Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 92


__ADS_3

acara pernikahan Yuri dan sakti berjalan sangat amat lancar, bahkan resepsi nya pun sukses.


banyak yang membooking cafe Tiya dan teman-temannya untuk acara pernikahan di bulan depan bahkan ada yang langsung berani bayar mahal.


Reza dan sella tidak menyia-nyiakannya, kesempatan seperti ini jarang di dapatkan dengan instant.


"carilah make up artist yang mau bekerjasama dengan wo kita, yang kemarin MUA Yuri dan sakti. apa kita hubungi mereka untuk bekerjasama? tanya Tiya


"boleh juga dan untuk alat makeup kan kita tinggal tanya customer mau pakai merk apa dan kita tinggal menyediakan saja."ide sella


za, untuk harga coba di buat paket saja? misal 500 undangan berarti makanan porsi nya 1000, kalau mereka mau nambah tambahan porsi pun bisa kita buatkan paket per100 atau 250 porsi paketnya."terang Tiya


Reza hanya menjawab dengan anggukan kepala saja, dia coba merekap yang Tiya minta.


tiba-tiba Kiki masuk keruangan kerja mereka, karena sudah mengetuk pintu mereka bertiga tidak ada yang mendengarnya.


"maaf ganggu, aku sudah ketuk tapi kalian sibuk sekali seperti nya."ujar Kiki yang langsung duduk di samping Tiya.


"hai, maaf kita sedang buat cost budget untuk masalah Wo karena sudah ada 3 orang yang booking di bulan depan."tukas Tiya


"boleh aku bantu masalah catering nya? apa boleh ikut? "tanya Kiki


"hmmm,boleh juga tuh."seru sella dan Reza berbarengan


"oh iya kalian pasti belum makan kan? aku buatkan makan siang ya? tanya Kiki yang menatap ketiga orang tersebut bergantian


"kamu gak cape? tanya balik Tiya


"gak kok cuma 4 porsi saja gak masalah."jawab Kiki yang langsung berdiri keluar ruang kerja Tiya dan sella


Kiki langsung menuju dapur cafe untuk membuat makanan berat, karena makan siang ini dia mencoba menu sederhana saja.


ikan goreng, sambal, perkedel, tempe goreng dan sayur bening kesukaan Tiya.


bahkan menu tersebut sangat di favorit kan oleh Reza bahkan sella.


hanya waktu 30 menit makanan sudah siap, Kiki meminta salah satu karyawan untuk membantu membawanya keruangan kerja Tiya dan sella.


dari aromamnya sudah tercium harumnya masakan Kiki, apa lagi sambal terasi nya membuat perut Reza meronta untuk segera di isi.


"gilee bener ini sih makanan ngajak tarung nih, bisa 3 piring habis,"seru Reza yang langsung cuci tangan dan duduk bersila di lantai

__ADS_1


"makan beginian duduk di meja gak enak, gak ada Seni nya."ujar sella


"aku ambilkan karpet dulu,"ujar Tiya yang mengambil karpet lalu menggelar nya


semua makanan sudah di tata rapih di atas karpet, terlihat Reza Sudan gak sabar mengambil makanan tersebut bahkan main tarik menari sambal dengan Tiya.


datanglah sakti yang ikut nimbrung dengan Tiya, Kiki, sella dan Reza.


pengantin baru ini tanpa dosa main menyambar piring di tangan sella, lalu makan dengan tenangnya.


"bisa gak nanti makan malam bikin ini lagi,"ujar sakti


"woii pak , bini di kemanain. mau makan malam disini."ledek Tiya


"oh, iya nanti aku bawa Yuri kesini juga."ucap sakti yang sudah nambah untuk ke dua kalinya.


"Reza, makan anteng amat."tanya Tiya


"kalau lagi lauk pauk nya begini, Reza akan jinak."timpal sella


"ini menu amat sangat teeerrrpavorit, jadi mertua lewat ya lewat aja."sahut Reza


Kiki sangat senang ternyata makanan yang dia buat sampai tak tersisa.


yang di anggukan oleh Reza ,sella dan sakti


"gue minta bungkus aja, bisa gak? untuk bini gue?"jujur sakti


"gaya bener yang udah punya bini"ledek Tiya.


"iya dong, nanti kalian juga pasti ngerasain."ujar sakti.


"ada yang mau kopi,"tawar sella


"masih kenyang banget nanti sajalah."seru Reza


"ya sudah kalau gitu, aku hanya menawarkan saja kok."jawab sella


setelah usai makan, kenapa Tiya melihat Kiki agak sedikit pucat. setiap Tiya tanya jawaban nya hanya kecapean saja.


ada rasa Lain dalam hati Tiya, ada rasa takut tapi Tiya berharap semua akan baik-baik saja.

__ADS_1


"Tiya, nanti kita cari cincin ya.kamu kapan ada waktu? tanya Kiki


"kapan saja bisa, kamu tinggal info kapan dan jam berapa? jawab Tiya sambil tersenyum


ada rasa bahagia ketika Kiki mengajak nya untuk memilih cincin pernikahan mereka.


"aku ingin kita menikah di Minggu ini, kemarin aku sudah bicarakan dengan ayah mu. mereka setuju kita menikah dahulu soal pesta aku serahkan padamu saja, mau langsung pesta atau di dua hari kemudian kita adakan pesta nya."ungkap Kiki


"ih gak romantis melamarnya diam-diam lewat ayah,"cebik Tiya


"hahajahahaha inti nya Restu orang tua dan anak ku aura itu nomor satu, baru aku ambil hati orang yang selalu mengisi ruang hati ku bahkan sampai sesak saking penuh nya."ungkap Kiki


"tidak perlu ada pesta, ini bukan pernikahan seorang gadis. aku malu jika harus ada pesta."ucap Tiya yang langsung menundukan wajah nya


"kenapa harus malu? kamu akan jadi istri ku , jadi semua orang harus tahu dan merasakan kebahagian kita juga."tutur kiki yang membelai kepala Tiya.


"tapi tidak usah mewah ya? sederhana saja bagaimana? ujar Tiya


"hmmmm bagaimana ya? masak pemilik salah satu wo. pesta nya begitu-begitu saja,hmmm gimana nanti customer kecewa nih."ledek Kiki


"hahahahahaaha sederhana tapi terlihat elegan, itu saja ."jawab Tiya dengan wajah yang sudah merah karena malu.


"kalau hari ini gak ada kerjaan, ayoo kita cari cincin nya sekarang saja."ajak kiki


"ya sudah yu, sebentar aku info ke sella dan Reza dahulu."jawab Tiya yang langsung berdiri mengambil tas dan jalan keluar dari ruang kerja nya mencari sella.


Kiki mengikuti Tiya berjalan keluar, dia terus menggenggam tangan kekasihnya itu.


"sella, aku keluar dulu ya? kalau nanti ada waktu aku balik lagi ke cafe tapi kalau tidak kita ketemuan di rumah kue ya."ujar Tiya


"kalian mau kemana? tiba-tiba Reza sudah ada di belakang Kiki


"mau cari cincin, rencana Minggu depan kita mau menikah dulu."ungkap Kiki


ucapan Kiki membuat sella histeris dan berteriak gak percaya kalau Tiya menyembunyikan berita bahagia ini.


"Tiya jahat masa gak cerita sih."selidik sella


"aku saja baru tahu tadi belum ada 30 menit, dia mengajak ku menikah. gak ada romantis nya cara melamar."cebik Tiya


"wah udah nyolong start aja, "ledek Reza

__ADS_1


"bukan tapi mungkin sudah jodohnya disini."terang Kiki


akhirnya Tiya meninggalkan cafe bersama Kiki untuk mencari cincin kawin di toko langganan keluarga Kiki.


__ADS_2