
nampak di rumah Tiya sudah berkumpul ada Reza, bunda ayu, ayah Bambang dan orang tua Tiya juga.
dan ternyata ada mama Kiki dan kakaknya yang juga kebetulan ingin menjenguk aura, karena sudah janji dengan almarhum anak nya kalau akan sering menjenguk aura seminggu sekali.
"seperti sudah di rencanakan saja ya kita berkumpul tanpa janjian lagi,"seru ayah Bambang
"iya padahal saya juga tidak ada janjian dengan mbak ayu."sahut mama nya Kiki
"Tiya, dimana aura? tanya kakak nya Kiki
"ada kak di kamar dengan putri dan Yuri."sahut Tiya
"boleh kakak masuk? kakak mau ajak ke toko buku mungkin aura sama putri mau ikut dengan kakak."ujar kakaknya Kiki
"boleh kak, masuk saja ke kamar aura."perintah Tiya.
di kamar aura sedang curhat dengan Yuri sedangkan putri hanya jadi pendengar yang baik saja.
"hai boleh Tante masuk? tanya kakak nya Kiki
"hai Tante Kikan? apa kabar, kangen deh aura sama Tante."seru aura
"eleh sama Tante Yuri gak kangen apa? cebik Yuri pura-pura cemburu
"kangen lah, aku kangen sama semua orang disini yang sayang sama aku."terang aura yang sambil tertawa
"ada yang mau ikut Tante ke toko buku, dan minum ice cream sepuas nya."ajak Kikan kakak nya Kiki
"mauu lah , gratis."teriak Yuri dan putri berbarengan.
"hahhaahaha dasar Tante Yuri kebiasaan nih, aura mau tan. bentar aku ijin mama dulu."timpal aura
"Tante sudah ijin ke mama kamu dan kamu tinggal ganti baju saja, putri ikut ya? ajak kikan
"iya tan, pasti aku mau banget loh."jawab putri tanpa malu-malu
"ini nih, didikan Tante Yuri sih hebat semua."seru Kikan
"hahahaahhaa bisa saja Lo kak, Jangan suka gitu ah."ujar Yuri yang pura-pura malu.
__ADS_1
akhirnya aura, putri dan Kikan pun berangkat ke toko buku, sedangkan mama nya Kiki dan yang lainnya sedang berbincang masalah kepindahan Tiya dan aura.
sakti sudah mendapatkan tempat yang bagus sesuai keinginanan Tiya.
mbak sus, uti dan Siti akan ikut Tiya pindah ke kota S disana akan membantu membuat kue.
kepindahan Tiya rencana Minggu depan sudah akan ke kita s, besoknya Tiya dan sakti serta bunda Yuri survei tempat ke kota s.
rumah yang akan di tinggali sangat sejuk dan nyaman sekali, jauh dari keramaian.
rumah nya pun sederhana tapi luas bahkan halaman nya pun ada gazebo.
lalu mereka beralih ke ruko, tempat yang sangat strategis bahkan bisa di jangkau dari arah mana pun.
parkiran yang cukup luas, bahkan bagian lantai 2 bisa di pakai untuk ruang kerja juga tempat tinggal.
tapi Tiya meminta Siti ,uti dan mba sus tinggal dirumah nya agar tidak sepi.
sakti dan bunda Yuri pun setuju saja dengan ide Tiya, Tiya trus menatap dari jendela atas ruko.
sepintas Tiya seperti melihat seseorang yang Tiya kenal cukup baik bahkan pernah menorehkan luka juga.
karena Kiki yang sudah berhasil menghapus bayangan orang tersebut, bahkan rasa di hati Tiya untuk nya masih ada tapi tidak sebesar dulu.
Tiya membuang jauh lamunan nya, lalu bergegas turun dan mengajak sakti serta bunda Yuri untuk mencari makan.
"kita tidak usah menginap ya? biar besok tiya bisa langsung packing barang Bun."pinta Tiya
"apa bunda boleh ikut kamu tinggal disini sama ayah? tanya bunda
"apa tidak merepotkan Bun? jawab Tiya
"tidak sayang bahkan ini lebih baik ."timpal bunda
"ya sudah Bun , Tiya ikut saja asal tidak merepotkan bunda dan ayah."ujar Tiya
mereka pun memutuskan kembali ke Jakarta, sakti nampak sedikit lelah tapi dia tidak menunjukkan ke mertua nya.
sampai di Jakarta sakti pun memutuskan beristirahat di tempat Tiya dulu, ternyata istrinya pun masih menunggu nya di rumah Tiya.
__ADS_1
"kamu langsung tidur saja, nanti aku buat kan teh jahe agar badan kamu segar kembali."ujar Yuri ke suami nya
"iya gak usah pulang lah dan jangan dipaksakan juga."seru sella
sedangkan bunda sudah di jemput ayah Bambang mereka akan berkemas-kemas juga untuk membawa baju atau barang yang akan mereka bawa pindah kerumah Tiya.
Yuri Ada rasa tidak enak juga karena harus berjauhan dengan orang tua juga sahabatnya tapi Yuri sudah bersuami dan ada mamih mertua nya juga yang setiap saat selalu ada untuknya.
sella nampak sedih karena pernikahan nya dengan Reza akan di langsungkan 4 Minggu lagi, tidak ada Tiya yang sering memberikan ide untuk konsep pernikahan nya itu.
"Lo mau yang gimana? kan bisa gue kasih masukkan aja, pas seminggu hari H nya gue akan pulang kesini lagi kok."terang Tiya
"beneran? Lo balik satu Minggu sebelum gue nikah."seru sella
"iya, gue akan balik sama bunda sedangkan ayah pas 2 hari mau hari H saja. karena kan aura baru mau masuk sekolah di sana."ungkap Tiya.
Yuri dan sella pun setuju karena mereka bisa saling komunikasi lewat video call atau telponan setiap menit.
bahkan Yuri dan sella bisa menyusul juga ke kota s, mereka tidak bisa berjauhan lama-lama.
"bantu gue packing barang yang penting-penting saja, yuk? ajak Tiya
"baju gak semua kan dibawa? sepatu dan barang-barang aura biar gue yang packing."tanya sella
"iya boleh, hanya sebagian saja yang kita bawa itu pun yang penting- penting saja."jawab Tiya
"Yuri maaf ya, bunda tetap ingin ikut tinggal dengan gue. mungkin sesekali dia juga sama ayah akan sering pulang kok kerumah."ungkap Tiya
"gak apa-apa sudah saat nya orang tua gue bahagia, jadi dia mau tinggal dimana pun gak masalah buat gue. yang penting orang tua gue sehat selalu,"terang Yuri
Tiya Sangat bahagia di kelilingi orang yang sangat sayang sama dia.
bahkan orang tua Kiki juga berjanji sebulan sekali akan menjenguk aura, anak Kikan juga rencana nya akan melanjutkan sekolah di kota s. karena suami nya akan pindah tugas di kota s jadi aura ada teman lagi selain putri.
"pasti gue akan stres nih tenangin si putri yang kehilangan besti nya lagi."terang sella
"baru gue mau ngomong gitu, sell."timpal Yuri
"iya lagi gue pikirin gimana cara nya ini bocah bisa berjauhan dulu untuk sementara waktu, mana ayah Bambang juga ikut pindahan juga. jangan Sampe itu si putri minta pindah juga "ungkap sella yang sambil berpikir Gimana caranya bisa membuat putri menerima kepindahan aura.
__ADS_1