Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 89


__ADS_3

acara pernikahan Yuri tinggal menghitung hari, Tiya dan sella bahkan lebih banyak menginap di rumah Yuri.


dua hari lagi acara pernikahan sakti dan Yuri, nampak saudara jauh dari ayah Bambang sudah berdatangan bahkan ada yang menginap di hotel.


tampak bunda Yuri sangat sibuk bahkan sampai lupa kalau suami nya berkali-kali mengingatkan untuk tidak terlalu cape.


nampak terlihat letih di wajah bunda nya Yuri.


"Tiya, Kiki kemana? datangkan hari ini untuk test food."tanya sella


"iya, sudah dijalan tadi jemput putri dulu Sama aura Karena Reza gak bisa jemput."Jawab Tiya yang masih sibuk dengan adonan kue untuk acara malam pengajian nanti malam.


"sella, untuk souvernir udah siapkan?"tanya ayah Bambang


"sudah dong. yang untuk nanti malam kan?"sahut sella


"iya untuk malam pengajian nya, besok akad nikah kalian bisa kan lebih pagi lagi standbye nya."tanya ayah Bambang


"untuk wo sudah standbye malam ini, bahkan sekarang sedang mendekor tempat akad nikah."timpal Tiya


"maaf yah, merepotkan kalian."jujur ayah Bambang yang merasa tidak enak sambil menatap sella dan Tiya.


"justru kami sangat senang, bisa terlibat langsung dan lebih senang nya lagi ini pertama kalinya kita menangani urusan pesta pernikahan dan benar-benar excited. bahkan di cafe yang baru banget berdiri."ungkap sella yang terlihat sangat semangat sekali.


tidak lama Kiki datang bersama anak-anak, dan mereka berhamburan memeluk ayah Bambang.


pikir sella anak-anak akan berlari memeluknya ternyata dugaan nya salah besar justru anak-anak malah melewatinya.


"kakek ganteng kita kangen berat deh,"seru putri dan aura


Tiya hanya menepuk jidatnya bahkan Yuri yang melihat dan mendengar ucapan anak-anak langsung mencebikkan bibir nya .


"kakek ganteng kek nya itu bocah berdua salah masuk rumah kali ya."gerutu yuri yang membuat sella terbahak-bahak mendengarnya.


"apa ketutupan kumis bokap gue ya, jadi anak-anak matanya pada ketutup semua."ujar Yuri


"hust sirik aja, memang ayah pria paling genteng. buktinya bunda mu selalu tidak bisa jauh dari ayah mu ini."sombong ayah Bambang.

__ADS_1


"ya iyalah gak bisa jauh, lah bunda kan istri nya ayah. gimana sih pak kumis."jawab Yuri


"hahhahahaaha Kalian sirik ya? karena gak dapat pria seperti aku."tukas ayah Bambang


"iya deh, ayah orang paling ganteng di jaman nya."seru Tiya


"kok di jaman nya? protes ayah


"nah terus mau ganteng di jaman purba? timpal sella


"oh baiklah hari ini aku kalah tapi tidak nanti."ujar ayah Bambang yang langsung mengajak putri dan aura untuk makan siang.


bunda tidak melihat putri dan aura datang sehingga bocah dia itu merasa di abaikan.


mereka protes ke ayah Bambang, lalu ayah Bambang menghampiri istrinya.


"Bun, itu tuyul dua protes mereka gak mau makan tuh."tunjuk ayah


"hai hai ada cucu nenek, maaf nenek gak lihat kalian sudah datang. hemm cucu nenek mau makan apa? sapa bunda Yuri


"sini nenek cantik temani kita makan dulu yu? seru aura


"gak usah ini aja ne, sudah cukup."jawab putri


"baiklah, ayoo mari makan."ajak bunda Yuri


tanpa sadar dia pun ikut makan dengan lahap nya bahkan dia sampai nambah tiga kali, membuat ayah Bambang menepuk jidatnya. baru ingat kalau istrinya belum makan dari pagi harusnya dia mengajak makan seperti biasanya.


"bunda lapar banget ya? tanya Tiya yang ikut bergabung di meja makan bersama anak-anak


"kamu juga belum makan ya? tanya balik bunda


"ini mau makan tapi Kiki masih sibuk sama Yuri sedang test food."jawab Tiya


"ya sudah biar Kiki nanti menyusul aja. ayo kamu makan dulu,bunda mau ambilkan anak-anaknya puding. setelah makan puding kalian langsung ganti baju dan istirahat karna nanti malam akan ada acara pengajian."ungkap bunda yang berjalan mendekati meja dessert.


"mah, boleh ice cream? tanya aura

__ADS_1


"oh tentu boleh dong, nanti kakek ambilkan?timpal ayah Bambang yang tiba-tiba menjawab pertanyaan anak-anak karena dia yakin Tiya akan melarang anak-anak itu untuk minum ice cream.


"sstt kenapa kalian sekarang memanggil kakek nenek? bukan opa dan Oma lagi? tanya Tiya


"kata kakek kurang keren kalau di panggil opa? sahut putri yang membuat Tiya tersedak lalu Kiki menyodorkan botol air minum.


"hati-hati kalau makan,"usap Kiki di bahu Tiya.


"Ki, ayo makan dahulu."ajak bunda Yuri


"iya Tante sebentar lagi,ini mau makan tapi itu ada Reza biar saya sama-sama saja makan nya."jawab Kiki


"Reza woy Reza,,"teriak Yuri


"eh calon manten jangan teriak Mulu, ntar cantik Lo luntur."ledek Reza


"tahu aja Lo, eits sini jangan pura-pura bego. biasa nya kalau makan enak dan gratisan apa lagi dalam acara orang kawin itu kan target kita dari dulu.."ungkap Yuri sambil menaikan alis nya lalu mereka berdua memasang kuda-kuda


"serbuuuu."teriak Reza


yang lain hanya menatap penuh rasa aneh ternyata pertemanan mereka sangat unik bahkan terkesan malu-maluin.


tanpa di sadari dia jadi bahan tontonan orang-orang yang ada di sekitar ruang makan.


mereka mengambil makanan dengan ukuran porsi jumbo bahkan Kiki yang melihat hanya menelan ludah nya dengan kasar.


sella memvidiokan kan kelakuan aneh kedua orang itu, bahkan sambil tertawa geli.


"hidup makan..hidup butuh makan bukan butuh janji."teriak Reza dan Yuri


"besok gak jomblo."teriak Yuri


"gak bagus Lo teriak gitu kan gue belum di terima Sama sella."protes Reza


"ya udah Lo teriak yang lain aja sih."ucap Yuri.


bunda dan ayah sudah tahu kelakuan mereka berdua kalau di tempat pesta, tapi ini kali terakhir putrinya akan seperti ini.

__ADS_1


besok dia akan menjadi istri bahkan kelak akan menjadi seorang ibu buat anak-anaknya.


__ADS_2