Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 84


__ADS_3

acara pertunangan Yuri dan sakti hampir saja gagal karena Yuri tiba-tiba ingin pulang karena ngantuk, tapi untung tidak jadi karena keburu ayah dan bunda nya datang.


"tumben bunda sangat keren sekali hari ini, ayah juga? sudah seperti mau kencan saja."ledek Yuri


ayah nya hanya cuek saja tanpa menimpali ledekan anak nya itu.


"lah itu pak tua main jalan aja, gak punya anak apa pak? ledek Yuri ke ayah nya


"kamu siapa ya? kayak kenal, tapi dimana ya? pura-pura ayah sambil terus melangkah kan kaki nya mencari Tiya.


"bunda masuk dulu ya, mau ketemu sama Tiya dulu."ucap bunda yang meninggal kan Yuri sendirian.


"lah itu Tiya anak nya mungkin, gue kan anak yang tertukar sama beras."cebik Yuri


Reza mendengar gerutuan Yuri langsung ngakak sejadi-jadinya.


"mana ada anak tertukar sama beras, dikira bokap Lo gak bisa bedain anak nya sama beras apa? seru Reza


"puas Lo? ketawa aja terus sampe puas."kesal Yuri


tidak lama mamih nya sakti juga sudah datang dan dia langsung mencari Tiya.


"Yuri sayang apa melihat Tiya,nak? tanya mamih nya sakti


"di ruang kerja,mih..ada Bunda dan ayah juga."sahut Yuri


"oke makasih ya."ucap mamih nya sakti


selang berapa menit kemudian sampailah sakti.


"Tiya dimana? tanya sakti ke Yuri


hanya di jawab dengan tunjukan jari Yuri ke arah ruang kerja mereka.


lalu sakti Langsung menuju ruangan tersebut.


"hari ini semua orang yang di cari Tiya, bukan gue bahkan bokap saja yang di cari Tiya."gerutu yuri.


"cumi keruang pantry sekarang, itu bantu stok barang dulu."teriak sella


"iya ,bentar gue ke sana."sahut Yuri


Yuri pun berjalan ke arah ruangan pantry, nampak banyak barang yang baru datang.

__ADS_1


Yuri mulai fokus mengerjakan semuanya tanpa terasa perutnya lapar sekali.


hendak mau keluar dari ruang pantry, ada rasa ragu tapi dia coba keluar nampak sepi dan gelap.


"lah mati lampu apa emang gak kuat ya daya nya.."gumam Yuri


"jadi takut gue, mana sepi banget..sambil menggerutu Yuri terus melangkahkan kaki nya mencari stop kontak untuk mencoba menyalakan lampu.


"Bu Yuri cari apa? tanya sekuriti


"aduh pak bisa gak sih kalau gak ngagetin, sampe kaget banget saya pak."ujar Yuri yang terlonjak kaget di kira sekuriti tersebut hantu.


"maaf Bu Yuri."ucap sekuriti yang meninggalkan Yuri sendirian lagi.


dari balik meja sebenarnya Reza dan sella lagi menahan ketawa melihat teman nya itu.


tiba-tiba lampu menyala di satu ruangan,makin membuat Yuri penasaran.


Yuri masuk keruangan tersebut, tiba-tiba pintu tertutup sendiri. badan Yuri bergetar ketakutan.


"Yuri Kartika Sari, aku ingin mengatakan sesuatu. mungkin ini terlihat aneh bahkan kau tau aku bukan pria romantis yang bisa mempermainkan kata-kata indah buat mu.


di meja ada sebuah cake yang kamu suka, bisa kah kamu ambil potongan tersebut dan memakan nya dengan perlahan.."suara sakti terus Yuri cari tapi dia juga mengikuti perintah sakti dan memakan cake tersebut dengan pelan sekali.


tiba-tiba sakti sudah ada di belakang nya, dengan posisi bersimpuh dengan di tangan nya ada sebuah buket bunga mawar merah kesukaan Yuri.


"hai Gadis jutekku,mau kah kau menjadi ibu dari anak-anakku dan mari menua bersama ku."ucap sakti yang membuat air mata Yuri terjun bebas tanpa di minta.


lampu pun sudah menyala, nampak ramai sudah ada dekorasi yang ternyata Yuri dekor untuk dirinya sendiri.


tangis bahagia di wajah nya


"pake drama nangis, udah terima. kelamaan kita udah lapar."teriak sella yang di cubit oleh Tiya


**ketika engkau datang


mengapa di saatku


tak mungkin menggapai mu


meskipun telah kau semaikan cinta


di balik senyuman indah

__ADS_1


kau jadikan seakan nyata


seolah kau belahan jiwa


meskipun tak mungkin lagi


tuk menjadi pasangan ku


namun ku yakini cinta


kau kekasih hati**


suara Kiki sangat merdu sekali dan sangat menghayati lagu soulmate dari Kahitna.


memang gak jauh beda perjalanan cinta Tiya dan Yuri, pernah di sakiti dan sama-sama menaruh hati dengan teman baik nya sendiri.


rasa bahagia menyelimuti pasangan sakti dan Yuri bahkan diri nya tidak menyangka akan semudah ini mendapatkan Yuri.


orang tua mereka sangat mendukung hubungan mereka karena mereka sudah berteman lama.


nampak papih nya sakti hadir dan memberikan masukan untuk menikahkan anak nya besok itu lebih baik katanya.


"kalau ada penghulu malam ini juga pasti aku nikahkan mereka malam ini juga."ujar ayah Yuri


"kita besan sekarang, padahal dulu kita hanya berangan-angan saja tapi sekarang nyata."seru papih nya sakti


dari jauh rendra hadir di acara pertunangan sakti, assisten yang akan mengundurkan diri. karena sakti akan mengurus bisnis keluarga nya.


hubungan Rendra dan sakti adalah sahabat baik waktu kuliah di luar negeri, Rendra sempat melanjutkan kuliah di luar negeri.


sakti membantu Rendra memajukan perusahaan ayah nya, sakti selalu bisa menempatkan diri ketika bersama Rendra.


apa Rendra bisa mendapatkan assisten yang sama dengan karakter sakti.


jujur,loyal dan pintar. bahkan sakti bisa paham apa yang bos nya mau.


lamunan Rendra tiba-tiba Buyar ketika melihat Tiya berjalan menggandeng tangan seorang pria.


senyum dan tawa lepas Tiya bersama laki-laki itu membuat Rendra terbakar cemburu.


yang di tatap tajam tidak menyadari karena Tiya sedang merasakan bahagia sama seperti Yuri juga sella, mereka merasa bahagia dan tidak ingin di rusak dengan hal yang tidak penting.


ketika Rendra ingin menghampiri Tiya , tiba-tiba bahu nya di tepuk seseorang.

__ADS_1


"tetaplah hanya menatapnya, jangan berani untuk mencoba mendekati apa lagi menyapa nya."ancam Reza yang membuat Rendra tiba-tiba membeku di tempat nya berdiri, kaki nya seolah berat melangkah ketika sang adik seolah mengancam nya.


__ADS_2