
acara Rendra dan Tiya untuk keluar berdua batal, karena teman sakti sudah menghubungi nya untuk bertemu di ruko.
akhirnya Tiya, Reza,Yuri dan sella pun berangkat dengan satu mobil yaitu mobil Rendra.
sesekali Rendra melirik ke arah Tiya yang sedang fokus dengan kertas yang di berikan Reza.
"udah jangan diihatin aja, entar bulukan. loh? ledek Reza ke Rendra
"apa yang buluk?? tanya Yuri
"bolu kalau gak di makan aja bisa Buluk, cumi.apa lagi cewe kalau diliatin aja.." gelak Reza yang menyindir kakaknya
"aneh ini si Reza salah makan kali.." sahut Yuri.
Tiya hanya menggelengkan kepalanya, kalau Yuri dan sella bertemu dengan Reza pasti bakalan gaduh.
sampai di ruko mereka turun dari mobil sudah di tunggu sakti dan teman nya, Tiya mengeluarkan kunci dan memberikan ke sakti untuk membuka nya.
"ayoo kita masuk,," ajak Reza
semua berkeliling tapi Yuri,Tiya ,sakti lebih fokus ke bagian belakang yang akan benar-benar mereka renovasi abis.
karena agak sedikit berbeda dengan ruangan depan yang terkesan glamor, ruangan tengah berkesan eksekutif banget dan bagian belakang kita akan di manjakan dengan ber bau daerah.
niat nya Yuri dan Tiya , ingin ada kolam ikan besar dan sedikit di buat air terjun yang airnya jatuh ke kolam ikan. di atas kolam ikan ada saung-saung untuk keluarga yang ingin makan makanan khas tradisional.
Tiya dan Yuri menuangkan ide tersebut yang di catat oleh rekan nya sakti, dengan seluas itu sebisa mungkin dibuat ingin pulang kampun.
"hahahahaha, seperti rindu kampung halaman ya mba, harus serba sejuk " tukas rekan sakti
"nah,, itu dia jadi hawa nya adem saja. kalau cafe-cafe lain kan terkenal sangat wah banget, disini kita ada 3 tipe jadi nya pak,," terang Tiya.
untuk bagian dapur gak ada yang perlu di renov, ternyata di bagian depan Reza sedang menurun kan barang yang dia beli kemarin, barang tersebut sudah datang.
terlihat Rendra juga memberi arahan untuk bagian ruang meeting dan untuk warna cat mereka mengambil warna gold, grey dan putih gading.
Tiya hanya mendengarkan saja, kakak beradik itu soal mengatur dekorasi sangat klop sekali.
sama-sama punya rasa Yang sama jadi hanya saling mengusulkan tambahan saja.
__ADS_1
sella sedang menyusun daftar menu yang akan kami jual
mulai dari teh, kopi, minuman kekinian yang akan kita racik sendiri, serta cemilan dan menu makanan berat nya.
untuk cake akan di display bagian pintu masuk akan ada etalase untuk kue-kue Tiya.
puas hari ini dan gak berasa sudah waktu nya makan malam, Rendra memesan makan malam tanpa di ketahui yang lain.
kami pun makan dengan lahap setelah makanan habis kami berbincang-bincang semua yang mau di renovasi sudah oke.
tinggal besok pengerjaan nya, tanpa tiya sadar jemari dia dan Rendra sudah bertautan.
saling menggenggam erat, seolah lewat tangan menyalurkan kekuatan.
Yuri pulang dengan sakti, serta Reza dan sella juga karena mobil mereka ada dirumah Tiya.
Rendra dan Tiya rencana nya mereka akan pergi berdua untuk membicarakan sesuatu yang memang harus mereka selesaikan.
mereka berpisah dihalaman parkiran, Yuri memberi semangat kepada tiya. apapun nanti hasil nya terima lah jangan lari lagi.
Tiya hanya memberikan senyum , dalam hatinya pun entahlah apa harus berhenti atau tetap mengikuti hati nya yang ternyata sudah jatuh hati dari jaman kuliah.
"kita mau kemana.." tanya Tiya pas sudah di dalam mobil
Rendra melirik nya sekilas lalu fokus lagi dengan jalanan
"nanti kamu akan tahu.." jawab nya singkat sambil tersenyum
"aduh babang kalau senyum bikin hati neng meleleh.." bathin Tiya
"gimana gak jatuh dalam pesona nya, kalau dia selalu memberikan perhatian yang lebih Mulu..,"cebik Tiya
Rendra yang melihat sekilas tingkah laku wajah Tiya, tersenyum merasa gemas kalau lihat Tiya mencebikkan bibir nya.
"ini jalan menuju pantai kan?? malam-malam begini gak takut masuk angin,,"tanya Tiya dengan polosnya
"gak lah kita bisa duduk saja di dalam resto atau bisa duduk di bibir pantai.." sahut Rendra
"kek..di film-film Korea saja, sok romantisan gitu.." tutur tiya yang di barengi ketawa Rendra.
__ADS_1
"nah gitu dong ketawa dari pertama jemput tegang banget itu muka, sudah kayak tower listrik.." gerutu Tiya
"kamu gak kangen sama aku,,"tiba-tiba Rendra menanyakan itu
"tergantung mau di kangenin apa gak nya.." sahut Tiya sambil terkikik geli.
"sadar sih ,,mana ada seorang Tiya akan kangen sama aku" cebik Rendra
"hahjahaahhaaha kita lihat nanti ya.." ucap Tiya yang langsung terdiam sesaat.
Rendra langsung menepikan mobil nya, dan turun dari mobil langsung membukakan pintu mobil untuk Tiya.
Tiya pun turun dari mobil lalu menutup pintu mobil itu kembali, Rendra sudah memakaikan jaket untuk Tiya karena memang udara sangat dingin sekali.
mereka berjalan beriringan menuju pantai, kedua jemari mereka saling bertautan menyalurkan rasa hangat.
berdua saling terdiam dan berdiri menatap pantai yang sudah gelap, hanya lampu-lampu yang menerangi nya.
"kita duduk yuk di sana .."tunjuk Tiya
"kalau di film-film kan syuting jadi berdiri lama juga gak pegal, karena mereka di bayar.." canda Tiya dan Rendra pun tersenyum, tangan nya menyelipkan rambut Tiya di telinga Tiya karena tertiup angin.
Tiya tersenyum gugup, lalu kembali menatap pantai.
mereka kembali terdiam menikmati semilir angin yang berhembus.
"kamu tau aku sudah sejak lama menyukai mu.."Rendra memecahkan keheningan
"aku selalu mengikuti semua kegiatanmu secara diam-diam, aku sampai pindah fakultas untuk bisa kenal dengan mu..
heheehe.. gila kan? iya aku sudah sangat menggilai mu sampai saat ini.
tanpa kamu sadari aku selalu menunggu kamu di depan rumah mu, setiap pulang kantor. aku menunggu sampai lampu rumah mu padam, baru aku pulang.." cerita Rendra
membuat Tiya membola mata nya, sampai segini kah cinta nya.
"kamu tau sampai kamu akhirnya menikah dengan oran lain pun rasa ini tidak pernah hilang,sampai aku mencari tahu lagi tentang rumah tanggamu. ada harapan lebih ketika kamu melamar kerja di tempatku, apa perasaan ini salah? mencintai istri orang yang begitu dalam?
"hah andai waktu bisa berputar ingin aku yang menggantikan posisi dia.."
__ADS_1
Rendra terus bercerita semua isi hati nya dia keluarkan, Rendra hanya meminta Tiya mendengarkan saja tanpa harus memberi komentar .