekali, sella mengambil minuman untuk sakti dan Reza.
"bang, emang kak Rendra gak mau berjuang untuk dekatin Tiya apa? baper banget jadi cowo" cebik Reza menceritakan soal kakaknya
"Tiya , yang mundur kok" sahut sella
"karna dia gak mau di rendahkan, orang tua kamu menentang hubungan ini. sedangkan mereka Belum pernah menjalani hubungan serius loh? terang sella
"aku gak tau kalau ternyata bunda ku ikut campur "Reza tertunduk lesu
bunda kenapa soal jodoh kak Rendra sangat over protective banget ya" dalam hati Reza
__ADS_1
apa karena latar belakang tiya seorang single parent jadi bunda menolak nya.
"Reza , sella panggil sakti
"kalau kita coba pertemukan antara tiya dan Rendra gimana? selama ini mereka selalu menghindari satu sama lain, apa kita bawa tiya menyusul Rendra" ide sakti
Reza dan sella nampak berpikir karena memang keduanya sama-sama menghindari dan mencoba merasa diri mereka mampu untuk saling melupakan rasa saling ingin memiliki.
"baik kita coba dulu saja nanti gue bicara sama Yuri juga soal ini, gue tau Tiya juga pura-pura gak suka padahal gue yakin dia suka. apa mungkin karena aura? harus nya Rendra dekati aura dulu baru ibu nya"terang sella
"iya harus nya kakak gue dekatin aura dulu ya, dengan gitu kan Tiya jadi luluh "sahut Reza.
akhirnya mereka kembali dengan kerjaannya lalu Reza langsung kembali lagi kerumah Tiya untuk membantu nya mencarikan rumah kecil untuk di jadikan tempat produksi dan juga tempat tinggal karyawan nya nanti.
Tiya belum mengundurkan diri begitu juga dengan Yuri dan kemungkinan nanti untuk sementara yang kelola sella.
Tiya,, katanya Rendra pergi ya untuk tenangin diri"info Yuri
Tiya nampak diam dan enggan untuk menoleh ke arah Yuri, Tiya tertunduk dan kembali mengecek pesanan yang masuk.
tiyaaaa.. panggil Yuri
"Lo dengarkan? atau pura-pura gak mau tau? tanya Yuri
Tiya menghela nafas nya, menatap Yuri
"gue harus jawab apa? mungkin ini yang terbaik buat kita biar gak berharap lebih" lirih Tiya ada rasa bersalah tapi ini yang terbaik menurut nya.
"ada hati yang lain yang harus di jaga, gue gak tau aura masih bisa Nerima kehadiran orang lain apa gak" seru Tiya
"rasa trauma masih membekas jelas di matanya, sampai sekarang papa nya saja gak perduli.
"sakit kalau ingat semua tapi gue coba menjadi ibu dan ayah sekaligus, coba membuka hati aura untuk memaafkan papanya. coba selalu memberikan hal yang positif untuk dia tidak membenci papanya" jelas Tiya tentang perasaan nya sekarang.
"kalau untuk Rendra sebelum semuanya jauh jadi lebih baik begini dari pada nanti orang tuanya akan lebih menentang hubungan ini dan mempengaruhi aura nanti nya" Isak tangis Tiya
__ADS_1
ternyata reza mendengar semua pembicaraan Tiya dan Yuri bahkan Reza rekam dan di kirim semua ke kakaknya.