Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 64


__ADS_3

pagi ini mereka sibuk membagi tugas karena ada pesanan yang akan di ambil jam 10, snack boks pesanan pun mulai di kerjakan dan gak tanggung-tanggung harus selesai di 450 boks.


belum lagi cake pisang dan mentega banyak yang pesan juga, untuk cake dan brownis Tiya yang turun langsung di bantu Mbak sus dan Yuri bagian panggang nya.


sella membantu 5 karyawan yang mengerjakan pesanan Snack boks, sesekali Tiya mengecek rasa nya karena jangan sampai customer kecewa.


"bisa ya jam 9 sudah siap semua nya? tanya Tiya sambil mencicipi beberapa kue pastel, lemper,risoles,puding dan kue lapis sagu.


"ini sudah oke smua untuk rasa dan tolong di catat ya resep nya biar kalian tetap dengan takaran yang sama jangan di kurangi" seru Yuri memberikan arahan.


"baik mba" ucap mereka bersamaan


"yang belum sarapan, Ayo bergantian sarapan jangan ada perut kosong ya" ajak sella


mereka pun bergantian sarapan dan membuat minuman hangat. dan sudah membagi tugas juga untuk membuat makan siang, malam atau sarapan.


untuk daftar menu sudah di buat mbak sus, karena Tiya, Yuri dan sella ikutan makan juga.


jam 9 Snack boks sudah siap dan yang pesan pun sudah ada yang datang untuk mengambil nya, senyum puas dari beberapa customer bahkan mereka merekomendasikan ke teman-teman nya.


selesai Snack boks semua beralih ke brownis sekarang karena yang pesan hampir 100 boks juga, belum lagi cake pisang dan mentega.


mereka memperhatikan Tiya yang bekerja dengan cekatan sekali, Tiya pun meminta mereka membuat adonan kue biar mereka bisa belajar dan resep tetap Tiya yang atur.


jam 1 semua kue hampir setengahnya selesai, karena ada janji dengan yang punya ruko.


Reza sudah jemput Tiya dan sella, Yuri gak bisa ikut karena harus mengecek pesanan yang belum di ambil.


Tiya sudah siap begitu pun dengan sella, mereka langsung berjalan menuju mobil. Reza langsung menjalankan mobil nya menuju ruko, ternyata sudah di tunggu oleh ibu yang punya ruko.


"kita membayar sekarang saja ya Bu? ujar Tiya


"baik mba Tiya, sudah gak sabar ya" canda ibu ruko


"iya Bu biar langsung kita renovasi " terang Tiya


mereka membuat kesepakatan dan kunci sudah pindah tangan ke Tiya.

__ADS_1


Reza dengan sella sedang melihat-lihat apa saja yang harus mereka ubah dan barang apa saja yang harus mereka beli.


dari arah pintu masuk ada sakti yang sedang berdiri mengedarkan pandangan nya mencari Yuri.


"Yuri gak bisa datang karena pesanan belum selesai semua" tebak sella yang menatap sakti


"oh,, sakti hanya ber oh ria saja sambil melihat-lihat isi dalam ruko.


"luas juga ya" gumam sakti


mereka berunding untuk apa saja yang harus di beli, dan si penyewa pun meminjamkan alat-alat masak jadi Tiya tidak terlalu pusing untuk membeli lagi.


"kek nya gue butuh oven buat kue gue, untuk yang lain nya seperti meja dan sofa masih bagus, oke juga barang nya jadi nanti kita hanya perlu kursi tambahan saja" terang Tiya


"iya barang nya masih bagus-bagus juga" seru sella


"ini udah gue catat yang untuk bagian cafe, barang yang di beli gak banyak jadi biar gue yang order saja" ucap Reza


" untuk bagian belakang mau di buat seperti lesehan dan ada taman sawah untuk mereka yang suka swafoto kita bisa bikin senyaman dan seindah mungkin " terang sakti sambil memandang bagian belakang yang dekat dengan dapur.


"untuk kelanjutan nya biar nanti sore kita berkumpul lagi karena kita juga harus nunggu Yuri" pinta Tiya.


"balik yuu, masalah nya dirumah pesenan masih banyak" ajak sella


"gue langsung kekantor ya, nanti pulang kantor kita makan diluar saja biar enak bicara mengenai cafe ini " ucap sakti


yang sama-sama keluar dari cafe.


akhirnya mereka berpisah dan akan bertemu lagi nanti malam.


Tiya,sella dan Reza sudah tiba di rumah ternyata nasib 15 cake yang belum selesai, Tiya langsung di dengan cepat membantu nya.


"Tiya tadi kakak Lo Dateng gak jelas deh, masa marah-marah? info Yuri dengan kesal ingat tadi dia di maki-maki oleh kakak nya Tiya.


"maaf ya, gue gak tau kalau dia datang" Tiya merasa gak enak hati


"gak apa-apa, emang lebih bagus Lo tinggal di apartemen biar dia gak main masuk saja" timpal Yuri

__ADS_1


kalian makan siang dulu, itu makanan nya sudah di siapin" ajak Yuri


"za, hayu makan dulu " ajak sella


Reza pun mengikuti sella menuju dapur, sedangkan Tiya masih sibuk dengan kue yang belum jadi.


" udah biar gue yang kerjakan, Lo makan dulu ? ucap Yuri yang mengambil alih adonan kue


"iya bentar lagi nih, nanti gue makan kok" seru Tiya


akhirnya mereka sibuk dengan tugas nya masing-masing, Tiya selesai makan langsung menghubungi para pelanggan yang sudah memesan kue untuk di ambil. ada yang di antar itu tugas sella memesan ojol.


akhirnya jam 5 sore sudah selesai semua pesanannya, bahkan ada yang akan pesan lagi untuk malam terpaksa di tolak. karena Tiya juga harus mengerti, karyawan nya juga butuh istirahat.


seusai sholat Maghrib Tiya mulai memeriksa pesanan yang masuk lagi, ternyata untuk Snack boks nya masih ada orderan lebih banyak lagi untuk perkantoran.


terpaksa untuk brownis dan cake Tiya hanya ambil sedikit saja 20 boks.


"Yuri, besok untuk orderan Snack harus selesai jam 2. banyak banget lagi sampai 600 boks untuk satu kantor yang dekat kantor kita gedung nya" terang Tiya


"wuih gak salah tuh, gila makin hari makin banyak saja" seru sella


" harus nambah karyawan lagi nih,, jadi rumah ini untuk rumah produksi saja dan cafe hanya tinggal terima kue-kue,Lo saja" saran Yuri


" iya sih gue juga berpikir begitu, Alhamdulillah ya semoga lancar terus. bisa-bisa gue gak fokus kerja nanti nya nih" ujar Tiya.


" iya cake Lo makin cetar" ujar sella tertawa


"gue cek bahan untuk besok ya, kalian siap-siap saja. bentar lagi pasti Reza jemput kita lagi nih" terang Tiya sambil melangkahkan kaki nya ke belakang.


ternyata di belakang sudah ada Dewi dan uti yang mencatat bahan yang tinggal sedikit, jadi Tiya gak perlu repot lagi hanya tinggal memesan di toko langgannnya saja.


"ko, kalau bisa besok jam 6 pagi barang pesanan saya sudah di antar ya? Tiya sedang menelpon koh" alin


(( malam ini kita langsung antar saja ,biar mba Tiya besok gak nunggu lama"jawab koh alin))


ternyata benar 30 menit barang yang di pesan sudah di antar kerumah, Siti dan mbak sus langsung membereskan nya.

__ADS_1


__ADS_2