Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 35


__ADS_3

Jalan hidup seperti rejeki,jodoh,kematian kita gak pernah tau


kita manusia hanya mengikuti alur dari isi cerita alam ini


ketika Rendra berusaha mengejar Tiya tapi yang di kejar malah menjauh dan Rendra tidak bisa melawan takdir


besok hari pertunangan Rendra dan Rendra berharap ada keajaiban seengga nya calon tunangannya itu membatalkan atau Allah berikan jalan agar Rendra hanya bisa menikah dengan Tiya saja jangan dengan yang lain, hanya itu pinta Rendra.


malam ini benar-benar Rendra tidak bisa tidur dia masih memikirkan apa besok bisa menjalani ini semua apa dia harus berpura-pura menerima calon tunangan nya itu walau tanpa rasa suka atau cinta sama sekali, atau cinta hadir karna terbiasa bertemu dan saling perhatian


Rendra belum yakin itu semua.


Yaa Allah cerita apa lagi ini rasa nya aku gak sanggup ingin lari dari semua cerita hidup ini bathin rendra.


apa besok dia sanggup melihat Tiya hadir dan menyaksikan dia bertunangan sungguh dia merasa seperti laki-laki pengecut yang hanya berani berjanji dengan manis pada kenyataannya sudah mengingkari itu semua.


tak terasa lagi menyapa dikediaman Rendra nampak ramai dengan sanak saudara nya tapi Rendra malah bersiap-siap untuk berangkat kerja, beneran malam tadi Rendra gak bisa tidur sama sekali terlihat dari kantung mata nya


"Kamu sakit? sapa ibu nya


"Rendra menjawab sambil menyeruput kopi hitam nya

__ADS_1


"gak Bun semalam nyelesaiin kerjaan karna ada meeting pagi jadi kurang tidur saja"


"jangan sampai kamu kelelahan karna nanti malam acara sangat berarti untuk kamu dan keluarga kita dan ingat jangan bikin bunda malu"ketus ibu nya


"kenapa gak bunda minta Reza untuk ganti kan aku Bun? yang perempuan bunda pilih itu kan suka nya sama Reza bukan aku Bun? keras Rendra


"kamu bicara apa Reza masih harus selesaikan kuliah nya dulu?


sudah lah bund kalau nanti ada apa-apa dengan kami kedepan nya tolong jangan pernah menyesal dan ikut campur urusan kami lagi"tegas Rendra


sambil berlalu pergi tanpa memberi salam lagi


itu anak benar-benar keras kepala kalau sampai dia batalkan liat aja"geram bunda nya


sampai di kantor Rendra hanya marah-marah dan tidur di ruangan nya. sakti yang melihat bos nya seperti itu merasa kasihan mungkin kalo dia di posisi Rendra pun akan bersikap sama. kita yang tau gimana bahagia atau tidak nya dengan pilihan kita tapi kita akan kembali sama sang pemilik alam karna DIA lah sutradara kehidupan ini.


Tiya hanya duduk diam tanpa menyentuh makan siang nya


dilema apa dia harus datang atau lebih baik tidak datang sama sekali ada rasa sesal dan kecewa tapi Tiya merasa memang sudah ini takdir nya


dia dan Rendra dunia nya sangat amat berbeda seperti bumi dan langit

__ADS_1


kalo untuk bersama Rendra tak pernah Tiya pikirkan karna Tiya merasa itu impian halu


"Tiya Lo baik-baik aja kan"tanya Yuri


"gue aman kok yur"


sella pun ikut bertanya Lo yakin mau datang atau kita bertiga gak usah Dateng,, kita nginap dirumah Lo aja


ehh atau kita nginap di rumah bibi gue aja yuu di Garut


tempat nya enak banget dekat pemandian air panas juga


pasti putri dan sella suka tuw??


"boleh tuw sell.. bunda pasti pengen ikut tuh??


Lo ajak ayah ibu aja?? gimana Tiya hayuu pasti seru ucap Yuri


gimana ya?? dadakan banget coba gue nanti telp ayah dan ibu dulu jawab Tiya


"ya udah gue call bibi gue ya ucap sella

__ADS_1


biar Bibi gue bisa siapin semua keperluan kita disana jadi kita gak usah repot-repot bawa makanan


"oke gue juga telpon bunda sekarang,, biar dia siap-siap dan langsung kerumah Lo biar bantu Mbak sus prepare juga"timpal yuri


__ADS_2