Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 46. AYAH BAMBANG


__ADS_3

hmmmm Lo gak mau coba bicara,sell.. mungkin hanya mendengarkan saja keluhan nya seperti apa? sekedar memaafkan dan berteman gak ada salah nya kan? Tiya berbicara dengan menautkan alisnya.


"heemmmm udah gak ada lagi, Ya.. gue gak mau berteman lagi dengan dia. anggap aja kita gak saling kenal, Lo tau disini nih..tunjuk sella ke dada nya. "begitu dia buat luka yang amat sangat dalam"


kita punya masalah yang sama malah sangat sama,, mau tau? ujar Yuri kita sama-sama di khianati jadi untuk membuka hati takut uang luar biasa.


"tapi kita kan gak tau suatu hari kita berjodoh? ucap Tiya


mereka bertiga terdiam sambil memandang ombak pantai dan langit yang sangat hitam, seperti akan turun hujan.


aura dan putri sudah tertidur di mobil, malam ini mereka putuskan bermalam di rumah Yuri.


gerimis pun turun tampak nya mereka bertiga larut dengan masa lalu mereka masing-masing, tanpa sadar hujan mulai turun deras.


Yuri,Tiya dan sella berlari ke arah mobil yang di parkir Yuri tidak jauh dari pantai.


hahahahaaa mereka tertawa seolah beban yang tadi mereka rasakan menguap begitu saja, beriringan dengan hujan deras.


"semoga kita akan bahagia selalu ya"seru Tiya

__ADS_1


yang di aminin oleh sella dan Yuri.


Yuri lalu melajukan mobil nya menuju rumah nya, bertiga mereka masih terus bercerita tanpa sadar sudah mau sampai di rumah Yuri.


"wuiih security dadakan ini udah berdiri depan pagar" ledek Yuri ke ayahnya.


om Bambang hanya bertolak pinggang sambil pura-pura memasang wajah marah.


"ini nih di kasih ijin malah ke enakan lupa sama ayah yang nungguin cucu nya, nah ini lagi sambil menjewer kuping sella


"pura-pura gak dengar ayah nya marah"


"uh ayah malas sama anak-anak ayah ini, terlalu kompak " oceh om Bambang.


"hayoo masuk dulu lalu bersihkan dulu nanti bunda buatkan jahe susu"ajak bunda ayu


"cucu bunda hayu malam ini tidur dikamar sama ayah Bambang ya? biar ayah gak marah"bisik bunda ayu


aura dan putri mengikuti Langkah bunda untuk membersihkan diri.

__ADS_1


"bunda aku sama putri langsung tidur aja ya,,kita berdua sudah ngantuk. biar besok bisa nemenin ayah jogging " seru aura.


"baiklah sayang" bunda ayu mencium kedua kening aura dan putri.


"gue berasa anak tiri kalau ada aura dan putri,, biasa nya gue yang di siapin"gumam Yuri


"yaelah udah tuir Lo cumi masih aja sok manja sama bunda Lo"ujar sella


"mereka sudah merampas kebahagian gue tau"sambil mengerucut bibirnya Yuri pura-pura sedih.


nona-nona cepetan ganti baju kalau besok masuk angin tetep aja di siksa ayah Bambang buat jogging"hahhahaa" canda Tiya.


"alesan apa ya besok, kaki gue masih pegel banget"Yuri sedang berpikir keras karena tau kalau libur ayahnya pasti maksa untuk olah raga.


husstt nanti ayah dengar,,hayoo kita keluar pasti bunda udah siapin kita jahe susu"ajak sella


"lama nih si cumi"oceh Tiya sambil membuka pintu kamar


"benerkan bunda udah nunggu"seru sella

__ADS_1


mereka berbincang bertiga menceritakan kejadian tadi.


__ADS_2