Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 77


__ADS_3

sampai di kota Y mereka langsung menuju kediaman orang tua bunda Yuri, nampak asri dan sangat kental budaya di sana.


aura nampak suka dengan kota ini , begitu pun dengan Tiya ada rasa damai di hati nya ketika menginjak kan kaki di kota ini.


"kita istirahat dulu, besok kita keliling kota ini.mamih sangat hapal dengan wisata kuliner yang enak di sini.."bisik mamih sakti


"wah ternyata besan sudah tahu ya daerah kelahiran saya.."seru bunda ayu


"iya mbak yu, aku sering kesini hanya untuk berlibur.."ucap mamih sakti


mereka langsung masuk ke dalam rumah, di rumah tersebut sudah di sambut dengan assisten rumah tangga yang merawat rumah peninggalan almarhum orang tua bunda ayu.


"Reza nanti kamu tidur di kamar Yuri ya..sebelah sini kamarnya.."terang bunda ayu


"iya Tante maaf merepotkan.."Reza gak enak hati ingin menginap di hotel pasti ayah Bambang akan marah.


"kalau besan tidur di sebelah kamar Tiya ya?..atur bunda ayu


"mbak yu, aku tidur dengan aura saja atau dengan Tiya.."ucap mamih sakti.


"iya Oma sini tidur dengan aura saja.."rengek aura manja


"idih manja nih Yee.."ledek Reza


"papa Reza juga waktu kecil pasti manja.."sahut aura


"gak kok,.papa Reza langsung besar gak kecil kayak kamu..hahahaa.."ledek Reza yang membuat aura bibirnya maju beberapa senti.


ayah Bambang tertawa melihat cucunya ngambek,lalu memanggil aura untuk tidur dengan istrinya.


"besok kita lihat sekolah kamu yang baru, rencana nya putri Jumat akan datang kesini untuk menginap dengan Tante mu.."bujuk bunda ayu yang dengan telaten mengusap punggung aura hingga tertidur pulas


suasana dirumah bunda ayu kembali nampak sepi karena penghuni rumah sudah tidur semua tapi tidak dengan Tiya mata nya susah untuk terpejam, bahkan mamih nya sakti tahu kegelisahan hati Tiya.


"kalau kamu yakin dengan hati mu,,perjuangkan? jika tidak yakin mundurlah sebelum ada terlanjur dalam dan kamu bisa mengobati luka mu tak terlalu lama.."nasehat mamih sakti


aku belum yakin sepenuhnya dengan hati ku,mih. namun pada saat itu aku sudah belajar mencintainya. entah mengapa melihat kejadian makan malam tiba-tiba dia mengabaikan ku, aku yakin hati nya tidak sepenuhnya untuk ku..mih.."jelas Tiya


"kalau dia belum pasti memilihku harus nya jangan datang untuk meyakinkan hati ini untuk memilih nya, dengan segenap hati aku buka hati ku untuk mencoba menerima nya tapi dengan mudah dia mematahkan nya..hah aku berharap dia bahagia tapi terlihat di mata nya dia sangat bahagia dengan wanita itu sampai dia lupa ada kita yang menunggu nya.."terang Tiya dengan air mata yang menetes di pipi nya.

__ADS_1


"keluarkan semua kalau itu yang membuat hati mu lega,nak.."mamih memeluknya dengan penuh kasih sayang.


"Semoga besok kamu Sudah lebih baik ya.."ujar mamih


"sudah bisa kamu tidur jangan terlalu memikirkan yang memang tidak perlu dipikirkan Yang ada akan timbul sakit hati.."nasehat mamih sakti menyadarkan Tiya akan siapa dirinya.


"Sudan mih, aku mulai mengantuk nih..kita tidur yuu.."ajak Tiya yang di setujui oleh mamih


Tiya merebahkan diri nya berbaring di samping mamih sakti yang menunggu Mata Tiya terpejam.


pagi harinya Tiya bangun dengan menyapa semua penghuni yang ada di ruang makan.


"wah pagi semua,, segar sekali pagi ini.."sapa tiya


"sini sayang kita sarapan sama-sama.."panggil bunda


"aura dan ayah sudah berangkat untuk melihat sekolah aura yang baru.."terang bunda


"kenapa gak nunggu Tiya, Bun? sahut Tiya


"kayak gak tau om aja, pasti dialah yang semangat sekolah.bukan aura yang semangat tapi om yang udah gak sabar.."ujar Reza yang membuat mamih tertawa


"wah asik nih.. kalau balik bareng sama mamih juga gak apa-apa.."seru Reza


"lupa ya Sama cafe, apa lupa kalau punya sella.."cebik Tiya


"sella lagi anteng kok,, yang penting setiap 15 menit kirim pesan kata cinta..hahahahaaha.."ledek Reza


"soal cafe tenang aja ada bos Yuri dan sakti, apa lagi pasangan yang sedang jatuh cinta. kalau di ganggu kan kesel.."


"ya sudah kalau kalian sudah bagi tugas.."tenang Tiya yang menghabiskan makanan nya.


"mamih dan bunda tunggu kalian di depan rumah ya.."seru mamih yang menggandeng tangan bunda ayu untuk melangkah keluar


lalu Tiya pun sudah siap hanya tinggal menunggu Reza yang juga baru keluar dari kamarnya.


"maaf menunggu lama,Tante .."ucap Reza


"ya sudah yuu kita berangkat sekarang.."ajak bunda

__ADS_1


Tiya hanya mengikuti di belakang bersama mamih sakti


sesampainya tempat yang di tuju, Tiya mencuci mata nya dengan pernak-pernik yang lucu-lucu, dia terus menelusuri pedagang kaki lima yang menjual aksesoris.


sampai lah Tiya di Depan sebuah toko kue tapi menjual kopi juga.


Reza mengajak tiya masuk ke dalam sambil menunggu mamih dan bunda yang masih asik belanja.


"kamu mau kopi apa? tanya Reza


"biasa kopi susu panas saja,,"sahut Tiya


"Tiya berjalan mendekati etalase kue yang di display sangat apik sekali, dengan model karakter mengingatkan Tiya dengan teman masa kecilnya.


"fathiya.."panggil seseorang


Tiya menatap orang yang memanggil nya, Tiya mengingat wajah laki-laki yang di hadapannya.


ada rasa Tiya mengenal laki-laki tersebut tapi dimana? sedangkan orang yang biasa memanggil namanya lengkap adalah kiki teman kecil waktu tinggal di asrama TNI.


"fathiya ini gue.. masa Lo gak inget?? coba Lo perhatiin wajah gue.."tunjuk Kiki yang menunjuk wajah nya sendiri.


"Kiki iya kan ..kamu Kiki..? mereka langsung berjingkrak seperti anak kecil menyalurkan rasa kangen belasan tahun gak bertemu.


"eh coba ya kue bikinan resep gue terbaru nih.."pinta Kiki yang menyodorkan sepotong kue untuk Tiya.


"hah jadi ini cafe Lo, seriusan? Tiya gak percaya


"Ki,,sumpah kue Lo enak banget..wah gue harus belajar dari Lo nih.."puji Tiya


Reza memperhatikan interaksi antara tiya dan Kiki, dan Reza tersenyum karena Tiya sudah melupakan masalah nya.


reza bisa membaca tatapan mata Kiki yang seperti nya jatuh cinta dengan Tiya.


"Rezaaaa sini,,"panggil Tiya


"Reza ini Kiki,, dan Kiki ini Reza.."seru Tiya


Reza dan Kiki saling menjabat tangan

__ADS_1


"gue sama Reza dan teman gue yang lain sedang membuat cafe, dan gue juga baru beberapa Minggu terjun di bisnis kue dan Snack box. lumayan ramai sih.."terang Tiya .


__ADS_2