
Tiya lama berpikir sampai Rendra membuyarkan lamunan tiya
Apa lagi sih yang kamu pikirkan"tanya Rendra
"gak ada jawab tiya
Tiya belum mau melangkah jauh.. Apa lagi sampai menjalin hubungan dengan laki-laki. Bagi tiya sudah cukup andi yang memberikan nya Luka,tapi jodoh siapa yang tau
Tiya cukup mengikuti alur nya saja, karna semua Tuhan yang menentukan.
"maaf Ren.. Bisa gak pertanyaan kamu gak usah aku jawab dulu,, aku masih butuh waktu"tiya menunduk kan kepala nya dia gak mau menatap Rendra
Karna tatapan Rendra tatapan memohon.
"baiklah mungkin terlalu cepat kalau aku mengungkapkan perasaan ini dan ini bukan sekali aku nembak kamu Tiy?
Ini udah yang ke 7 kali hehehe Rendra terkekeh dengan ucapan nya itu.
Tiya hanya bungkam dan hanya kata maaf yang tiya lontarkan ke Rendra.
Rasa trauma masih membekas,sekuat apa pun dia masih ada rasa takut yang amat sangat,selain itu ada hati yang harus di jaga yaitu anak nya. Secara gak langsung tiya tau kalau anak nya pun masih trauma dengan perceraian orang tua nya.
"Jika kita berjodoh mau pergi kemana pun pasti akan bertemu juga kan?ujar tiya
__ADS_1
"asal kamu tau.. Gak ada yang berubah dihati ku masih selalu ada kamu Tiy? Yakin Rendra
Makasih Ren,, tapi kenapa kamu gak coba buka hati untuk wanita lain? Di luaran sana masih ada yang lebih baik dari aku Ren" ungkap tiya
Akhir nya mereka berdua terdiam sampai akhir nya tiya memutuskan untuk beristirahat,
"baiklah Tiy.. Aku pamit pulang dulu? Kalau butuh apa-apa langsung hubungi aku,istirahatlah biar badan kamu kembali pulih lagi"ucap rendra
Rendra pun pamit dari rumah tiya dengan berat hati karna rendra berharap tadi tiya bisa menerima hubungan ini, kenyataan gak sesuai harapan nya.
Tiya masih menyimpan luka yang amat mendalam, hanya soal waktu yang bisa menyembuhkan luka hati nya.
di kamar Tiya merebahkan badan nya dan tiya masih mengingat ucapan rendra yang meminta tiya untuk menjadi istri nya. Buat tiya rendra hanya bercanda atau meledek karna status tiya sekarang, atau hanya kasihan karna tiya janda.
"hmmmm apa aku pindah kerja ya? Kalau begini rasa nya gak nyaman banget, mau menghindar dia bos aku
Huuuuuaaaaaaaaaaa tiya teriak sambil menutup wajah nya dengan bantal.
Coba nanti tiya akan minta pendapat dari teman-teman nya
tiya teringat ayah dan ibu nya, kalau ayah tau aku sakit pasti dia akan repot banget
Besok aja aku telpon ibu , kangen rasa nya atau libur aku ajak aura menginap aja ya dirumah ayah.
__ADS_1
Tapiii ahhh males banget ketemu kak eva, kalau dia gak ada aku bisa tenang kalau ada dia kasihan aura bakalan jadi santapan sindiran dia.
Gak terasa tiya sudah pulas, aura sempat masuk kedalam kamar mama nya tapi gak berani membangunkan
Akhir nya aura kembali kekamar nya.
Aura cuma mau bilang kalau sabtu ini putri anaknya tante sella mau mengajak aura berenang, dia harus ijin dulu dengan mama nya, kalau tidak di ijinkan ya aura akan dirumah aja.
Pagi nya "mah aku boleh ijin ikut putri berenang dengan tante sella di hari sabtu pagi mah? Pinta aura
"hmmm tiya sempat berpikir tapi mengijinkan anak nya juga karna pergi nya dengan sella juga.
Kamu jaga diri jangan nakal dan jangan merepotkan tante sella ya? Ucap tiya
"ok siap" seru aura .. Makasih mama ku"muuaaah aura mencium pipi mama nya, sambil pamitan untuk berangkat kesekolahan.
"sekolah yang rajin dan jangan nakal teriak tiya
Hati-hati nak dan jangan lupa makan,minum air putih yang banyak
Tiya terus aja memberikan pesan untuk anak nya
Aura hanya tersenyum kalau sang ibu sedang cerewet, aura senang karna mama nya sudah sehat lagi
__ADS_1
Dia sedih lihat mama nya sakit, karna aura tau mama nya lah yang bekerja untuk biaya aura.