Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 59


__ADS_3

benar pas bangun tidur mereka mulai mencatat bahan apa saja yang mereka butuhkan untuk membuat cake.


mereka sebelum berbelanja sarapan dulu, lalu mengeluarkan barang-barang untuk membuat cake biar di bersihkan oleh mbak sus.


"sella ,,.Lo yakin gak mau masuk kantor? bos gak curiga terus kalo Lo kena sp gimana? celoteh Yuri ingin mengingat kan sella biar gak gegabah dalam mengambil keputusan.


"gak apa lah,, gue emang udah niat mau buka usaha aja" ucap sella sambil melangkahkan kaki nya masuk ke dalam mobil.


"biar gue yang bawa, lempar kunci nya" pinta sella


Tiya dan Yuri langsung masuk ke dalam mobil, lalu Meraka menuju super market yang di ujung kompleks. kalau terlalu jauh takutnya memakan waktu belum lagi harus mengeksekusi cake nya dulu.


"kita berpencar nya mencari bahan kue nya biar cepat aja, waktu nya sudah hampir siang" ujar Tiya


mereka berpencar cuma 30 menit mereka menyudahinya,lalu membayar di kasir dan barang yang mereka beli langsung di masukkan ke dalam mobil


"kita gak beli makan siang,Tiya apa kita masak aja? tanya Yuri


"mbak sus udah masak kesukaan Lo tuh? ikan balado sama sayur bening dan perkedel daging cincang kesukaan sella" terang Tiya


"baiklah jadi gak perlu kita ngabisin waktu di luar ya, langsung pulang aja" seru sella


mereka lalu menuju rumah Tiya, rasa gak sabar untuk memulai membuat kue. semangat sekali sella karena memang tujuan nya kalau kue Tiya sukses dia ingin Tiya membuka bareng cafe dengan nya.


"ini bahan-bahan gue keluarin secukupnya saja ya, yang Lain gue masukin lagi ke lemari"teriak Yuri


"mau mulai apa dulu nih?? tanya sella


"brownies dulu lalu di lanjut cake pisang dan zebra cake" ujar Tiya sambil membuat adonan


"sell,, tolong loyang nya di olesin mentega dan tepung ya" pinta Tiya


"oke berapa loyang?? sella sambil memulas loyang dengan mentega sesekali melihat ke arah Yuri yang sibuk menimbang bahan kue.


"6 loyang aja sell,, 2 untuk brownis, 2 cake pisang dan 2 zebra cake. cukup kan bikin 3 macam kue? terang Tiya


"abis ini mau bikin apa lagi, biar gue siapin bahan nya" seru Yuri

__ADS_1


"bikin bombolani sama kue lapis Surabaya ya, kita coba dulu 5 macam saja" ujar Tiya,tangan nya sangat lincah seperti seorang Chef handal saja.


Tiya ini masuk ke oven berapa menit? teriak Yuri kebagian memanggang cake


"35 sampai 45 menit aja tapi nanti cek berkala biasa nya gak sampai 30 menit sudah matang" sahut Tiya


sella mulai menyiapkan tempat untuk menyimpan cake tersebut, di buat semenarik mungkin biar pelanggan merasa di manja kan mata nya oleh dus kue tersebut.


"brownies ready nih" teriak Yuri


"sini bentar gue yang ambil, tapi di potong dulu ya? biar kita coba sama-sama " terang Tiya merasa deg-degan apa enak atau tidak hasil nya.


setelah di potong Yuri,sella dan mbak sus mencoba nya, mereka langsung di manja kan dengan rasa brownis coklat yang meleleh pas masuk di lidah nya.


"sumpah ini brownies terenak yang gue makan,, bunda pasti suka banget yang seperti ini" ucap Yuri


"aduh beneran deh Tiya,tangan Lo ajaib bisa Bikin nagih kue nya" sella berkata sambil trus memasukan kue ke dalam dus.


"gue yakin kalau jual online pasti meledak,kalau kita jual dengan harga terjangkau" terang sella


"kita ambil pangsa pasar kelas menengah aja ya? biar orang yang gak mampu juga bisa beli" tutur tiya dengan membawa loyang cake zebra yang sudah matang, siap di cicipi lagi.


tiba-tiba Reza main masuk aja ke dalam, karena dia sudah teriak-teriak assalamualaikum gak ada yang jawab.


pas dilihatnya ketiga cewe tersebut sedang membuat kue, harum nya aroma kue Tiya sampai kedepan.


bahkan ada tetangga Tiya yang langsung mencicipi dan langsung pesan untuk besok 5 kotak brownis coklat dan keju.


"ini apa sih main comot aja" tangan Reza di tepak Yuri


"harum banget perut gue langsung manggil, apa lagi ada kopi susu nya" sahut Reza


"idiih ini kue macam apa coba? teriak Reza bikin semua mata menatap Reza dengan heran dan berharap.


" sumpah gue gak yakin banget ini kue bisa seenak ini, pesan deh gue 2 kotak brownis keju, 1 cake pisang ya. Sekarang jangan besok" pinta Reza sambil duduk di sebelah Yuri


"aduh gue pikir gak enak,za" Tiya sambil mengelus dada nya

__ADS_1


"syukur kalo Lo suka sama cake gue, nanti di buatin pesenan Lo ya"


"Yuri, siapin bahan nya aja nanti gue yang eksekusi lagi. cepet kok paling 1 jam udah siap" terang Tiya dan tangan nya dengan lincah membuat adonan pesanan Reza.


"gue bantu pasarin boleh?? tanya Reza


"dari pada gue gak ngapa-ngapain, mau bantu kerjaan masih nunggu juga" terang nya


"boleh aja silahkan dan untuk harga mau di naikkan juga boleh" ujar sella tanpa melihat Reza


"kalian mau usaha bareng ya? selidik Reza mata nya melirik ke arah Yuri dan sella


"pengen nya sih " seru Yuri, tapi belum dapat tempat yang strategis aja"


"mau gue bantuin cari tempat atau kita join berempat aja,. masing-masing punya keahlian apa aja?


"misal Tiya cake,.dan Lo cumi makanan trus sella minuman kan bisa kita padu" ide Reza sedangkan gue cuma bisa meracik kopi aja sih"


"bagus tuh ,ide nya Reza "sahut Tiya


"ya udah mau mulai kapan,kita cari tempat nanti keburu Tiya di banjirin orderan yang ada kita bikin pabrik kue" kelakar sella


karena baru tester aja udah banyak yang pesan.


selesai buat cake untuk Reza kita makan siang dulu ya? seru Tiya,, baru kita pikirkan tempat nya"


"kita juga harus beli bahan kue untuk pesanan besok, jadi nanti kita sambil belanja coba cari tempat juga" ide sella yang di anggukin temannya.


"ini pesanan Reza sudah hampir siap, biar mbak sus yang packing" perintah Tiya


"kita makan dulu yuu,,.Reza udah makan belum kita bareng aja makan seadanya aja sih,, masakan rumahan" ajak Tiya


"boleh kebetulan memang belum makan siang" jawab Reza


sella mencebikkan bibir ya ketika Reza menjawab ajakan Tiya


mereka makan berempat, ponsel Yuri berbunyi ada pesan dari sakti. Yuri hanya membaca nya saja lalu dia simpan lagi ponsel tersebut, karena sedang lahap memakan ikan kesukaan nya.

__ADS_1


__ADS_2