Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 50


__ADS_3

selesai memanjakan diri mereka pulang dengan perut kosong lagi, rencana mereka akan memasak bersama kalau bunda belum pulang.


sampai dirumah ternyata bunda dan yang lain nya Belum pulang juga jadi Tiya,Yuri dan sella langsung eksekusi di dapur.


"Tiya mau masak apa? tanya Yuri sambil membuka kulkas melihat ada bahan makanan apa ajj.


"ini ada daging sama brokoli,,hmmm apa masak semur daging dan cah brokoli"ide Yuri


"hmmm ya udah boleh, tolong ambilin panci presto nya,, sell? perintah Tiya.


"biar cepat Mateng nya,, perut udah lapar banget nih"


"dimana yur itu panci nya? teriak sella, ternyata mbak Darmi sudah memberikan panci tersebut ke Tiya.


"yaelah mbak bilang dong"cemberut sella


"habis di dapur rame jadi mbak keluar deh buat bantuin"terang mbak Darmi


"no mbak Darmi hari ini gak usah bantu masak biar,Tiya yang masak"dengan pongah nya sella bicara


"hahahahahahah sella gue pikir Lo yang mau masak" sambil menjitak kepala sella Yuri terkekeh geli


"ishh sombong aja dulu,ya gak? ucap nya


"iya..iya tolong kalian bersihkan brokoli nya"pinta Tiya


"Tiya besok bos marahin gue gak ya? sella nampak berpikir dan masih berlanjut soal Rendi.


"waduh.. jadi Lo masih mikirin itu sell"sela Yuri


"iya masa gue mikirin sakti" jawab nya dengan santai


yang di sebut namanya ternyata ada di belakang Yuri


sella menepuk jidat nya,, "Yaa salam mimpi apa gue semalam" lirih nya


"Lo kenapa sih cuma sakti aja,Lo takut. gue aja kalo liat dia rasa nya gue pengen kerjain aja tuh kang es " seru Yuri


padahal Tiya udah kasih kode lewat kedipan mata, tapi Yuri gak nyambung juga.


"eheemm.. eheem"sakti coba berdehem


"sok ganten dan sok iya banget kek semua cewe bakalan tergila-gila sama dia,, no way yah kalo gue gak akan" celoteh Yuri


sella hanya bisa menepuk jidatnya berkali-kali


sedangkan Tiya sudah menahan ketawa aja


sambil melangkah keluar dapur dan membisikan ke telingan Yuri" gue gak ikut campur" Tiya menepuk bahu Yuri dan menunjuk sakti


Yuri menganga mulut nya dan sambil celingak-celinguk cari pertolongan.

__ADS_1


"eh ada orang nya" sambil menggaruk kepalanya yang gak gatal


"iya orang yang sok ganteng dan sok iya dari tadi loh di belakang kamu"gereget sakti liat muka Yuri


"maaf sih ini mulut suka gak ngrem"sambil menepuk bibirnya yang gak salah, dan Yuri pun lari dari hadapan sakti


sedangkan sakti dan sella langsung tertawa terbahak-bahak.


"tadi bos ada telpon kamu ya sell? Sakti bertanya ke sella


"iya cuma keputus,, eh saya yang putusin karena hape nya low"jawab sella bohong.


"ya sudah gak apa nanti saya yang jelaskan, sebenarnya pak Rendra mau bicara dengan Tiya. mereka ada apa ya? sakti sambil berpikir soal hubungan Tiya dan rendra bos nya


"Tiya juga belum mau cerita jadi kita liatin aja pak sakti kedepan nya semoga akan membaik lagi"ucap sella


sella dan sakti bergabung diruang tv dengan yang lain nya


jangan tanya Yuri bibir nya sudah maju 7 centi.


dia kesal sama ayah nya selalu ajak sakti kerumah


"Yuri kenapa Lo" senggol Tiya


"tuh, ayah nambah kuota anak lagi.malah sekarang anak laki"tunjuk Yuri dengan bibir nya.


"gue kira ada apa? Tiya hanya tertawa


"Tiya kita makan di halaman belakang saja"tutur bunda


"sini sella bantu bawa ke belakang"


"putri juga mau bantu dong bunda"


"aura mau bantu juga? tanya Tiya


"iya dong mah, masa diam aja kek Tante Yuri. masa Udah tua masih ngambek"ledek aura


"anak pitik tau apa sih" jawab Yuri


hahahhaahhaha udah.. udah bunda jadi pengen kalian tinggal disini saja gak usah pulang" terang bunda


"bisa-bisa jadi anak terbuang juga nih"lirih Yuri


ayah hanya mengusap kepala anak nya dengan sayang.


hayoo nak sakti kita ke belakang tempat nya lebih enak untuk bersantai"ajak ayah


"baik om" jawab sakti dengan memilih jalan di belakang Tiya


"mba Tiya nanti bisa bicara sebentar, ada yang mau ketemu sih sebenarnya" ucap sakti

__ADS_1


"eh masa tapi masih wujud manusia kan? Tiya menatap tajam sakti


sakti hanya menepuk jidat nya aja(( ini manusia tiga terbuat dari apa sih isi otak nya"gumam sakti))


bunda pun ikut bergabung tapi bunda juga membawa seseorang


Tiya langsung tersedak dan minuman yang dia minum kena muka Yuri


sella langsung ngumpet di belakang badan ayah


ayah dan bunda bingung dibuat nya, ini ketiga anaknya aneh semua hari ini.


ini yah.. Rendra masih ingat gak?? teman sakti kecil"terang bunda


"ingat lah Bun kan pernah main kesini juga kan waktu itu bareng Tiya dan Yuri putri Kita"ingat ayah


"sini gabung nak, kita makan sama-sama dan kebetulan ini yang masak Tiya" seru ayah


"wah enak ya om dari warna makanan nya aja sudah menggugah selera loh"ujar Rendra


"bisa gak kita kabur dulu"bisik sella


"kalau bisa udah gue kasih racun dua orang itu"sinis Yuri menatap sakti


"lapar gue langsung menguap begitu aja"lirih Tiya dengan lesu dia pindah duduk di samping sella


"kalian pada kenapa? seperti liat hantu aja" selidik bunda


"gak Bun, tiba-tiba ngantuk"jawab Yuri asal


bunda pun memberikan piring satu persatu untuk memulai makan, karena habis Maghrib aura dan putri akan pulang kerumah nya. besok Senin sudah mulai masuk sekolah lagi.


akhirnya mereka semua berpamitan karena sudah jam 7 malam


ayah gak mau melepaskan cucunya ada aja alasan nya untuk menahan gak pulang.


ayah nanti Jumat depan,Tiya antar anak-anak main kesini lagi. sepulang sekolah langsung Tiya antar" janji Tiya


"biar ayah yang jemput aja hari Jumat di sekolah aura dan putri, kamu tinggal siapkan baju nya aja"ide ayah dengan tersenyum


mereka pun pulang tapi tidak dengan Rendra dia masih mengikuti Tiya sampai di rumah nya.


"saya harus istirahat mas, tolong kasih saya waktu.


saya sudah jelas sejelas-jelasnya kan?


pikirkan itu kembali mas"ungkap Tiya sambil berjalan masuk ke dalam rumah.


Rendra tertunduk lesu, dan masuk ke dalam mobilnya.


sambil terus memandangi rumah Tiya, berharap Tiya akan datang kembali menghampiri nya.

__ADS_1


ternyata Tiya malah mematikan lampu kamarnya mungkin dia benar-benar lelah.


__ADS_2