Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 57


__ADS_3

sella benar-benar geram banget ternyata Reza masih duduk di atas kursinya sedangkan sella duduk di lantai, dengan santai Reza sibuk dengan gadgetnya.


Reza benar-benar menunggu sella sampai menyelesaikan pekerjaan,gak lama bunyi suara perut.


Reza melirik ke bawah dia melihat sella dengan perut lapar tapi sibuk dengan kerjaan.


tanpa sella tau Reza meminta sakti membelikan makanan untuk dia berdua, gak lama makanan datang.


Reza membuka makanan tersebut dan mengambil sendok lalu dia berjongkok di depan sella, sendok yang terisi makanan sudah ada didepan mulut sella tanpa aba-aba.


"buka mulut mu,kalau tidak mau di buka aku akan suapin tidak dengan sendok tapi dengan mulutku" ancam Reza


mau tidak mau sella membuka mulut nya, tanpa melihat muka Reza ternyata sella sudah tersungut-sungut kesal.


"good girl,, abis juga makanan nya" ucap Reza lalu dia pun mulai makanan nya sendiri dengan lahap.


sella berdiri hendak mengambil air minum tapi sudah ke duluan Reza, sudah menyodorkan dan membuka tutup nya lalu di berikan ke sella.


"Anda mau apa baik dengan saya hari ini? tanya sella


" selesaikan pekerjaan mu, lalu ikut dengan ku" ujar nya


" gak bisa hari ini saya ingin pulang cepat, cape sekali badan saya" terang sella


"aku yang akan antar kamu pulang" tunjuk Reza ke sella


huuuuu sella menghela nafas nya, Reza seolah susah untuk menjauhi hari ini. membuat kepala sella pusing,sudah bingung mau gimana lagi cara nya.


sakti terburu-buru masuk ruang sella


"sella,, panggil sakti


"sella nanti pulang bareng ya,, aku mau bertemu dengan Tiya" tutur sakti


sella memberi kode lewat mata nya ke sakti, mata sella menuju orang yang ada di pojokan.


sakti langsung menggaruk kepala bagian belakang yang gak gatal


"ya udah sampai ketemu di rumah aja" sahut sakti berlalu meninggalkan ruangan sella.


"rumah siapa sih yang dia maksud, hari ini semua orang aneh" gerutu sella


"apa lagi manusia yang di pojokan makinan gak jelas, apa dia gak punya kerjaan sehingga menunggu gue yang lagi sibuk kerja" sella terus aja menggerutu sampai tak terasa sudah hampir jam pulang kantor.


ponsel sella berbunyi ternyata Tiya yang menelponnya


sella : iya beb, jawab sella


Tiya : sella nanti kerumah gue apa langsung pulang kerumah Lo?


sella : pulang kerumah Lo lah"


Tiya : idihh kenapa neng? sensi bener sampe nggas gitu

__ADS_1


sella : hari ini lagi gila


Tiya : ya udah hati-hati ya


sella mamatikan telpon nya, lalu merapihkan barang-barang nya karena sudah jam pulang.


sella berjalan keluar ruangan nya di ikuti Reza, sella memasang bola mata malasnya.


Mereka berpapasan di lift dengan Rendra, sella manyapa bos nya lalu kembali tertunduk.


Rendra dibuat bingung dengan kelakuan adik nya karena pikir Rendra kalau adik nya sudah pulang.


"kamu dari tadi di sini gak jadi pulang kerumah? tanya Rendra ke Reza


"gak, aku nunggu calon pacar lagi kerja biar kerja nya semangat"sahut Reza


sella jangan tanya muka nya sudah merah padam,ingin rasa nya memukul kepala Reza.


"sejak kapan saya jadi calon pacar kamu,hah? bisik sella ke telinga Reza


"sejak hari ini " jawab Reza dengan santai nya lalu mengandeng tangan sella keluar dari lift.


sepontan orang-orang Yang ada di lobby memperhatikan mereka berdua.


Rendra hanya menepuk jidat nya, sakti gak tau harus komentar apa karena sangat aneh kelakuan berdua.


layak nya Tom dan jerry, apa mereka akan berjodoh.


mereka masing-masing masuk ke dalam mobil nya, hari ini sakti ada janji dengan Yuri dan Tiya di sebuah tempat makan.


Yuri hanya ingin mendamaikan hati nya untuk berteman dengan sakti, mungkin menambah teman semakin asik lagi.


tanpa yuri sadari kalau Tiya mau mendekatkan yuri dan sakti karena Tiya tau sakti jatuh cinta dengan Yuri dari mereka masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.


"tumben sakti lama? gumam Tiya


"macet kali atau dia bareng sella" ujar Yuri


"sella , eh gue gak info sella loh kalau kita disini" seru Tiya


bentar gue yang kirim pesan aja" ucap Yuri sambil mengeluarkan ponsel nya, belum sempat Yuri mengirimkan pesan nya dia melihat sella dengan Reza teman SMA nya dulu.


"Tiya lihat itu" Yuri menunjukkan jari nya ke arah pintu masuk


"sella ,,teriak Tiya


sella celingak-celinguk mencari suara Tiya, lalu bertemulah mata mereka. dengan cepat sella berlari kecil ketempat Tiya dan Yuri.


Lo,, cumiiii teriak Reza ke Yuri


sepontan Yuri langsung menutup mulut Reza dengan telapak tangan nya


"berisik Lo, bisa gak panggil nama gue yang indah gitu" sungut Yuri

__ADS_1


"yaelah itu nama favorit Lo" ujar Reza


"kalian sudah saling kenal? tanya Tiya


"ya kenal lah dia tukang nyontek"tunjuk Yuri


"nah Lo kang ngambekan"tutur Reza


gak lama sakti datang dan langsung bergabung di meja mereka.


ada bang sakti juga"seru Reza


"iya dia itu geng baru gue sekarang" sahut Yuri.


"udah tau pake main geng segala" Reza dengan memutar bola matanya


"situ yang tua kita ngga" seru sella


Tiya hanya terkekeh geli melihat teman-temannya selalu berdebat.


"kalau kalian masih debat,gue pindah table ya? gertak Tiya


lalu mereka terdiam serempak seolah patuh dengan Tiya.


"cepetan pesen makanan jadi pada bengong aja, kesini buat makan bukan buat debat" Tiya berkata seperti itu sambil tersenyum tipis tidak akan ada yang tau.


mereka langsung memesan makanan yang sama dengan alasan biar bisa berbarengan makannya.


sambil menunggu makanan sampai, mereka berempat sibuk dengan ponsel nya masingmasing.


"kalian mau pada diam aja? kesini mau bahas apa sebenarnya sih"Tiya pura-pura kesal


"eh kan gue gak tau kalian disini" ujar sella


"iya tadi gue lupa baru mau kirim kabar gak tau nya,Lo udah di depan pintu masuk aja" sahut Yuri


"sakti apa ada yang penting? Tiya mengalihkan pertanyaannya dan menatap sakti


sakti hanya berdehem saja


"nanti aja bahas nya setelah makan kali ya" sela Yuri


Tiya hanya menganggukkan kepalanya saja.


"jangan bilang mba yang ini pacarnya mas Rendra" seru Reza sambil menunjuk dagu nya ke arah Tiya


"bukan pacar mas Yaa,, sekali lagi bukan pacar" Tiya menekan ucapan nya


"terus apa? soal nya gambar muka mba banyak di kamar kakak saya" ucap Reza tanpa beban sama sekali


sedangkan sakti sudah pasti hanya mengusap dada nya saja.


mampus deh,, kebongkar semua urusan hati si bos sama adenya sendiri" bathin sakti.

__ADS_1


__ADS_2