Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 97


__ADS_3

setelah pemakaman Kiki selesai , Tiya masuk kedalam kamar Kiki disana begitu banyak foto-foto Tiya dari kecil hingga ada foto Tiya bersama aura di pajang di kamar tersebut.


tempat tidur yang agak sedikit berantakan,masih ada harum badan Kiki yang tertinggal dikasur tersebut.


bahkan baju yang di gunakan waktu video call dengan Tiya masih tergantung di dekat lemari baju nya, Tiya memeluk nya sangat erat sekali.


"kamu sudah membawa separuh hati dan jiwa ku, Ki."Isak tangis Tiya kembali pecah.


"mengapa sesakit ini rasanya semua isi di dadaku nyeri semua, kamu bawa cintaku. hiks..hiks..hiks kenapa kamu datang mengobati luka hati ku, lalu kamu robek lagi luka itu,Ki..huaaaa hiks..hikss..


tangisan Tiya terdengar sangat memilukan siapa pun yang mendengarkan akan merasakan hal yang sama.


bahkan keadaan Tiya sangat menyedihkan sekali, tatapan kosong bahkan pikirannya pun entah berada dimana.


"Tiya, apa kamu akan tinggal sementara waktu disini?"tanya Kakak nya Kiki


"apa boleh kak, sampai 7 harian aku tidur disini. mungkin dengan begini aku bisa mencoba merelakan nya,"jawab Tiya dengan tatapan masih kosong memandang jendela kamar


"boleh sangat boleh bahkan mama akan senang sekali kamu mau disini."ungkap kakaknya Kiki.


"terimakasih kak,aku gak tahu kak..apa aku bisa tanpa Kiki, kedekatan aku yang sangat singkat ini membuat luka yang sangat dalam dia tinggalkan."gumam Tiya


hari demi hari terasa berat untuk Tiya melupakan Kiki, bahkan semakin mencoba menghapus bayangan kenangan mereka semakin susah.


setiap sudut cafe pun tak luput selalu ada bayangan kenangan mereka berdua.


sella dan Yuri semakin tidak tega melihat sahabat nya itu, kadang Tiya lebih banyak di rumah produksi miliknya.


dia berjibaku dengan resep kue yang dia buat sendiri, sampai lupa waktu.


aura pun sama dia lebih banyak diam, dan mereka sekarang lebih banyak tinggal dirumah produksi bersama mba sus dan karyawan lain nya.


disini tidak merasa kesepian tapi tatapan mata Tiya tetap kosong, kadang setiap malam dia sering menangis.


"sella, apa kita ajak Tiya untuk tinggalin kota ini."ide yuri

__ADS_1


"Lo yakin dengan ide Lo itu, dia bisa lupa sama Kiki."sahut sella


"ya kan kita belum nyoba, dan harus nanya juga ke Tiya. sekaligus cari tempat yang strategis untuk dia buka toko bakery."terang Yuri


sella pun berpikir tidak ada salah nya mencoba, dan sella juga akan bicara dengan Reza. mungkin Reza ada ide dan tempat yang bagus untuk Tiya dan aura tinggali.


"gue akan bicara juga dengan sakti."ujar Yuri tiba-tiba air mata nya menetes.


"iya , siapa tahu sakti dan Reza ada tempat yang bagus dan strategis. kita harus bisa membuat Tiya bangkit dan punya semangat hidup lagi,bahkan gue sampai gak tega lihat aura yang sering melamun. impian terbesar nya untuk mempunyai papa yang terbaik dalam hitungan detik sudah hilang."ungkap Yuri.


"kalau gue jadi Tiya, mungkin gue juga akan merasakan hal yang sama juga ."timpal sella


"bunda Sama ayah bahkan ikutan sedih banget, setiap hari terus membujuk aura dan Tiya tapi sepertinya hanya waktu yang bisa menyembuhkan luka hati nya."ungkap Yuri


"semoga semua akan kembali baik-baik saja,"ujar sella


sella berbicara dengan Reza dan begitu pun sebaliknya Yuri pun berbicara dengan sakti.


mereka saling memberikan masukan dan tempat yang terbaik di kota-kota yang menurut Reza dan sakti sangat indah.


"kenapa harus ke negara B sih, disini juga banyak tempat-tempat bagus. kita bisa menjenguknya Kapan saja,"ujar Yuri


"gue lebih tertarik di kota s ,disana kuliner atau bakery sangat hidup dan banyak peminat nya."ujar Reza


"nanti gue cek dengan rekan bisnis yang tinggal di area sana."timpal sakti.


"ya sudah berarti tinggal gue dan Yuri yang akan berbicara dengan Tiya dan aura."ucap sella


"gue juga akan bicara dengan ayah dan bunda pasti dia juga akan ikut menemani Tiya di sana."timpal Yuri.


"waktu melupakan rendra hanya hitungan hari saja, ini udah hampir satu tahun kepergian Kiki sangat sulit untuk Tiya bangkit."terang sakti.


akhirnya Yuri dan sella mendatangi Tiya di kediamannya, nampak ramai dengan orang-orang yang mengambil pesanan.


Tiya nampak sibuk dengan adonan kue-kue nya, dan terlihat juga ada aura yang membantu mama nya.

__ADS_1


mba sus memberi kode kalau Tiya setiap hari seperti itu, dia akan berhenti ketika malam.


"hai, sibuk banget sampe gue panggil saja gak ada jawaban,"seru Yuri


"hai kapan kalian datang, kok gak kasih tahu dulu."jawab Tiya


"gimana mau di jawab, orang nya di mana dan itu ponsel nya dimana? cebik sella


"iya maaf, sebentar ya lagi nanggung banget."ujar Tiya


"Tante apa kabar? Sapa aura


"baik sayang, sudah lama ya. aura gak nginap di rumah bunda, ayah sangat kangen loh."seru Yuri


"iya tapi kan kakek dan nenek bisa datang kesini."jawab aura


"iya nanti Tante kasih tahu ke kakek dan nenek,.aura tetap semangat ya jangan terus bersedih."pinta Yuri yang di jawab dengan anggukan kepala saja.


Tiya pun menyelesaikan adonan kue dan dilanjutkan oleh Siti dan uti.


dia mendekati sahabat nya yang sedang berbincang di depan tv.


"ada apa kalian tumben datang siang-siang begini,"tanya Tiya


"iya kita mau membicarakan sesuatu,mungkin hanya masukkan saja dari kita semua."jawab sella


"sudah hampir sama satu tahun, Lo gak datang ke cafe bahkan lebih banyak menghindari kita. apa Lo gak kangen sama kita lagi? sampai bunda atau ayah pun setiap hari selalu ingin menjenguk saja sudah Lo larang.


Tiya kita semua sayang sama Lo, bahkan maaf kita kasih ide buat Lo. mungkin dengan pindah dari kota ini, Lo bisa melupakan Kiki dan bisa membuka hati lagi serta kembali menjadi Tiya yang selalu bersemangat."


"maafkan gue ya? sudah bikin semua orang menjadi sedih bahkan bingung. tapi jujur gue memang ada rencana untuk tinggal di kota s hanya saja mba sus masih tanya-tanya saudara nya untuk minta di Carikan tempat yang nyaman bahkan tidak jauh dari kota.


ada dekat kampus tempat nya sejuk dan nyaman, dan gue juga akan mencari sebuah ruko untuk toko bakery."ungkap Tiya


Yuri langsung berhamburan memeluk sahabatnya itu, ternyata kita sehati. tadi gue, Reza dan sakti memilih kota itu untuk Lo tinggal biar gue kangen gak jauh-jauh harus kesana."tutur Yuri

__ADS_1


sella pun ikut memeluk sahabatnya itu, dan merasa senang kalau Tiya mencoba untuk bangkit lagi.


__ADS_2