Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB.22 HAMBAR


__ADS_3

Cinta memang aneh ketika sudah pergi baru mereka menyadari kalau sudah jatuh cinta dan sayang. Itu lah yang sekarang sedang andi rasakan.


Andi terus berupaya gimana bisa bertemu dan meminta tiya untuk rujuk kembali padanya.


Semakin dia mengejar tiya justru tiya semakin susah di dekati, eli pun nampak kesal karna janji andi untuk menikahi secara resmi hanya omongan kosong saja. Bukti nya andi masih sibuk mengejar tiya.


"mas kamu kemana aja sih.. Hampir tiap hari selalu pulang malam? Tanya eli


"sibuk main badminton..udah ya aku cape" itu lah jawaban andi tiap hari


Eli tau kalau andi mulai sibuk mencari tau kegiatan mantan istri nya itu, bahkan mantan istri nya atau sahabat eli sekarang makin lebih baik lagi bahkan sekarang lebih sibuk dengan kerjaan nya. Bohong kalau eli tidak mencari tau juga kabar tiya, dari awal berteman eli selalu iri apa lagi rendra sekarang mulai mendekati tiya lagi.


"kenapa sih nasib si tiya dari dulu selalu bagus..gumam eli


Eli pun mengikuti andi masuk kamar dan ikut berbaring di samping andi.


"mas? Mas sudah tidur?? Karna gak ada jawaban eli pun ikut memejamkan mata dan terbawa ke alam mimpi.

__ADS_1


Eli terbangun tapi andi sudah tidak ada malah andi sudah berangkat kerja tanpa membangunkan eli lagi.


Hubungan mereka mulai hambar, karna andi mulai berubah


Eli pun gak tinggal diam. Siang ini dia akan datang kekantor andi, eli menunggu andi untuk makan siang bersama.


pas mau masuk kamar mandi ibu nya andi tiba-tiba masuk


"ELi mamah minta uang untuk setoran gas kata andi uang kamu yang pegang semua? Sambil mengadah tangan nya meminta uang


"inikan jatah saya mah? Jawab eli


Eli dengan malas akhir nya mengambil uang itu juga untuk diberikan ke mertua nya.


Eli pun cepat-cepat mandi dan berdandan karna dia malas berdebat dengan ibu nya andi,waktu sebelum menikah siri ibu nya andi sangat baik sekali bahkan eli di larang untuk masak atau beberes rumah. Tapi sekarang berubah justru ibu mertuanya sekarang malah semena-mena, bahkan sering membicarakan eli sama tetanggga nya.


belum keluar dari rumah ibu mertua nya sudah menghadang eli untuk memasak.

__ADS_1


"mau kemana kamu? Masih pagi udah mau keluyuran masak dulu baru boleh pergi" omel mertuanya


Eli pergi begitu saja tanpa menjawab omelan mertua nya.


(bodo amat dikira gue pembantu apa? Dikira gue tiya yang mau nurut aja sama mertua,,jangan harap bisa mencampuri urusan rumah tangga gue) di dalam hati eli terus merutuki mertua nya dan gak terasa eli sudah sampai dikantor andi.


Eli menunggu andi di lobby sampai jam makan siang


Semua karyawan sudah keluar, eli tetap menunggu dan dari jauh terlihat andi sedang berjalan keluar dari lift dengam seorang wanita yang berpakaian sangat seksi. Wanita itu pun tidak segan-segan mencubit genit perut andi


Andi pun mencolek dagu si perempuan tersebut,, mas?? Sapa eli


Kaget itu yang andi rasakan tapi andi tetap bersikap biasa aja, padahal andi baru aja mau mengajak sari untuk makan siang berdua.


"ada perlu apa kamu kesini? Tanya andi


Kita makan siang yuk mas? Ajak eli

__ADS_1


Kamu tunggu dirumah saja"pinta andi


Andi berlalu begitu saja tanpa menghiraukan panggilan eli.


__ADS_2