
pagi yang sangat cerah begitu pun dengan hati nya Yuri dan Tiya serta sella, mengawali pagi yang baru dengan status teman yang sudah berbeda.
Yuri gak menyangka saja kalau sekarang dia calon istrinya sakti, bahkan dua Minggu lagi dia akan menjadi istri bukan calon lagi.
ternyata ada yang lebih heboh lagi, ayah Bambang mendaftarkan Tiya juga ke kantor urusan agama. karna ternyata Kiki sudah datang melamar Tiya sehari sebelum pembukaan cafe.
Kiki datang bersama mama nya karna papa nya sudah meninggal dunia.
tanpa sepengetahuan Tiya, lamaran tersebut di terima oleh ayah dan ibu nya.
karna ibu nya Tiya tidak mau anak nya dekat dengan Rendra, bahkan tidak akan merestui andai Rendra jadi menikahi Tiya.
alasan ibu nya Tiya adalah karena dia tidak mau anak nya mendapat hinaan seperti dirinya, cukup dia saja dan orang tuanya yang merasakan sakit.
"hahhaaaha gue gak nyangka aja, Lo berdua bisa cepet nikah ya.."ucap sella
"kita gak tahu jodoh seperti apa? biar pun kita sudah berlari sejauh mungkin ternyata kembali nya lagi dengan orang yang pernah ada di hati kita,trus kita bisa apa? terang Yuri
"iya juga sih? sahut sella
"cobalah sell, lupakan masa lalu dan berdamai dengan hati Lo? karena Reza serius dengan Lo.."tutur Yuri yang berdiri hendak masuk ke dalam mengambil teh untuk mereka bertiga
sedangkan Tiya masih mandi.
"just give me a reason
just a little bit's enough
__ADS_1
just a second we're not broken just Bent
and we can learn to love again
sella mendengarkan lagu tersebut sambil merenung apa benar reza serius dengan nya karna dia merasa takut nasib nya akan sama seperti dulu, ketika mau menikah malah di tinggalkan.
sedangkan Rendra malah mempermainkan Tiya, dia takut Reza akan sama dengan kakak nya.
"hai malah bengong,,"sapa tiya
"ini teh nya, cemilan nya nanti di bawakan sama Yuri, tutur tiya yang sambil menyeruput teh nya.
"Lo lagi mikir apa? tanya Tiya
"gak ada, cuma takut aja kalau gue Nerima Reza akan sama seperti Lo? atau gue akan di campakan seperti mantan gue dulu, besok mau nikah malah di tinggal kabur,hahahaa nasib nasib sampe sekarang gue takut jatuh hati.."terang sella
mereka bertiga saling memberi semangat dan masukkan untuk sella dan Tiya.
"ini yang di cari ternyata pada kumpul di belakang? kalian gak ke cafe."tanya ayah Bambang yang tiba-tiba datang
"ayah kapan datang? tanya Tiya yang langsung mencium tangan ayah Bambang di ikuti sella dan Yuri
"baru saja, di kira ayah kalian sudah berangkat ke cafe ternyata masih di rumah."sahut ayah Bambang.
"iya kamu berangkat agak siang yah, biar sampai tutup cafe kita di sana."terang sella
"ya sudah, ayah cuma ingin tahu aja. tadi ayah habis ada urusan lewat rumah mu jadi mampir saja sekalian, siapa tahu kalian masih ada di rumah. ternyata benar kalian masih belum berangkat.."tutur ayah Bambang.
__ADS_1
Yuri menangkap gelagat aneh dari kelakuan ayahnya, sepertinya ada misi yang belum selesai.
"ayah mau kopi? tawar Tiya
"boleh tapi teh saja.."sahut ayah
"oke, Tiya buatkan dulu ya?.."ujar Tiya
yang di jawab oleh ayah Bambang dengan anggukan kepala saja.
"ayah ada apa? tanya Yuri dan sella
"Kiki sudah melamar Tiya, dan rencana pernikahan kamu dan Yuri akan berbarengan atau kamu duluan."jelas ayah Bambang
yang membuat Yuri dan sella berteriak histeris,
"husstt..bisa ketahuan kalau kalian heboh begini.."kesal ayah Bambang
"maaf , habis kita senang dengarnya. yah.."sahut sella
tidak lama Tiya datang membawakan teh dan kudapan nya.
"silahkan ayah, ini spesial loh? pake hati gak pake jantung."canda Tiya
"hemm ini kue bisa di bungkus gak? kalau di makan kasian.."ayah pura-pura sedih
"eleeh bilang aja minta di bungkus gak usah pake drama.."cebik sella
__ADS_1
"itu bahasa halus nya.."timpal ayah
Tiya hanya tersenyum dan memperhatikan Yuri yang tak lepas dari senyuman dan wajah yang sangat bahagia.