
setelah Rendra meninggalkan kamar Tiya, Tiya pun mencoba memejamkan matanya. tapi suara ramai dari luar kamarnya membuat Tiya tidak bisa tidur.
tidak lama Rendra datang dengan nampan yang berisi nasi beserta lauk pauk nya.
"mau makan di sofa atau di tempat tidur..?tanya Rendra
"aku yang ke sofa saja,,"sahut Tiya berjalan menghampiri Rendra di sofa.
Tiya duduk di sebelah Rendra dan hendak mengambil nasi tapi segera di tepis oleh tangan Rendra.
biar aku yang menyuapi mu"ucap Rendra
"aku masih bisa makan sendiri.."sungut Tiya
"tapi kamu lagi sakit.."Rendra gak mau kalah
"yang sakit badannya bukan tangan nya juga.."cebik Tiya
"biar aku yang suapin jadi kamu cukup buka mulut saja.." ujar Rendra yang siap-siap memasukan nasi ke dalam mulut Tiya.
Tiya menerima nya dengan hati yang senang sebenarnya cuma Tiya tidak menunjukkan di depan Rendra.
"aku sudah kenyang.."ucap Tiya
"baru juga 5 suap.."sahut Rendra
"tadi aku sudah makan Bubur ayam.."jelas Tiya
"tiga suap lagi ya.. baru kamu sudahi makan nya.." pinta Rendra yang di setujui oleh Tiya.
Rendra mengusap kepala Tiya, lalu keluar kamar karena mau menaruh piring bekas makan mereka berdua.
"sudah kak,, apa mau nambah lagi.."tanya Reza
"sudah cukup,,"ucap Rendra
"Yuri apa Tiya sudah meminum obat?? tanya Rendra
"sudah pak bos dan itu sudah agak baikan tadi pas pak bos pulang badan nya demam lagi.."jelas Yuri
"apa ada susu? saya mau membuatkan susu hangat untuk Tiya,,"tanya Rendra
"ada pak,,di sebelah sini pak.." mbak sus menunjukkan letak susu tersebut.
__ADS_1
Rendra langsung membuat nya dengan cekatan sekali, lalu membawanya kekamar tiya untuk segera di minum Tiya.
sayang nya ternyata Tiya sudah tertidur pulas sekali, bahkan dengan posisi setengah duduk.
"CK..CK..ckk..kasian sekali posisi seperti ini pasti akan pegal sekali"gumam Rendra sambil membetulkan posisi tidur Tiya.
tangan nya mengusap lembut rambut dan membetulkan selimut nya juga.
Rendra pun mengecup kening Tiya, lalu keluar dari kamar Tiya karena tidak mau mengganggu sang pujaan hati yang sedang terlelap.
"besok rencana nya siapa yang pagi di cafe, karena besok dari toko material akan mengirimkan barang.." seru yuri.
"biar gue saja sama sella "sahut Reza
"sella gak bisa kalau pagi harus bantu orderan dulu kan Tiya lagi sakit,,gimana sih,Lo..mau nya berdua Mulu, udah kek gue ngontrak aja.." cerocos Yuri sambil mengerucutkan bibirnya.
"ya ampun cumi kayak gak pernah jatuh cinta aja sih,Lo.."kesal reza
"ya kan bisa nanti gak harus berduaan terus tiap hari.." cebik Yuri
"sudah..sudah kenapa jadi pada debat sih.." ujar sakti
"sella coba saya lihat daftar menu nya.."pinta Rendra
Rendra membaca dengan sangat teliti karena begitu banyak yang di tawarkan menu di cafe mereka ini.
"kamu yakin dengan menu sebanyak ini bisa ready semua nya.."tanya Rendra
"nanti tiap Minggu kita akan kroscek,menu mana yang akan menjadi favorit lalu baru kita saring lagi.." terang sella
"oh.. tapi untuk nama cafe apa sudah kalian pikirkan ? tanya Rendra lagi
"itu kita mau pikirkan nanti setelah di renovasi ruko tersebut.."sahut Yuri
"semoga bisa berjalan lancar dan selalu ramai ya.."doa Rendra
yang di aminin oleh Yuri, sella, sakti dan Reza.
"apa Tiya jadi pindah ke apartemen,,tanya sakti
"apartemen maksud nya.??Rendra bertanya menautkan kedua alisnya.
"iya Tiya rencana mau tinggal di apartemen sedangkan rumah ini mau di pakai untuk produksi kue-kue nya.."jelas Reza ke kakak nya .
__ADS_1
"Tiya belum ada cerita ke saya apa-apa, mungkin nanti kalau dia sudah pulih akan cerita.." sahut Rendra
akhirnya mereka sibuk dengan pikiran masing-masing, sakti sedang merevisi design nya Yuri, sedang kan Reza dan sella sedang asik mengecek orderan besok.
Rendra sesekali melihat hape nya karena dari tadi Shinta menghubungi terus-menerus, membuat Rendra agak geram.
Reza dan Rendra sepakat mencari tahu tentang Shinta dan benar saja kalau Shinta pernah melahirkan dan anak tersebut entah Shinta titipkan dimana.
Reza yakin kalau putri adalah anak Shinta, karena banyak kemiripan mereka. tapi Reza tidak mau gegabah ambil keputusan,biar nanti Reza akan mencoba test DNA saja.
sella maaf boleh saya tahu tentang putri,maaf sebelumnya" saya terpaksa menanyakan ini sama kamu,,"tanya Rendra yang membuat sella agak bingung.
"boleh saja,, memang apa yang ingin pak Rendra ketahui.."sahut sella.
"kamu adopsi putri dimana? apa kamu tahu orang tuanya? tanya Rendra
"aku menemukan putri di pos security karena gak ada yang tahu dia anak siapa? cerita sella
"cuma ada tanda lahir saja berupa gelang bayi, masih saya simpan pak? terang sella
"berarti tugas kamu ,za untuk mengambil sample rambut nya Shinta untuk test dna dengan cara itu bunda pasti percaya dan akan melepaskan Shinta.." jelas Rendra
sella pun paham maksud dari penjelasan Rendra, hubungan Rendra dan Tiya tidak semulus hubungan dia dan Reza.
"apa yang harus kita bantu.."tawar Yuri karena penasaran dengan cerita Shinta walaupun Reza sudah menceritakan ke Yuri.
"gak ada sih cuma ya nanti bantu jelaskan saja ke Tiya biar gak salah paham soal hubungan kak Rendra dengan Shinta.."jujur Reza.
"aku sudah hubungi Shinta untuk bertemu besok, jadi itu kesempatan untuk kamu ambil beberapa helai rambut Shinta,,"ujar sakti
"gimana caranya .."Reza sedang berpikir karena mau tidak mau Reza harus berpura-pura membelai rambut Shinta agar masuk ke dalam cincin nya, jadi rambut tersebut bisa di tarik beberapa helai saja.
"memikirkan ini saja membuat sakit kepala gue.." Reza mengusap wajah nya dengan kasar.
"sudahlah kita pikirkan lagi besok,,"Rendra menepuk bahu adik nya.
sebaik nya kita pulang sudah malam juga .."ide sakti yang sudah bangkit dari sofa, Yuri mengikutinya dari belakang.
gak lama Reza pun berdiri juga hendak keluar dari rumah Tiya, di ikuti dengan rendra.
"aku titip Tiya ya? kalau masih demam juga, segera hubungi saya.."perintah pak bos Rendra
"siap.."sahut yuri
__ADS_1