
sore ini seru-seruan antara Yuri dan Reza, mereka asyik bermain seperti anak kecil. hari ini terakhir Yuri yang akan melepaskan masa lajangnya.
asyik mengulang masa sekolah dia berdua bermain bahkan aura dan putri ikut permainan mereka.
entah kenapa Kiki hari ini begitu tidak mau lepas dari Tiya, selalu ada di samping Tiya bahkan sella berkali-kali protes karena tugas Tiya selalu di handle Kiki.
"masa kerjaan gue gak ada yang bantu, curang nih Kiki."gerutu sella
"nanti aku bantu, tolong di kesinikan saja semua kerjaan mu."sahut Kiki
"memang masih banyak, sell? tanya Tiya
"lumayan sih,kan yang bantu gue lagi main."kesel sella yang menunjuk ke arah Reza.
"ohh, biarlah sell. kan ini terakhir teman kita lajang dia sedang berbagi kebahagiaan nya dengan teman masa kecil nya dulu."tutur tiya
sella pun langsung mengerti karena besok tidak mungkin Reza akan seperti itu lagi, besok Yuri sudah menjadi istri sakti yang mau tidak mau wajib menghormatinya.
termasuk sella dan Tiya juga harus mempunyai batasan nya sekarang.
"kita tetap berteman tapi kita juga punya aturan juga , Yuri juga harus menjadi istri yang baik. walau gak sebebas kemarin tapi ini masa depan dia juga."terang Tiya
"apa setelah kita menikah tidak akan ada lagi nginep bareng, bahkan tidur satu kamar. "gumam sella
"ya gak bisa lah sella, kan sudah ada suami jadi tidurlah dengan suami masing-masing kecuali di ijinkan oleh suami kalian."sahut Tiya.
mereka bicara sampai semua kerjaan selesai ,lepas Maghrib mulai lah semua bersiap-siap karena habis isya acara pengajian di mulai.
__ADS_1
nampak rombongan keluarga sakti sudah datang dan menyerahkan seserahan, sedangkan Yuri tidak bisa keluar karena di pingit.
Tiya nampak sibuk sekali mengatur jalan nya acara, begitupun dengan Reza dan sella.
bahkan Kiki pun ikut membantu Tiya mengecek semua makanan, minuman mau pun dessert.
sesekali Kiki terdiam seperti menahan sakit, Tiya sempat melihatnya tapi karena terlalu sibuk jadi Tiya hanya mengatakan ke Kiki.
"kalau lelah istirahatlah di taman belakang nanti aku menyusul mu,"ucap Tiya
"iya kepala ku agak sedikit pusing saja, karena kemarin malam tidur sangat larut sekali."sahut Kiki yang melangkah kan kaki meninggalkan Tiya yang tengah sibuk menyusun souvernir.
"sella bisa minta tolong mbak sus buatkan teh jahe untuk Kiki."perintah Tiya
"memang kenapa? sakit ya."sahut Reza
"iya seperti nya sedang kurang sehat,"jawab Tiya
"makasih ya."ucap Tiya tulus.
"kalau sudah selesai biar aku saja temanin kiki, nanti kalian menyusul ke belakang ya. kita kan belum makan malam,"tutur Reza.
Tiya dan sella hanya menjawab lewat anggukan kepala saja, karena ingin cepat-cepat selesai dengan kerjaan nya.
"makanan sudah siap semua ya,apa bunda mau ada tambahan lagi."tanya Tiya ke bunda Yuri
"kue juga sudah dan hidangan penutup juga sudah kan,nak? tanya balik bunda ke Tiya
__ADS_1
"sudah oke semua bund,malah untuk stok nya sudah di lebihkan."ungkap Tiya yang merasa lega dengan hasil kerjaan nya.
bahkan sella gak menyangka bisa jadi wo dadakan hari ini , padahal konsep saja kemarin sella sempat stress di buat nya karena beberapa kali Yuri sengaja mengerjai sella.
sakti merasa puas dengan hasil kerjasama team mereka, berharap kedepan nya bisa dapat job seperti ini lagi.
"akhirnya acara hari ini sukses tinggal dua acara lagi nih, gue deg-degan banget untuk besok pagi."seru sella yang memijat betis nya karena pegal
"besok kan akad nikah nya pakai ruangan bagian taman yang di belakang cafe, di sana sudah di dekor bahkan sudah selesai. jadi tema besok out door nanti kalian lihat akan terpesona hasil kerja gue."ungkap Reza yang bangga dengan hasil dekorasi nya.
"ayo, kita lihat aja sekarang. biar nanti kita tinggal susun saja untuk pengantin dan para tamu undangan yang menghadiri ijab kabul,"ajak Tiya
"iya juga biar besok gak terlalu cape juga. karena habis akad nikah pagi kan sorenya lanjut resepsi. nah untuk resepsi pakai ruangan VVIP kan? tanya sella
"iya tiga ruang VVIP sekaligus, sudah di buka penyekatnya jadi besok kita tidak terima pelanggan yang akan booking tempat meeting."terang Reza
"sakti kemarin bilang nya pakai dua tempat outdoor dan indoor,"ujar Kiki yang ikut menimpali pembicaraan sella,Reza dan Tiya
"iya takut tamu undangan lebih dari perkiraan walaupun udah di bagi Beberapa sesi dan jam nya pun di pisah biar tidak terlalu penuh."terang Kiki
"jadi gak sabar ya, untuk acara besok."ujar Tiya
"semoga besok acara nya sukses,"seru sella
mereka lelah tapi demi berjalan nya acara besok mereka tetap semangat demi sahabat dan juga bisa mempromosikan cafe mereka juga biar dikenal banyak orang.
mereka berempat pun meninggalkan kediaman Yuri karena sudah di serahkan karyawan yang tinggal menerus kan pekerjaan sisa nya.
__ADS_1
mereka menuju cafe untuk melihat hasil dekorasi Reza dan sakti.
Tiya sangat penasaran walau sudah di beritahu gambaran nya seperti apa tetap saja dia ingin melihat nya agar besok pagi dia bisa mengatur jalan acara nya.