Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 72


__ADS_3

Tiya sangat bersyukur dikelilingi orang-orang yang sangat sayang pada nya, beda dengan saudara kandungnya justru tidak pernah menganggap dia ada. jika uang yang berbicara baru mereka akan Baik dengan Tiya.


"Bu pesanan kue sudah siap di kirim semua dan ini laporan untuk orderan berikutnya.."lapor Dewi sambil memberikan buku catatan ke Tiya.


"baik mba,, makasih ya.."ucap Tiya


"mba nanti kita masak makan malam agak lebih ya dan untuk hari Minggu kita gak terima orderan kue ya,, biar kalian bisa istirahat atau yang mau jalan-jalan silahkan saja.."terang Yuri


"baik mba Yuri,, terimakasih" sahut Dewi


Yuri dan Tiya menyibukan diri dengan mengecek pesanan, sedangkan Yuri sibuk mencari-cari furniture untuk cafe.


saking fokus nya sampai gak menyadari Rendra sudah ada di sampingnya, Rendra memperhatikan wajah Tiya yang sangat serius.


"Yuri ,, kalau nanti malam Reza ajak Rendra makan malam di sini apa gak apa-apa?? tanya Tiya tanpa menoleh ke samping lagi.


Yuri memberi kode kepada Rendra dengan jari telunjuk di bibirnya.


"ya ,, gak apalah. emang kenapa Lo?? gak mau dia datang ya.. biar gue kasih tau Reza nih.."ledek Yuri


"Yaa gak lah?? eh ada orang nya.."gumam Tiya


Yuri langsung terbahak-bahak melihat teman nya langsung gugup


"maka nya neng kalau bicara tuh lihat atau tatap teman nya jadi bisa tahu ada orang apa ngga nya.." tawa Yuri


"sejak kapan ada di sini .."tanya Tiya sambil celingak-celinguk


"kamu tanya saya.."Rendra menunjuk diri nya


"bukan nanya hantu berjalan,, cebik Tiya sambil berdiri mau membuat kopi untuk Reza.


"kamu mau kopi atau teh..? tawar Tiya


"kamu sudah makan kalau belum aku ambilkan makan untuk mu.."ujar Tiya lagi


"kamu,, duduklah, aku tahu kamu masih demam jadi jangan banyak bergerak biar nanti aku minta buatkan kopi sama mba sus"terang Rendra yang menarik tangan Tiya untuk duduk.


Yuri pun ikut duduk di antara mereka sambil memperhatikan keduanya.


"kapan kalian akan menikah.." tanya Yuri tanpa basa basi


Tiya langsung tersedak karena dia sedang meminum air putih


"pelan-pelan.. "usap Rendra dengan lembut


"butuh waktu untuk seseorang menerima saya,, jadi doakan saja semoga wanita itu bisa menerima saya.."jawab Rendra dengan melirik ke arah Tiya.


"lagian kenapa sih pake nunggu segala, kan gue gak sabar pengen melihat kalian bahagia.." ujar Yuri


"sabar semua butuh proses,, iya gak wahai calon istriku.."rayu Rendra

__ADS_1


Yuri menatap Rendra dengan tatapan jengah, Tiya langsung mencubit tangan Rendra saking kesel nya.


"kita ngopi dulu yuu,, "ajak Yuri,, "makan nya nanti saja malam kita makan sama-sama."


"kamu kapan mulai renovasi cafe tersebut.."tanya Reza ke Yuri


"rencana besok sudah mulai di renovasi, tadi kita baru mulai membeli bahan-bahan bangunan nya.." sahut Yuri sambil meminum kopi buatan Tiya.


Rendra hanya menganggukkan kepala nya berkali-kali tanda paham yang di maksud Yuri.


untuk menu yang akan kalian jual apa sudah ada ide.."ucap Rendra


"sudah semua ,, sella sudah membuat nya.."timpal Tiya


"kamu mau coba cicipin cake atau mau gorengan? tawar Tiya


"aku mau coba cake nya dulu,,"Rendra langsung mengambil sepotong cake pisang.


Rendra terdiam pas potongan kue masuk ke mulutnya


"hmmmm sangat enak dan lembut, aku suka cake ini.." puji Rendra


"coba yang brownis nya , dan sekalian ya pak bos tolong bantu di promosikan.." seru Yuri sambil tertawa


"tentu,, aku akan promosi ke semua klien-klien kantor kita.."jawab Rendra


tidak lama ponsel Rendra berbunyi, Rendra langsung mengangkat telpon tersebut selang berapa menit Rendra pamit undur diri dulu untuk kembali kekantor.


"aku balik kekantor dulu , nanti makan malam aku dan sakti akan datang.." tutur Rendra sambil mengusap rambut Tiya


"hati-hati.. jawab Tiya singkat dan langsung berdiri untuk mengantarkan Rendra sampai depan pintu masuk rumah nya.


"ya sudah aku pamit dulu.."ucap Rendra sambil berlalu masuk ke dalam mobil.


setelah Rendra masuk ke dalam mobil nya, Tiya menghembus nafas kasarnya lalu masuk kedalam lagi.


"mbak sus.. tolong di rapihkan ya bekas cangkir dan piring kue.."perintah Tiya dengan merebahkan badan nya di sofa depan tv.


"iya Bu,, apa mau saya kerok Bu. biar badan nya lebih enakan" tawar mbak sus


"kalau mbak gak repot ya gak apa-apa, mau deh di kerok.."sahut Tiya


"sebentar ya Bu, saya simpan gelas dan piring dulu ke dapur.." ucap mbak sus


tidak lama mbak sus, datang lagi sudah membawa minyak dan uang logam untuk mengerok badan Tiya.


Tiya mengajak mbak sus kekamarnya saja, kalau di depan tv takut ada tamu yang datang.


Tiya pun di kerok mbak sus sampai tertidur pulas, karena badan nya benar-benar gak enak. bahkan sampai di pijit pun Tiya tidak terbangun sama sekali.


Yuri membiarkan Tiya beristirahat, sengaja dia tidak membangun kan Tiya.

__ADS_1


sudah hampiri Maghrib Tiya belum terbangun juga, untuk makan malam nanti sudah di siapkan uti dan mbak sus.


adzan Maghrib pun berkumandang, Tiya di bangunkan oleh sella yang sudah tiba di rumah.


"Tiya..Tiya.. bangun ayoo Maghrib gak baik tidur pas adzan Maghrib.."sella menepuk-nepuk pipi Tiya agar bangun


"hmmmm jam berapa ini?? tanya Tiya


"sudah jam 6 sore,, udah masuk Maghrib" sahut sella


"aku tertidur lama juga ya.."Tiya pun duduk di tempat tidur sambil mengumpulkan nyawa nya.


"gimana masih gak enak juga badan nya? mau ke dokter aja? " tanya Yuri yang baru masuk ke dalam kamar.


"gak usah nanti coba minum obat lagi,, kalau besok masih belum pulih juga baru ke dokter.." ujar Tiya


"ini minum dulu,,.abis ini ganti baju nya. sebentar lagi kita makan malam habis itu langsung istirahat lagi ya.." pesan sella


"iya ,, makasih ya. maaf gak bantu kalian dan untuk besok orderan gimana, Yuri? tanya Tiya


"sudah gue cek dan bahan nya sedang di kerjakan biar besok pagi tinggal menggorengnya.."sahut Yuri sambil masuk kekamar mandi.


Tiya kembali merebahkan badan nya, karena benar-benar gak enak sekali bahkan Tiya memakai sweater.


sella yang melihat Tiya nampak menggigil langsung meminta mbak sus membelikan bubur ayam di depan kompleks.


mbak sus lalu membelikan Tiya bubur ayam, Tiya langsung melahapnya. sella terus menunggu Tiya makan sampai habis lalu di berikan Paracetamol agar demam nya turun.


selang berapa menit Tiya tertidur lagi dan benar keringatnya keluar semua sampai basah semua baju nya.


Yuri membangunkan Tiya untuk mengganti baju dulu, takut masuk angin lagi.


"di depan sudah ada sakti dan Rendra.." sella memberitahukan Yuri dan Tiya


"ini minum dulu jus jambu nya , tadi Reza sengaja membeli buat Tiya.."ujar sella


tok.. tok..


pintu kamar Tiya di ketuk oleh Rendra


"boleh aku masuk.."tanya Rendra


"masuk lah kalau mau melihat nya.. "sahut Yuri


sella pun memilih keluar kamar untuk membiarkan Rendra menjenguk Tiya.


"masih demam.."tanya Rendra yang sudah duduk di sofa kamar Tiya.


"sudah agak baikan.."sahut Tiya


"gak usah keluar dari kamar, istirahat lah.." Rendra mendekati Tiya dan menyelimuti nya dengan selimut.

__ADS_1


"aku keluar dulu.. ya"..ujar Rendra


Tiya hanya diam saja tanpa menjawab karena badan nya agak lemas.


__ADS_2